Tugas dan Kualifikasi Content Writer dan Perbedaannya dengan SEO Specialist

Perbedaan Content Writer dan SEO Specialist

Apakah kalian gemar menulis? Kalau iya, maka profesi Content Writer bisa jadi sangat cocok buat kalian. Namun, masih banyak yang salah memahami perbedaan antara profesi satu ini dengan SEO Specialist. Meskipun masih dalam satu rumpun dan goals yang sama, tetapi kedua profesi ini memiliki cukup banyak perbedaan, lho. Nah, apakah kalian sudah tahu apa itu Content Writer? Apa saja tugas dan tanggung jawabnya? Lalu, apa saja perbedaan profesi antara Content Writer dengan SEO Specialist?

Kalau jawabannya belum, maka kalian berada di artikel yang tepat. Karena di sini mimin akan bagikan informasi seputar profesi Content Writer serta bagaimana perbedaan tanggung jawabnya dengan seorang SEO Specialist. Yuk baca artikel ini sampai akhir supaya kalian dapat keseluruhan insight nya!

Apa itu Content Writer?

Content Writer merupakan sebutan bagi seorang penulis profesional konten-konten yang menarik pada media online. Konten-konten ini bisa berupa artikel blog, postingan di sosial media, atau apa pun yang berhubungan dengan penulisan pada platform online.

Seorang Content Writer memiliki tanggung jawab memastikan penulisan yang mereka buat selaras dengan goals dan brand website perusahaan tempat mereka bekerja. Mereka juga harus melakukan riset kata kunci, mencari ide materi konten yang akan mereka tulis, dan menyesuaikan gaya penulisan sesuai dengan minat para pembaca.

Singkatnya, seorang Content Writer juga memiliki goals yang sejalan dengan seorang SEO Specialist, yaitu mendatangkan trafik yang banyak ke website perusahaan yang mereka kelola dengan semaksimal mungkin menciptakan kenyamanan kepada para pembaca ketika berkunjung ke website mereka.

Baca juga :   Contoh Analisis SWOT Bisnis Online Shop Untuk Strategikan Bisnismu

Tugas dan Tanggung Jawab Content Writer dan Perbedaannya dengan SEO Specialist

  1. Menulis konten yang relevan dengan website sesuai jadwal content calendar yang telah tim mereka tetapkan sebelumnya. Misalnya, materi tulisan pada website pendidikan tentu akan berbeda dengan website kesehatan. Tulisan artikel pada website pendidikan akan membahas hal seputar pendidikan, sementara pada website kesehatan membahas hal yang berkaitan dengan kesehatan.
  2. Menganalisa atau melakukan riset dari sumber-sumber terpercaya sebelum memulai menulis. Karena data atau informasi yang berada pada tulisan harus bisa dipercaya dan dipertanggung jawabkan.
  3. Melakukan riset kata kunci atau keywords terlebih dahulu, baru kemudian memilih kata kunci mana yang akan mereka gunakan yang berpeluang besar untuk menarik pengunjung lebih banyak.
  4. Mengedukasi pembacanya melalui tulisan-tulisan yang mereka buat dengan menyajikan informasi yang kompleks tetapi mudah dimengerti.
  5. Seorang Content Writer yang bekerja di Divisi Marketing harus mampu membuat produk yang ditawarkan mudah ditemukan oleh calon pembeli. Demikian juga dengan website-nya harus bisa mendapatkan viewers yang lebih banyak. Content Writer di Divisi marketing merupakan salah satu jabatan yang sangat menguntungkan bagi sebuah perusahaan.
  6. Memahami format penulisan yang baik. Termasuk melakukan selfediting serta memastikan tulisan sudah menggunakan ejaan dan tanda baca yang baik dan benar.
  7. Bertanggung jawab untuk menyelesaikan artikel sesuai pada waktunya. Seorang Content Writer yang profesional harus mampu menyelesaikan tulisannya sesuai ketetapan dan kesepakatan pada jadwal konten agar goals dalam perencanaan konten dapat dicapai.

Setelah memahami ketujuh tugas dan tanggung jawab seorang Content Writer, jelaslah dapat kita ambil kesimpulan bahwa seorang Content Writer memiliki tugas yang berfokus pada kualitas penulisan sebuah artikel, seperti gaya penulisan, penggunaan ejaan dan tanda baca yang baik, dan keaslian artikel yang mereka buat.

Baca juga :   Cara Menjadi Content Creator Instagram, Profesi Populer di tahun 2021

Sementara tugas dan tanggung jawab yang diemban oleh seorang SEO Specialist berfokus pada pengoptimalan halaman website dengan melakukan riset website kompetitor, mengoptimalkan off side dan on side SEO, dan bekerja sama dengan tim web developer untuk memaksimalkan hal-hal teknis lainnya pada website.

Baca Juga : Tugas Seorang SEO Specialist

Langkah-Langkah Menjadi Seorang Content Writer

Kalau cara menjadi seorang SEO Specialist adalah dengan melakukan berbagai riset dan mampu menggunakan tool-tool SEO untuk pengoptimalan halaman website, maka cara menjadi seorang Content Writer tentunya akan berbeda jauh. Sebelum memutuskan untuk memulai karier sebagai seorang Content Writer, setidaknya kalian harus memiliki modal pengetahuan. Selain kemampuan menulis, berikut beberapa kelebihan yang harus kalian miliki.

  • Menguasai Semua Gaya Penulisan

Setiap konten memiliki gaya penulisannya sendiri. Blog cenderung lebih santai, berita lebih informatif, atau opini sangat subjektif. Kalian sebagai penulis konten harus siap dan bisa menulis konten sesuai gaya penulisan website perusahaan yang kalian handle.

  • Menulis Konten yang Original

Konten harus berasal dari sudut pandang si penulis itu sendiri atau karyanya tidak menjiplak. Ide penulis konten lain mungkin sama, tetapi sudut pandang komposisinya bisa berbeda dan unik. Sudut pandang inilah yang akan membedakan antara Content Writer satu dengan yang lainnya meskipun mereka membahas tema artikel yang sama. Keunikan sudut pandang ini juga akan membuat penonton terpikat dan pada saat yang sama tidak membosankan.

  • Memahami Cara Melakukan Penelitian

Seorang Content Writer tidak boleh sembarangan memilih topik. Ada banyak riset  yang harus mereka lakukan sebelum memutuskan topik yang akan mereka angkat, mulai dari memilih kata kunci hingga memahami audiens, pasar, dan trend.

  • Memiliki Pengetahuan Dasar tentang Teknologinya

Selain SEO Specialist, seorang Content Writer juga perlu memahami secara dasar tools untuk membuat konten, seperti HTML, CSS, dan WordPress. Tak perlu secara mendalam, namun setidaknya mengerti untuk memaksimalkan kualitas hasil kerja.

  • Mengedit dengan Cermat

Seorang Content Writer yang andal juga harus memiliki kemampuan mengedit yang mumpuni. Pakar Content Creator biasanya menghabiskan 75 persen dari waktu mereka untuk mengedit, mengoreksi dan memproses. Untuk memudahkan pekerjaan, kalian bisa menggunakan alat-alat online yang dapat mendeteksi kesalahan tata bahasa dan pengejaan.

  • Meningkatkan Citra Diri

Sebelum memutuskan untuk memulai karier sebagai seorang Content Writer, alangkah baiknya apabila kalian telah menghasilkan beberapa konten terlebih dahulu dalam bentuk portofolio. Hal ini berguna untuk menunjukkan kepada klien potensial atau perekrut nantinya, sehingga mereka akan percaya bahwa kalian mengerti dan paham akan tugas yang akan kalian emban.

  • Perbanyak Membaca

Para Content Writer yang hebat adalah mereka yang gemar membaca. Namun kalian juga perlu memperhatikan kualitas tulisan yang kalian baca. Semakin sering kalian terpapar oleh konten-konten berkualitas dan menarik, maka akan semakin bagus juga tulisan yang akan kalian hasilkan, dan semakin banyak ide dan kekreativitasan kalian yang muncul.

Baca juga :   Memanfaatkan Youtube? ini Cara Sukses di Youtube

Itulah tadi pembahasan kita seputar Content Writer mulai dari pengertian, tanggung jawab dan perbedaannya dengan SEO Specialist, serta langkah-langkah yang dapat kalian lakukan untuk memulai karier di bidang ini. Jangan lupa untuk selalu bagikan artikel ini ke teman-teman kalian yang membutuhkan.

Apakah sekarang kalian sudah yakin ingin menjadi seorang Content Writer? Semangat dan semoga berhasil ya!

Hotmaria S