Cara Mengolah Database Customer untuk Scale Up Bisnis

Cara Mengolah Database Customer

Cara Mengolah Database Customer. Pelanggan adalah salah satu aset pengusaha yang sangat penting. Pengusaha akan cenderung menjual produk ataupun jasanya kepada pelanggan yang sama. Sehingga, menjaga pelanggan adalah hal yang penting untuk dilakukan bagi seorang pengusaha. Database dapat digunakan dan dimanfaatkan untuk menaikkan omset, membangun loyalitas pelanggan, serta mendorong pelanggan untuk melakukan repeat order.

Definisi Database Customer Adalah Sebagai Berikut

Database customer adalah informasi pelanggan yang berisi nama, alamat, nomor whatsapp, akun email, rincian orderan, dan riwayat pesanan. Database customer harus terkelola dan kita simpan dengan baik dan rapi sebagai salah satu aset pengusaha. Tulisan ini akan bahas cara mengolah database customer agar kamu dapat memanfaatkannya sebaik mungkin. Pengelolaan database customer dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa software pengelola database. Di sini kita akan bahas konsepnya pengelolaan database pelanggan. 

Manfaat Database Pelanggan

Database membuat perusahaan ataupun pengusaha selalu terhubung dengan pelanggan sebagai sumber pendapatan. Bukan hanya sekedar untuk mengumpulkan kumpulan data pelanggan, database penting untuk membantu perbaikan bisnis.

Database memberikan manfaat bagi pengusaha untuk membentuk loyalitas pelanggan kepada produk ataupun jasa yang kita tawarkan sehingga dapat membuat terjadinya bisnis yang berulang ataupun pengulangan pembelian dari pelanggan. Database juga dapat membuat pengusaha mengetahui pelanggan yang sering melakukan transaksi ataupun yang sudah lama tidak melakukan transaksi. Pelanggan dengan repeat order yang tinggi dapat dijaga dengan memberikan gift spesial untuk pelanggan agar makin loyal. Hal ini juga dapat membantu dalam melakukan segmentasi pelanggan.

  • Menjadi Gambaran Potensi Pasar

Keakuratan dan kelengkapan database akan membantu pengusaha dalam mengetahui potensi pasar yang sesuai dengan jenis kelamin, kota, umur, pendidikan, maupun pekerjaan. Sehingga, apabila database lengkap dan akurat dapat berguna untuk membuat analisis produk yang tepat sesuai target pasar yang sesuai oleh produk.

Misalnya dalam suatu daerah ataupun wilayah tingkat penjualan ataupun pelanggan masih sangat rendah maka sebagai pengusaha dapat menyusun strategi pemasaran untuk menjual produk ataupun jasa di kota tertarget. 

  • Membuat Analisis Penjualan

Pada database terdapat riwayat pesanan mulai dari jumlah barang yang customer beli, jenis barang, warna, hingga ukuran barang. Data ini dapat bermanfaat oleh bagian manajer pemasaran untuk membuat analisis penjualan. Data tersebut jika terolah akan kita peroleh informasi yang menampilkan produk dengan pembelian tertinggi ataupun terendah sehingga pebisnis bisa mengetahui produk unggulan dan produk yang banyak peminatnya. Hasil analisis penjualan juga dapat kita gunakan untuk menyusun strategi pemasaran yang sesuai dengan target pasar sehingga berpotensi untuk menaikkan omset.

  • Merekam Customer Blacklist

Sebagai pebisnis, kamu harus tahu fake customer ataupun pelanggan yang bermasalah saat melakukan pembelian atau transaksi sehingga  bisa dimasukkan dalam kategori customer blacklist. Hal ini dapat membantumu agar tidak menjual produk ke orang yang salah. Menjual produk ke orang yang salah akan membuang-buang waktu dan tenaga yang tentu merugikan. Sehingga, saat kamu memiliki database maka kamu menjadi tahu customer yang layak untuk kamu tawari produk dan customer yang tidak layak. Saat sudah mengetahui ini, pebisnis menjadi tahu target pasar potensial yang cocok untuk ditawari produk.

  • Sebagai sarana komunikasi

Menjalin komunikasi dengan target pasar ataupun customer tentu menjadi hal yang penting karena dengan dijalinnya komunikasi dapat menimbulkan loyalitas pelanggan kepada produk ataupun jasa yang kita tawarkan.

Komunikasi juga dapat digunakan untuk menjalin kedekatan dengan customer sehingga customer akan merasa nyaman saat kita menawarkan produk. Selain itu, hal ini dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan pada produk kita serta mempertahankan keloyalan pelanggan.

Komunikasi juga dapat membantu kita dalam mengetahui keinginan pelanggan sehingga memudahkan pebisnis ataupun pengusaha dalam menjual produk karena sudah mengetahui keinginan pembeli.

  • Menjadi salah satu petunjuk arah dalam pemasaran

Database pelanggan membuat pebisnis ataupun pengusaha mengetahui info penting terkait penjualan, mulai dari nama, jenis kelamin pembeli, usia, sumber lead masuk, alamat, jenis barang yang keluar, dan barang yang paling banyak diminati. Adanya informasi tersebut membuat pebisnis mengetahui kota kota ataupun sumber pemasaran yang paling banyak mendatangkan lead. Sehingga, bagian manajer pemasaran dapat memahami kemana arah produk akan dipasarkan dan produk yang banyak mendatangkan lead.

Simak juga : Cara Mendapatkan Database Nomor Whatsapp

Cara Mengelola Database Customer yang Baik?

Saat sudah punya database, maka penting bagi seorang pengusaha ataupun pebisnis untuk mengelola database yang sudah ada. Maka dari itu kamu harus menerapkan cara mengolah database customer atau pelanggan, seperti poin-poin di bawah ini. Cara Mengolah Database Customer dan Pengelolaan database dapat kamu lakukan dengan beberapa cara berikut ya;

  • Mengidentifikasi Pembeli

Melakukan identifikasi adalah hal yang penting karena di antara database yang sudah ada, tidak semua database berpotensi memberikan keuntungan. Tidak sedikit di antara database yang hanya menghabiskan waktu dan tidak memberikan keuntungan sehingga harus kita hindari. 

  • Meningkatkan dan Mempercepat Close Deal

Selain informasi kontak, pengelolaan database customer dapat memberikan riwayat chat dan riwayat pemesanan seperti jenis barang, jumlah, warna, dan identitas barang yang lainnya. Dengan demikian, bagian pemasaran dapat menekan penjualan untuk memberikan waktu dan usaha terhadap peluang closing yang potensial.

  • Menentukan tujuan

Pengelola database wajib menentukan apakah tujuan dari pengelolaan database yang mereka lakukan. Apakah hendak mereka gunakan untuk menjalin komunikasi dengan pelanggan lama atau yang lainnya. Menjaga komunikasi dengan pelanggan lama dengan tujuan terjadinya repeat order biasanya lebih efektif daripada mencari dan mengedukasi pelanggan baru. 

  • Melakukan kegiatan nurturing

Nurturing adalah kegiatan untuk membangun hubungan dengan pelanggan melalui berbagai pendekatan. Salah satu contohnya adalah dengan menghubungi pelanggan melalui email marketing saat pelanggan memberikan response yang diberikan oleh database pelanggan

  • Menggunakan database CRM

CRM berguna untuk mengelola database dengan cara yang lebih mudah dan efektif. Berbeda dengan Microsoft Excel, penyimpanan database menggunakan software CRM dapat memudahkan koordinasi sehingga meminimalisir terjadinya miss communication antar sales yang menghubungi pelanggan yang sama secara terus-menerus. Hal ini bisa menimbulkan kejenuhan pada pelanggan dan membuat pelanggan merasa terganggu serta menghabiskan waktu yang bisa kita lakukan untuk kegiatan lainnya. Pelanggan yang terganggu jika sudah merasa jengkel ataupun kesal dapat mencoreng reputasi usahamu.

Database CRM memudahkan kita dalam melacak prospek dan pelanggan eksisting kapanpun kita perlukan dan di manapun. Sistem ini dapat berguna untuk meminimalisir terjadinya kesalahan yang bisa terjadi karena tidak adanya koordinasi. Penggunaan CRM juga dapat meminimalisir terjadinya kesalahan dalam pesanan yang kita proses secara manual karena CRM dapat secara otomatis dalam membuat tiket untuk pelanggan

  • Mengurangi Customer Churn

Customer Churn adalah keadaan di mana pengusaha kehilangan pelanggannya pada suatu bisnis. Tentu hal ini sangat merugikan bagi pengusaha sehingga lebih baik untuk menjaga customer. Mengurangi customer churn dapat kita lakukan dengan memberikan pelayanan optimal pada customer. Informasi pada database dapat menampilkan insight dan pola perilaku pelanggan. Sehingga pengusaha dapat melakukan upselling dan follow up pada customer yang terlihat akan berpindah ke produk lain ataupun sudah lama tidak melakukan transaksi ataupun pembelian. Hal ini akan bermanfaat untuk menghindari customer churn. Customer juga akan merasa diperhatikan dan mereka terprioritaskan jika kita memakai treatment ini. 

Itulah beberapa aspek mengenai cara mengolah database customer yang bisa anda terapkan untuk bisnis. Semoga dapat bermanfaat. Salam inspirasi. (Isti Nugiharti – Tim Olshop KDJ)

Baca juga :   Cara Membuat Akun Tiktok Menghasilkan Uang Ala Kampus Dosen Jualan