Analisis Target Audience Instagram untuk Tumbuhkan Akun

Analisis Target Audience Instagram

Tahun 2022 bukan lagi tahun ketika kamu harus membeli followers ribuan untuk meningkatkan kapasitas penjualan di sosmed. Di tahun 2022 juga tidak waktunya lagi untuk membuat konten yang asal-asalan dan tanpa perencanaan. Penting bagi kita saat ini untuk analisis target audience instagram. Hampir semua konten kreator dan akun yang kredibel pasti akan melakukan analisis target audience.

Instagram adalah platform dengan demografi atau pengguna yang beragam. Pengguna instagram tidak hanya terbatas pada anak-anak sebagaimana tiktok. Selain itu pengguna instagram juga bukan generasi old seperti halnya pengguna facebook. Beragamnya user instagram tentu menuntut kita untuk memetakan dan melakukan analisis target audience instagram. Ini penting karena analisis target ini akan menentukan bagaimana pandangan followers terhadap akun kita nantinya.

Sebuah akun yang dibangun dengan cara instan, dalam artian tidak menganalisis audience nya terlebih dahulu, maka bisa menyebabkan akun akan sepi. Akun yang tidak dibangun dengan analisa juga akan sulit untuk berkembang karena tidak pernah mendapatkan awareness dari followers. Inilah pentingnya analisis target audience instagram. Sesederhana-sederhananya analisis target audience pasti akan bermanfaat untuk perkembangan akun kita.

Lalu apa sebenarnya yang dimaksud dengan target audience? Di bawah ini nanti kita akan bahas tentang perbedaan audience dan followers. Dengan begitu kita akan menjadi tahu apa manfaat dari target audience yang akan kita lakukan nantinya.

Target Audience Adalah

Kita pasti sering mengenal istilah target audience ketika mendengarkan para influencer digital marketing berbicara mengenai algoritma instagram terbaru. Namun tahukah anda apa yang disebut sebagai target audience tersebut? Jadi target audience adalah sebagian dari followers kita plus akun yang berhasil kita jangkau lewat hastag serta explore yang nantinya akan selalu mendapatkan update terbaru di akun kita. Jadi target audience ini belum tentu mereka yang follow kita ya sob. Bisa jadi followers kita bukanlah orang yang selalu mendapatkan update dari akun anda.

Baca juga :   Galeri pelatihan Dinas Koperasi

Lalu apakah target audience ini bisa dirubah? Kalau dirubah mungkin tidak akan bisa, tapi kalau berubah itu sangat mungkin. Jadi tugas kita adalah mengusahakan perubahan itu lewat perluasan jangkauan serta menjalin interaksi sebanyak-banyaknya dengan followers yang sebelumnya tidak begitu berinteraksi dengan akun kita. Jadi di sini sudah jelas ya bahwa target audience itu bukan hanya followers, tapi followers juga belum tentu menjadi target audience.

Lalu berapa proporsi audience yang bagus apabila dibandingkan dengan followers kita? Jadi normalnya untuk target audience adalah berjumlah 1/10 dari followers kita. Jadi jika followers kamu berjumlah 5000 akun, maka usahakan 50 likes selalu kamu dapatkan ketika mengupload sebuah postingan. Itu merupakan standar minimal dalam hal target audience. Kalau di bawah itu, maka tandanya akunmu tidak bisa menjangkau followers sendiri. Kalau followers sendiri sudah tidak terjangkau, maka bagaimana mungkin menjangkau orang di luar itu?

Baca juga : Manfaat Highlight Instagram

Cara Menganalisis Target Audience

Kita akan simak bagaimana cara melakukan analisis target audience instagram agar kita dapat memperluas jangkauan, sekaligus bisa memperoleh ide konten yang pas dan disukai oleh audience. Di bawah ini ada beberapa caranya, yang tentu antar satu dengan yang lainnya juga berhubungan. Nantinya kita akan lihat bagaimana menganalisis dengan cara manual maupun menggunakan insight analytics.

Untuk selengkapnya mari kita simak caranya berikut ini.

  1. Melihat Instagram Insight Analytics

Jelas cara paling mudah untuk menganalisis audience di IG adalah dengan melihat insight-nya. Tentu kalau akunmu adalah akun bisnis maka sudah bisa digunakan untuk melihat insight. Di dalam insight ini kita dapat menemukan beberapa informasi yang cukup penting. Informasi yang bisa menjadi bahan bagi kita untuk menganalisis tentunya.

Baca juga :   Jenis-jenis Paragraf dan Tujuannya untuk Membuat Copywriting Iklan

Nah, di dalam insight yang bisa kita gunakan untuk menganalisis adalah di antaranya informasi mengenai top post (post paling populer), post paling banyak interaksinya, serta perbandingan antara jumlah interaksi di postingan biasa dengan postingan video. Semua informasi ini sebenarnya dapat kita gunakan untuk melakukan analisis dasar terhadap audience kita.

Tatacara ketika melakukan analisis dari insight adalah dengan melihat kecenderungan performa postingan di setiap harinya. Jika memang pada hari-hari tertentu, orang lebih suka dengan konten video, maka buatlah konten video di hari tersebut. Begitupula jika postingan yang paling populer adalah jenisnya carousel, maka buatlah di minggu depan konten tersebut dengan tema yang lain. Ini merupakan salah satu percobaan untuk melihat bagaimana performa sebuah post apakah bisa dipolakan setiap minggunya.

Namun jenis analisis ini masih dasar sekali dan tidak mendetail, oleh karena itu anda harus mencoba cara lain di bawah ini.

  1. Menganalisis Berdasarkan Perilaku Individu ketika Likes

Cara ini sebenarnya hampir sama dengan cara analisis insight tadi. Namun kita akan melihat data itu lewat perilaku individu per individu ketika mereka nge-likes postingan kita. Jika mereka lebih sering likes carousel daripada video, maka mereka adalah orang yang mewakili penyuka carousel.

Kamu harus mencari setidaknya sekitar 50 an sampel ketika melihat kecenderungan ini. 50 orang itu harus mereka yang secara rutin likes di postingan kamu. Dari 50 tersebut setidaknya kamu dapat memetakan berapa persen yang suka video dan berapa persen yang suka dengan carousel.

  1. Membuat Konten Menyesuaikan Umur dan Jenis Kelamin

Kita juga bisa lho membuat penggolongan followers berdasarkan umur dan jenis kelamin. Untuk aplikasi guna menggolongkan itu nanti akan kita bagikan di lain waktu, tapi untuk sementara waktu kita dapat menggunakan cara manual ketika melihat umur dan jenis kelamin.

Baca juga :   Teknik SEO On Page Pengertian, Tujuan, Manfaat, dan Contoh Penerapan

Data umur dan jenis kelamin dari audience ini bisa kita manfaatkan untuk merancang penawaran sekaligus membuat rancangan konten serta bahasa konten (copywriting, design, dan lain sebagainya).

Mulai sekarang buruan kepoin followers kamu. Ubahlah status mereka dari followers pasif menjadi audience setia. Caranya adalah dengan membuat konten sesuai dengan umur mereka. Tentu umur dan jenis kelamin akan sangat mempengaruhi preferensi lho sob.

  1. Analisis Instagram Gratis dengan Metode FBI

Sebenarnnya ini cara yang sama dengan metode di atas. Tapi kalau metode di atas  kita hanya akan mendapatkan data berupa jenis kelamin dan umur saja. Tapi kalau menggunakan metode FBI, maka informasi itu makin lengkap lagi. Di antara yang akan kita dapatkan adalah jenis kesukaan, hobi, kanal berita favorit, dan lain sebagainya. Tentu kita akan menggunakan cara manual untuk mendapatkan data tersebut.

Namun tidak ada salahnya juga anda mendapatkan semua informasi tadi dari penuturan langsung akun  yang bersangkutan. Jadi mau tidak mau kamu juga harus ngechat mereka satu per satu.

  1. Melihat Jenis Akun yang Disukai Audience

Cinta memang tidak seperti yang dia minta. Kalau itu adalah rumus dari masalah asmara. Namun itu punya kemiripan analisis target audience instagram. Jadi ketika anda melakukan kepoisasi audicene atau followers, maka lihatlah akun apa saja yang mereka sukai di following. Tentu maksudnya bukan agar kita meniru yang  mereka follow, tapi sebagai upaya untuk melihat bagaimana selera dari audience kita. Data yang terkumpul nanti bisa kita gunakan untuk introspeksi atau evaluasi.

Itulah beberapa metode spionase dan analisis target audience instagram yang bisa kamu terapkan secara kecil-kecilan di akunmu. Semoga dapat bermanfaat untuk bisnis kita ke depannya.