Pengaruh PPKM Terhadap UMKM dan Strategi Bertahan Saat Pandemi

Pengaruh PPKM terhadap UMKM

Pengaruh PPKM Terhadap UMKM – Akhir Juni lalu di Indonesia mengalami lonjakan jumlah penderita Covid-19 di berbagai penjuru daerah. Masuknya varian delta dari India ke Indonesia memperparah peningkatan jumlah penduduk terinfeksi covid. Lalu pemerintah menetapkan pada awal Juli lalu sebuah kebijakan untuk menekan laju penderita Covid. Kebijakan tersebut adalah PPKM Darurat Skala Mikro atau Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat Skala Mikro.

Kebijakan ini mempunyai dua dampak di dalam penerapannya. Pertama adalah dampak kesehatan masyarakat, berupa menurunnya laju penyebaran virus. Dan kedua dampak ekonomi, berupa menurunnya mobilitas masyarakat yang secara langsung berdampak pada perekonomian di skala kecil. Tentu dampak PPKM terhadap perekonomian sangat dirasakan oleh pelaku bisnis di tingkat mikro atau bisnis kecil. Tulisan ini akan bahas mengenai pengaruh PPKM terhadap UMKM.

Tentu kita sering melihat di televisi ataupun dari sosial media tentang banyaknya pelaku bisnis yang mendapatkan konsekuensi berupa penutupan tempat usaha karena melanggar aturan PPKM. Itu merupakan salah satu dampak PPKM terhadap bisnis kecil, yakni hilangnya kesempatan mereka untuk bertahan di tengah situasi pandemi yang sudah tak menentu. Lalu bagaimana sebenarnya eksistensi UMKM di tengah pandemi semakin mengganas ini?

UMKM dan Pandemi yang Tiada Henti

Dampak PPKM terhadap ekonomi tak hanya berimbas kepada usaha-usaha skala besar yang berada di Jakarta. Pemberlakukan pembatasan di segala sektor masyarakat ternyata juga mempengaruhi bisnis kecil yang ada di berbagai daerah di Indonesia. Salah satu dampak PPKM terhadap pertumbuhan ekonomi adalah terhadap UMKM atau Usaha Mikro dan Kecil Menengah.

UMKM adalah salah satu pilar penyangga perekonomian di tingkat mikro. Keberadaan UMKM yang minim campur tangan pihak luar (eksternal) telah membuat keberadaannya menjadi mandiri dan tak begitu terimbas krisis. Namun di tengah pandemi corona yang tidak mengenal area penularan telah membuat UMKM ikut terimbas juga.

Baca juga :   Training Pemasaran Online untuk Pelaku Bisnis Online

Penyebaran pandemi yang begitu masif di Indonesia membuat UMKM harus bertahan di tengah badai wabah yang juga menurunkan pendapatan masyarakat. Menurunnya pendapatan itu mengakibatkan UMKM juga ikut menurun omsetnya. Di tengah situas itulah UMKM berusaha untuk bertahan.

Naiknya kasus belakangan ini membuat pemerintah mengeluarkan kebijakan PPKM yang semakin mempersulit usaha mikro kecil menengah. PPKM mungkin berdampak positif bagi kesehatan masyarakat, tapi dampak negatif PPKM juga berimbas pada ekonomi mikro termasuk UMKM. Bahkan menurut Kata Data, omset bisnis kecil saat PPKM Mikro adalah mengalami penurunan hingga 60%.

Tentu menurunnya omset itu bukan salah satu dampak saja. Tetapi itu menjadi muara dari beberapa dampak lain dari pengaruh PPKM terhadap UMKM. Apa saja dampak PPKM terhadap bisnis kecil? Simak ulasan di bawah ini.

Dampak PPKM Terhadap Bisnis Mikro

Kita harus menyadari bahwa ada dampak PPKM terhadap ekonomi, utamanya perekonomian warga kecil yang minim mendapat jaminan saat kondisi darurat semacam ini. Lalu apa saja pengaruh PPKM terhadap UMKM?

  1. Mengalami Penurunan Penjualan

Tentu semua pelaku ekonomi di manapun, tidak peduli skalanya besar, menengah, atau kecil pasti mengalami dampak PPKM terhadap pertumbuhan ekonomi. Bagi usaha berskala kecil mungkin yang paling terasa dampak tersebut. Karena UMKM adalah pelaku usaha yang secara tidak langsung tidak mendapat jaminan dari manapun.

Nah, dampak yang paling mereka rasakan tentunya adalah penurunan penjualan yang drastic. Seperti yang sudah disebutkan di atas bahwa omset UMKM saat PPMK menurun hingga 60%. Itu artinya pelaku UMKM mencari cashflow saja susah apalagi mendapatkan untung. Ini memang bukan semata dampak negatif PPKM, karena sebelum PPKM pun sudah banyak UMKM yang omset dan penjualannya menurun. Memang tak ada yang bisa disalahkan karena pandemi membuat beberapa lapisan masyarakat menjadi menurun pendapatannya.

  1. Sering Kehabisan Stok Karena Pengiriman dari Supplier Telat.

Bisnis kecil, seperti warung kelontong, usaha rumahan, hingga warung kopi pasti akan mengalami yang namanya kehabisan stok saat PPKM. Ini tidak lain karena pembatasan darurat tersebut membuat logistik menipis sementara supplier belum ada kejelasan kapan barang akan datang.

Baca juga :   Contoh Kalender Konten Instagram Versi Kampus Dosen Jualan

Hal ini tentunya berpengaruh terhadap usaha mereka, karena customer yang akan membeli menjadi menanti lebih lama. Kalau tidak disiasati tentu ini menyebabkan UMKM kehilangan pelanggan. Kita tahu sendiri bahwa PPKM Mikro adalah berusaha membatasi mobilitas orang dan barang  antar kota sehingga bisa saja ekspedisi yang membawa barang kebutuhan harus terhenti di perbatasan.

  1. Harus Menutup Kios Dagangannya atau Beroperasi dengan Waktu yang Terbatas

Pengaruh PPKM terhadap UMKM selanjutnya adalah menyebabkan pengurangan waktu operasional toko karena dalam aturan PPKM hanya memperbolehkan toko dan sejenisnya beroperasi sampai jam 8 malam. Bahkan di beberapa daerah hanya sampai jam 5 pagi.

Tentu hal ini mengakibatkan dampak PPKM terhadap bisnis kecil semakin terasa.. Bahkan tidak hanya unit usaha yang berbentuk toko, sebab usaha rumahan pun harus semakin mengetatkan jam kerja karyawannya saat PPKM. Oleh karena itu memang dampak PPKM terhadap ekonomi sangatlah luas. Tutupnya satu unit usaha karena PPKM telah menyebabkan banyak orang tidak berpenghasilan.

  1. Sering Mendapatkan Order Secara Online

Para pelaku bisnis kecil menjadi lebih sering mendapatkan order secara online saat PPKM. Sebab di masa seperti sekarang tidak banyak orang bepergian untuk berbelanja secara langsung. Maka dari itu belanja online menjadi pilihan mereka, bahkan ketika tokonya berada satu lokasi dengan mereka.

Banyak usaha mikro yang meningkat orderan onlinenya, di antara lain adalah usaha warung makan, usaha sembako, hingga usaha obat tradisional.

  1. Bertahan atau Ganti Produk.

Dampak PPKM terhadap pertumbuhan ekonomi tentunya menjadikan pertumbuhan negatif ya sob. Sekuat-kuatnya UMKM bertahan tetap saja mereka akan terimbas secara langsung. Imbas itu salah satunya mengenai sisi finansial mereka. Anggaplah modal para pebisnis kecil menjadi minim dan mepet saat PPKM.

Baca juga :   Belajar Copywriting yang Menghipnotis ala Bapak Polisi

Minimnya modal tersebut berusaha mereka akali dengan tetap bertahan atau ganti produk untuk lebih menggenjot penjualan dan mengikuti permintaan pasar. Tentu ada strategi khusus bila para pelaku UMKM ingin berganti produk. Namun di balik ini semua, pemerintah masih memfasilitasi permodalan UMKM di masa pandemi. Salah satunya adalah dengan kredit. Namun itu semua tak banyak berpengaruh terhadap kebertahanan sebuah usaha kecil.

Kita sudah melihat sendiri bagaimana dampak PPKM terhadap pertumbuhan ekonomi. Karena UMKM adalah usaha yang mandiri oleh masyarakat maka ketika kondisi darurat seperti sekarang mereka menjadi rentan. Apalagi dampak negatif PPKM itu sangat mereka rasakan bahkan sampai tak punya modal untuk ke depannya.

Lalu bagaimana strategi UMKM untuk bertahan di masa pandemi? Strategi UMKM saat PPKM mikro adalah di antaranya;

Strategi UMKM Bertahan di Tengah Kepungan Pandemi

Seperti yang sudah diulas di atas tentang pengaruh PPKM terhadap UMKM, maka ada beberapa strategi untuk para pelaku bisnis kecil terapkan. Strategi UMKM bertahan di tengah kepungan pandemi adalah?

  1. Mencari strategi pemasaran melalui digital marketing atau pemasaran online.
  2. Mulai mencari target pasar baru, utamanya di sekitar lokasi kamu.
  3. Berusaha mencari produk paling relevan dan laku saat ini/peluang usaha yang memungkinkan.
  4. Mengatur Jam kerja atau jam buka untuk menyesuaikan dengan aturan PPKM Darurat.
  5. Mencari supplier yang masih berada di daerah aglomerasi (bisa dijangkau)
  6. Mempersiapkan modal darurat, yang tak terpakai untuk berjaga-jaga.

Itulah beberapa strategi UMKM bertahan di saat pandemi. Semoga beberapa strategi di atas dapat meminimalkan dampak pandemi terhadap bisnis kecil saat ini. Semoga bermanfaat.