Teknik Pengambilan Video Cinematic Bikin Video Jadi Lebih Estetik

Teknik Pengambilan Video Cinematic

Saat menerapkan contoh konsep video marketing di Tiktok, Youtube, maupun instagram maka kita perlu membuatnya dengan teknik pengambilan video cinematic. Ini adalah teknik  yang sering dipakai oleh para videographer professional agar bisa membuat tayangan yang memanjakan mata penonton. Apabila kita sering melihat sebuah scene film, pasti bisa merasakan emosi di dalam video tersebut. Itulah kegunaan dari video cinematic, yakni membuat sebuah tayangan menjadi lebih mempunyai ‘rasa’ atau taste.

Seperti kegunaannya, video marketing harus mampu mengkondisikan penonton untuk tergerak membeli atau setidaknya tertarik dengan sebuah produk. Itulah perlunya kita membuat video marketing yang cinematic. Jika tidak, maka konten kita akan cenderung biasa-biasa saja dan tidak mampu berperan sebagai media marketing. Tulisan ini akan mengulas secara sederhana bagaimana teknik pengambilan video cinematic buat kamu yang tidak mempunyai bakat filmis yang baik.

Tips sederhana ini akan berusaha menjelaskan bagaimana sudut, angle, dan posisi kita ketika mengambil sebuah gambar atau video. Lewat beberapa latihan dan tips sederhana, ini akan membuat video marketing mu menjadi lebih hidup. Ternyata membuat video cinematic itu tidak sesulit yang kita bayangkan. Alat perekamannya pun tergolong sederhana dan tidak ribet, yang mana kita hanya membutuhkan kamera hape serta kemampuan mengedit tipis-tipis. Mari simak tips pengambilan video cinematic berikut ini.

Kita akan membahas satu persatu terkait pengambilan video cinematic berikut ini, dari pengertian video cinematic itu sendiri sampai pada teknik pengambilan video. Simak penjelasannya secara bertahap ya sobat.

Teknik Pengambilan Video Sinematis

  1. Video Cinematic

Sedikit penjelasan di atas kita bersama telah tahu bahwa video cinematic adalah seperti yang biasa kamu lihat di dalam pembuatan film-film. Sebuah video sinematik tentunya mempunyai nilai lebih tersendiri di banding jenis video lainnya, karena tayangan sinematik akan lebih mempunyai power untuk mempengaruhi penontonnya.

Baca juga :   Meet Up para pengusaha di KDJ bersama Mbah Dony

Salah satu contoh penerapan cinematic di dalam sebuah film adalah pada film 1917 karya Sutradara Sam Mendes. Dalam film yang tayang pada tahun 2019 tersebut, kita menjadi tahu bahwa video cinematic dapat membuat efek yang lebih nyata untuk menggambarkan sebuah kejadian. Film tersebut bercerita tentang perang dunia I di mana terdapat dua tokoh utama. Sepanjang film, hanya dua orang tersebut yang mendapat efek cinematic. Akhirnya film menjadi sebuah kisah dua orang tadi, dalam memandang dan menjalani perang dunia I. Apa rahasia di dalam membuat video cinematic tersebut? Kita akan membahasnya secara perlahan-lahan.

  1. Teknik Sinematografi

Teknik pengambilan video cinematic seringkali disebut sebagai teknik sinematografi. Ini merupakan salah satu cara untuk membuat sebuah video mampu menghipnotis penonton. Memang ada banyak sekali teknik di dalam sinematografi itu sendiri. Namun kita akan belajar teknik dasarnya saja karena kita baru pertama kali mengenal teknik ini. Baru kalau sudah paham dan mampu menerapkkan teknik pengambilan, maka kita dapat beranjak di tingkatan yang lebih lagi.

Sebuah video cinematic pasti tidak akan merekam semua kejadian dan lakon secara utuh. Di sini yang seringkali dipakai adalah teknik framing, di mana dari semua adegan akan dipilih mana yang bisa menyokong sebuah narasi dan mana yang tidak. Inilah terletak kesulitannya, karena sebelum take video, kita harus mempunyai narasi dulu sebelumnya. Dari narasi inilah kita akan memilah dan memilih mana yang yang mana adegan yang masuk video dan mana yang tidak. Langsung saja kita akan membahas teknik pengambilan video cinematic di bawah ini.

  1. Teknik Pengambilan Gambar Cinematic

Tadi sudah kita bahas bahwa sebelum take video, seorang videographer wajib mempunyai narasi awal untuk menjadi framing dalam menggabungkan adegan. Setelah mempunyai narasi, maka tugas selanjutnya adalah, sebagai berikut;

  • Take video sebanyak mungkin, rekam video yang benar-benar relevan dengan narasi di atas. Terlepas akan kita pakai atau tidak, tetaplah rekam saja.
  • Jangan melakukan zoom video, karena akan merusak kualitas video. Selain itu zoom juga akan membuat tayangan yang kita buat terlihat tidak natural.
  • Kalau ada space kosong dalam video, maka isilah dengan teks penjelas. Misalnya tanggal atau tema dalam video,
  • Carilah sisi agar obyekmu nampak detail dan jangan sekadar merekam gambaran umum saja. Misalnya ketika merekam orang yang sedang mengaduk kopi, maka rekamlah adukan sendok pada gelasnya. Jangan sekadar merekam orangnya saja.
  • Hindari merekam dari sudut backlight, kecuali ketika memang merekam orang yang sedang menikmati sunrise/sunlight.
  • Untuk setiap lakon, gunakan angle yang berbeda dan jangan sampai sama karena tidak akan menarik apabila telah digabungkan.
Baca juga :   5 Makna Etos Kerja Orang Jepang

Itulah beberapa tips dan pengambilan video cinematic agar videomu nampak estetik di mata penonton. Sebenarnya masih ada banyak tips lain dalam merekam, namun kita hanya akan membahas beberapa saja dan alangkah baik segera eksekusi tips dan ide tersebut.

  1. Contoh Konsep Video Cinematic

Tim konten KDJ selalu menerapkan teknik pengambilan video cinematic ini sebelum membuat konten tiktok maupun instagram. Pada awalnya memang kami kesulitan dalam menerjemahkan narasi di awal menjadi kegiatan take video. Sebab terkadang tidak semua narasi bisa dengan mudah terkonversi menjadi sebuah video. Namun dengan berbagai macam latihan dan pengulangan, kita dapat mengatasi tantangan tersebut. Dan saat ini konten kami di tiktok KDJ sudah cukup cinematic. Jika penasaran langsung saja kunjungi tiktok kami di @kampusdosenjualan.

Setiap kali aka nada agenda pelatihan digital marketing di KDJ Maka kami akan membuat video before dan after acaranya. Cara itu  ternyata cukup menjadikan penonton penasaran dengan setiap agenda-agenda kami. Apalagi setiap video tersebut kami buat dengan teknik pengambilan video cinematic.

  1. Teknik Pengambilan Gambar Video Cinematic

Kalau sedang mengambil video, kita bisa gunakan kamera hape beresolusi yang cukup. Syukur-syukur bisa menggunakan kamera DSLR karena beda kualitas kamera juga akan beda hasilnya nanti. Namun untuk belajar pemula, sebaiknya kita pakai kamera hape beresolusi tinggi dengan bantuan tripod ataupun tongsis untuk merekam dari sudut yang sulit. Terkadang kita juga perlu penstabil kamera agar efek video yang dihasilkan menjadi lebih stabil dan tidak kelihatan amatir.

Jangan lupa untuk mengambil gambar adegan yang pendek-pendek saja agar nantinya kita mudah dalam menyortir video untuk masukkan ke dalam narasi. Sebab video yang pendek lebih mudah untuk mengedit daripada video yang panjang. Jangan sampai mencampur proses editing dan taking karena akan menghabiskan waktu. Jika sedang fokus take video maka singkirkan dulu memikirkan editingnya. Begitupun ketika sedang editing maka jangan sampai harus take ulang kecuali benar-benar urgent.

Baca juga :   Kekurangan Promosi di Whatsapp Bisnis yang Perlu Kita Ketahui

Itulah yang dapat kami bagikan kepadamu terkait teknik pengambilan video cinematic agar videomu nampak estetik dan terkesan tidak amatir. Masih banyak tips lain terkait bagaimana membuat konten video yang berkualitas. Simak terus update dari kami. Semoga bermanfaat dan selamat berkonten ria.