Apa Itu Deal Maker serta Skill yang Harus Dipelajari

Apa Itu Deal Maker

Apa itu Deal Maker? Mungkin kita sering mendengar istilah ini, terutama dalam bidang bisnis dan organisasi. Namun tahukah kamu apa sih yang disebut dengan deal maker? Siapa yang berposisi sebagai deal maker? apa saja jobdesk nya? Serta apa saja skill yang harus dia kuasai untuk menyelesaikan semua jobdesk tersebut? Serta bagaimana caranya menjadi seorang deal make yang baik? Baik, tulisan singkat ini akan mencoba membahas apa itu deal maker menurut istilah umumnya. Serta nanti kita akan menempatkan deal maker sebagai salah satu posisi penting di dalam sebuah bisnis.

Deal maker, seperti yang sudah kita sebutkan di atas, mempunyai posisi yang sangat penting dalam sebuah lini bisnis tertentu. Mereka mempunyai fungsi, salah satunya, sebagai connector antara kepentingan yang satu dengan kepentingan yang lain. Baik itu kepentingan antar anggota sebuah tim maupun kepentingan antara tim tersebut dengan pihak luas.

Menjadi seorang di posisi ini biasanya memang tidaklah gampang sehingga dalam sebuah lini bisnis, cukup hanya ada satu seorang saja. Bukan karena kerja mereka akan kesulitan ketika jumlahnya banyak tetapi memang keahlian mereka tidaklah semua orang memilikinya. Apalagi seorang deal maker yang mempunyai kecakapan yang luar biasa dan mampu membawa perusahaan atau bisnis ke arah yang lebih baik.

Di sini kita akan menjawab satu persatu pertanyaan yang sudah muncul di atas, di antaranya adalah apa itu deal maker, siapa yang berada di posisi tersebut, apa saja jobdesk nya dan bagaimana belajar skill seorang deal maker sehingga kita dapat menjadi duta bagi perusahaan atau bisnis kita? Untuk selengkapnya simak penjelasannya di bawah ini.

Baca juga :   Pengen Cari Oleh-oleh Khas Jogja? Ke Bagbone Handcrafts Saja

Simak juga : Cara Mengatasi Customer Komplain

Tentang Deal Maker

Pelan-pelan kita akan mencoba mengulik apa itu deal maker dalam sebuah bisnis. Semoga lewat tulisan singkat ini, kamu dapat tercerahkan dan bisa membedakan antara posisi ini dengan customer service misalnya. Tanpa berlama-lama mari kita simak apa itu deal maker berikut ini;

  1. Deal Maker adalah?

Secara harfiah, ini berarti posisi di dalam sebuah tim bisnis atau organisasi yang pekerjaannya menjalin relasi antar satu sub bidang dengan bidang yang lain, serta antara tim tersebut denga pihak luar. Pihak luar di sini bisa klien, mitra, vendor, perusahaan lain, institusi pemerintah, maupun atasan tim bisnis tersebut. Inilah yang dimaksud dengan deal make. Namun itu tadi adalah pengertian deal maker dari segi posisinya di dalam tim. Lalu apakah yang dimaksud dengan istilah deal maker tersebut?

Jadi dalam posisi ini adalah orang yang nantinya akan menghasilkan keputusan sebagai hasil dari negosiasi denngan pihak lain untuk arah dan nasib perusahaan tersebut ke depannya. seorang yang berada di posisi ini biasanya hanya ada satu dalam satu perusahaan, namun satu sosok tersebut bisa berubah-ubah seiring dengan kebutuhan perusahan. Jadi sebenarnya tidak ada satu sosok yang secara khusus berperan sebagai deal maker. Karena banyak juga mereka yang menjadi deal make adalah orang yang mempunyai kemampuan teknis. Nanti kita akan simak siapa yang biasanya menjadi deal maker dalam sebuah perusahaan.

  1. Siapa yang Berposisi sebagai Deal-Maker?

Lalu siapakah yang biasanya berposisi sebagai deal maker dalam sebuah perusahaan? Seperti penjelasan di atas, bahwa posisi itu bukanlah seorang individu atau sosok orang. Melainkan posisi di dalam sebuah perusahaan atau bisnis. Jadi posisi deal-maker senantiasa berganti-ganti disesuaikan dengan project dan juga pihak mana yang akan diajak komunikasi.

Baca juga :   Berikut Ini 10 Hal Yang Seharusnya Kalian Persiapkan Menjelang Bulan Ramadan.

Biasanya dalam sebuah tim bisnis, akan ada satu orang yang khusus diplot sebagai deal maker. BIasanya mereka adalah yang paham bagaimana mengambil keputusan, bernegosiasi, serta yang bisa membawa kepentingan bisnis ke dunia luar. Kalau dalam sebuah negara, maka deal-maker ini adalah Menteri Luar Negeri. Jadi mereka akan menemui pihak luar, merangkulnya, mengajaknya berdiskusi, dan nantinya melahirkan keputusan apakah pihak luar itu akan bekerjasama atau tidak.

Seorang yang berada di posisi ini biasanya mempunyai intuisi yang kuat. Mereka juga mempunyai kemampuan negosiasi yang baik karena hal inilah yang banyak diperlukan dalam dunia bisnis. Dalam sebuah negara saja kita perlu negosiasi dengan pihak lain, apalagi dalam bidang bisnis. Dari sinilah kita akan tahu siapa yang cocok berposisi sebagai deal maker dalam sebuah perusahaan. Untuk memudahkan pengaturan dan manajemen,, biasanya pihak perusahaan akan menunjuk salah seorang dari divisi Public Relation untuk menjadi deal maker dalam sebuah tim. Namun bisa juga seorang deal-maker itu kita menunjuk mereka yang paham betul tentang bahasa dan teknologi. Sebab di era sekarang salah satu kemampuan atau skill yang harus deal maker miliki adalah kecakapan bahasa.

  1. Jobdesk Deal-Maker

Kita akan lihat apa saja jobdesk deal maker berikut ini. Meskipun antar satu tim bisnis dengan tim lain ada perbedaan jobdeks, namun kita setidaknya dapat melihat gambaran umum tentang jobdesk deal-maker. Berikut adalah tugas-tugas mereka yang menjadi seorang deal make;

  • Mempersiapkan segala hal yang berkaitan dengan relasi dengan banyak pihak.
  • mengkoordinasikan tim ahli untuk melihat potensi kerjasama yang ada.
  • Bernegosiasi dengan Pihak Luar terkait kerjasama bisnis.
  • Mengkomunikasikan hasil dari pertemuan dengan pihak luar dengan atasan.
  • Mengikat komitmen pihak luar untuk bekerjasama dengan kita.
  • Menjadi representasi dari perusahaan sehingga tutur kata dan sikapnya adalah cermin dan kualitas dari perusahaan tersebut.
Baca juga :   Apa kalender konten itu?

Itulah beberapa jobdesk seorang deal-maker. Mungkin di luaran sana masih ada banyak tugas dan jobdesk lain, tetapi di atas adalah gambaran umum dan tugasnya. Jadi memang seorang deal-maker ini adalah anggota tim bisnis yang tidak ada kata istirahatnya. Maka ketika kita akan memilih posisi ini atau berencana akan merekrut maka carilah yang performa komunikasinya bagus dan mempunyai basic pengalaman yang mumpuni.

Berhubung jobdesknya susah maka kita harus tahu apa saja skill yang harus dipelajari untuk menjadi tukang deal-dealan ini. Simak penjelasan di bawah;

  1. Skill yang Harus Dimiliki

Di antara yang harus kita kuasai untuk menjadi tukang deal adalah berikut ini; kemampuan bahasa di luar bahasa ibu dan bahasa Indonesia (terutama bahasa Inggris, dan tambahan bahasa mandarin), kemampuan negosiasi baik melalui tatap muka maupun via digital, bisa mengetahui apa kebutuhan perusahaan sendiri dan apa keinginan dari mitra (pihak luar), seseorang yang harus mempunyai kecapakan pada data dan argument yang rasional, mempunyai pembawaan yang formal tapi santai, mampu memecah suasana kikuk, dan lain sebagainya.

Itulah beberapa skill yang harus kita miliki dalam posisi tersebut. Cukup banyak dan rumit bukan? pada dasarnya posisi ini bukanlah bakat alam melainkan bisa dibentuk lewat proses dan kemauan belajar.

  1. Bagaimana punya Kecakapan dalam Hal Itu

Jika anda berminat menjadi seseorang yang cakap dalam posisi tersebut, maka belajarlah melalui mentor atau guru yang kompeten dalam bidang deal-maker. Dengan belajar lewat guru, maka kamu akan dapat mengetahui mana hal yang masih menjadi kekurangan dan sejauh mana perkembangan belajar kita. Jika anda berminat untuk belajar deal-make secara lebih lanjut, maka ikutlah dalam Kelas Customer Service di KDJ. Kelas ini akan kami helat dari tanggal 3-13 Desember 2021 di Yogyakarta. Jika anda berminat dan ingin scara lebih dalam belajar soal bagaimana cara menghadapi mitra bisnis maka segera hubungi kontak berikut ini (0821 3694 7525).

"Apa