Keyword Density yang Bagus untuk SEO Website Kamu

keyword density yang bagus untuk seo

Keyword Density yang Bagus untuk SEO – Percayakah kamu bahwa dunia ini adalah dunia yang serba tidak pasti. Dunia ini adalah dunia yang tidak berpola. Kenapa bisa begitu? Apalagi kalau bukan karena ketidakpastian dalam merumuskannya. Teknik yang manjur kita coba hari ini, belum tentu manjur untuk keesokan hari. Kadang sungguh miris. Tapi inilah dunia SEO. Kita harus serba mencoba untuk dapat mengikuti pola yang terus berubah.

Jika dunia SEO serba tak pasti, namun selalu ada harapan untuk mempelajarinya. Selagi ada di bawah langit, setiap ilmu dan setiap pengetahuan pasti dapat kita pelajari. Termasuk dalam bidang ini pasti ada pola khusus yang terus berulang. Dalam kesempatan kali ini saya akan mengulas mengenai keyword density. Berapa komposisinya agar tulisan bisa memenuhi kaidah bagus untuk mesin pencari?

Tulisan ini terkhusus buat para pelaku SEO maupun para penulis website yang terkadang bingung bagaimana mengakali tulisan agar ramah terhadap mesin pencari. Sudah tahukah anda pada keyword density? Ini adalah salah satu mindset atau cara kita dalam memahami bagaimana tulisan  yang bagus di mata Google. Lalu apa saja manfaatnya terhadap artikel yang telah kita tulis di website?

Manfaat Keyword Density untuk SEO Tulisan Kita

Manfaat menggunakan kacamata keyword density dalam menulis di website ada banyak sekali. Dengan sudut pandang kita dapat semakin dekat dengan konsep SEO yang bagus dan ampuh. Manfaatnya bagi artikel kita di website adalah sebagai berikut;

  1. Lebih Cepat Terindeks di Google. Apabila kita menulis artikel yang sesuai pakem-nya keyword density maka akan semakin baik SEO nya dan mudah terindeks di Google. Karakter mesin pencari adalah mencari artikel dan konten yang paling sesuai dengan kebutuhan para search enginer atau pengguna google.
  2. Mudah ditemukan di luar focus keywords / kata kunci utama. Terkadang kita mengalami kasus di mana tulisan kita tidak terindeks ketika dicari dengan kata kunci lain yang masih relevan. Padahal kita membutuhkannya untuk mengatasi karakter pengguna google yang suka seenaknya. Dengan keyword density kita menjadi lebih mudah ditemukan oleh pencari, dengan kata kunci apapun asal masih relevan dengan topik utama.
  3. Tulisan Menjadi Lebih Enak Dibaca. Inilah bagus nya density yaitu membuat tulisan kita mudah untuk terbaca oleh manusia. Terkadang banyak artikel yang memenuhi kaidah SEO namun tidak mudah untuk Kalau kita memakai pakem kata kunci density maka tulisan kita selain ramah pada mesin pencari juga akan lebih user friendly.

Sudah siap belum menerima wejangan ilmu dari admin terkait keyword density berikut ini? Siap dong. Ternyata di dalam SEO juga ada trik agar tulisan kita lebih ramah mesin pencari.  Trik ini kita namakan sebagai keyword density. Gampangannya adalah komposisi kata kunci di dalam tulisan kita. Mungkin langsung saja kita beri penjelasan di bawah ini terkait hal tersebut.

Baca juga :   Cara Closing di Whatsapp dengan Cepat

Baca Juga : Sekolah SEO di Yogyakarta Ini Punya Kisah Unik di Setiap Pelaksanannya

Contoh Aplikasi Keyword Density dalam Tulisan Kita

Semisal kamu memiliki tulisan dengan jumlah 1000 kata. Pertanyaannya adalah berapa komposisi ketermunculan kata kunci yang cocok agar sesuai dengan kaidah density?

Rumusnya adalah sebagai berikut;

  • Keyword density untuk 1000 kata adalah 50 ketermunculan.
  • Untuk artikel 500 kata berarti kata kunci hanya boleh muncul 25 kali.
  • Kalau artikel 200 kata berarti frasa kunci hanya boleh muncul sebanyak 10 kali.

Lalu bagaimana penerapan dalam menulis dan menyebar kata kunci di dalam artikel? Caranya adalah dengan membagi jumlah maksimal kata kunci dengan jumlah frasa kunci di dalam artikelmu. Semisal kamu menulis sebanyak 1000 kata. Maka maksimal density nya adalah 50 kata. Apabila jumlah frasa kunci kamu sebanyak 4 frasa (misal : jual kambing kurban jogja) maka ketermunculan tiap kata di dalam sekujur badan artikel adalah sebanyak 50/4 =12-13 kali  kemunculan.

Maka menurut aturan keyword density kata ‘jual’ hanya boleh muncul sebanyak 12 kali, kata kambing hanya boleh muncul sebanyak 13 kali, kata kurban hanya boleh muncul sebanyak 13 kali, dan kata jogja hanya boleh muncul sebanyak 12 kali. Jumlah tersebut boleh kurang tapi tidak boleh kelebihan agar tulisanmu sesuai dengan standar SEO. Apabila kamu mampu untuk menata tulisan sesuai dengan rumus tersebut maka itu sudah bagus di mata mesin pencari.

Keyword Density adalah mengatur ketermunculan kata kunci sehingga tidak terdeteksi sebagai spam

Keyword density ini bukan berniat membatasi kreatifitas kita dalam menulis. Tapi ini adalah cara agar tulisan kita tidak banyak mengandung kata-kata yang tidak perlu sehingga bagus di mata Search Engine (SEO). Lalu bagaimana caranya agar kita bisa menyebutkan sebuah kata yang masuk dalam kata kunci tapi tidak terhitung ke dalam keyword density?

Caranya cukup gampang. Jadi ketika di awal menulis kata kunci, kita harus menentukan sinonim dari kata tersebut. Misalnya kata ‘jual’ agar tidak kita ulang terlalu banyak maka bisa kita ganti dengan kata ‘sedia’, kemudian kata kambing bisa kita ganti dengan kata ‘wedus’, lalu kata ‘jogja’ bisa kita ganti dengan kata ‘yogyakarta’. Semakin banyak sinonim dari suatu kata kunci maka akan semakin bagus.

Baca juga :   List Building dan Cara Mengumpulkannya

Semakin banyak sinonim dari kata kunci maka akan semakin bagus karena tulisanmu nantinya dapat di temukan dengan kata kunci di luar focus keyphrase. Semisal, orang tidak lagi menemukan artikelmu dengan satu kata kunci saja “jual kambing kurban jogja”, melainkan dengan keyphrase lain seperti “sedia kambing kurban Yogyakarta”, dan lain-lain.

Keyword density memang agak rumit dan kita harus teliti agar tidak banyak mengulang-ulang kata tertentu karena bisa saja Google menganggapnya spam. Tapi juga jangan sampai kurang menuliskan kata utama itu karena nantinya artikel tidak dapat terindeks di Google karena tidak memenuhi syarat. Inilah mindset SEO yang bagus untuk mengoptimalisasi tulisan kita.

SEO tidaklah hanya tentang pengotak-atikan search engine tapi juga tentang bagaimana tulisan kita dapat diangap layak oleh Google. Ini penting untuk pembuatan artikel karena selama ini banyak artikel cenderung copy paste dengan artikel yang lain. Keyword density membuat tulisan kita menjadi lebih memiliki cirri khas tertentu. Setelah plagiarism, ini adalah indikator bagus tidaknya sebuah tulisan.

Keyword density yang baik tidak selalu mutlak

Keyword density yang bagus untuk SEO terkadang juga tidak dapat berfungsi optimal, apalagi kata kunci yang kamu sasar pesaingnya sangat banyak. Jadi ini juga ilmu tentang tau diri. Kalau website kita masih belum terlalu optimal jangan berani mengambil kompetisi yang berat. Biar dilan saja. Eheh. Kunci kita dalam menulis adalah jangan sampai plagiat dan usahakan enak terbaca oleh banyak orang. Kalau itu sudah kamu lakukan maka semuanya tinggal mengikuti saja.

Apabila kamu berminat untuk belajar komposisi kata kunci yang bagus untuk SEO Website maka bolehlah sesekali bertandang di KDJ. Pada bulan februari 2021 mendatang kami akan melaksanakan kelas Inkubator SEO selama 10 hari full non stop dengan pemateri yang handal di bidang optimasi website. Sampai jumpa bulan depan!

Baca juga :   Apa itu Keyword Density dalam Optimasi SEO Website?