Dosen Jualan Bagikan Rahasia Genjot Omzet via Digital Marketing di Unnes

Rahasia Genjot Omzet via Digital Marketing

Pada Rabu, 3 November 2021, Dosen Jualan diundang menjadi pembicara di acara webinar “Rahasia Genjot Omzet via Digital Marketing” yang diselenggarakan oleh Unnes (Universitas Negeri Semarang). Dalam webinar tersebut, Dosen Jualan, Suryadin Laoddang, memaparkan mindset dan jualan online, khususnya melalui Facebook dan Instagram.

Dalam menjalankan bisnis online, iklan berbayar atau yang lebih dikenal dengan ads hanya merupakan tool pembantu dari strategi jualan kita. Ada dua teknik selain ads, yaitu dengan teknik organik dan membangung jaringan, seperti distributor, reselles, dan dropshipper. Jika ditanyakan mana yang lebih baik di antara ketiga teknik tersebut, jawabannya tidak ada. Hal tersebut dikarenakan setiap produk memiliki kecocokan tersendiri dengan masing-masing teknik.

Sebagai contoh, jika ingin menawarkan produk seperti kosmetik, sepatu,dan pakaian, teknik yang cocok digunakan adalah dengan ads. Sementara itu, jika ingin menawarkan kursus ternak lele, teknik yang cocok digunakan adalah teknik organik.

Kesalahan yang kerap dilakukan  oleh pemula bisnis online adalah perasaan rakus. Banyak pemula yang ingin segera mendapat keuntungan berlimpah. Untuk mencapainya, semua teknik jualan online digunakan, mulai dari organik, ads, hingga jaringan. Saat pebisnis menjalankan ketiganya sekaligus, padahal baru pemula, biasanya akan sering gagal karena tidak bisa fokus.

Memanfaatkan Teknik Ads

Dalam memanfaatkan teknik ads, kesalahan yang acap kali terjadi adalah iklan yang dibuat tidak menyasar target usia konsumen secara khusus. Facebook sebagai salah satu sosial media yang memiliki pangsa pasar yang besar membagi target kelompok usia konsumen, yaitu 13-17 tahun, 18-24 tahun, 25-34 tahun, 35-44 tahun, 45-54 tahun, 55-64 tahun, dan 64+ tahun.

Satu produk bisa saja cocok ditargetkan untuk segala usia. Namun, bukan berarti hanya menggunakan satu iklan dalam pemasarannya.. Untuk menyasar konsumen di segala usia, kita harus membuat iklan yang cocok untuk kelompok usia yang kita target. Sebagai contoh, tasbih digital dapat diiklankan menyasar kelompok usia 18-24 tahun dan 45-54 tahun. Namun, apa yang ditawarkan dan bahasa yang digunakan dalam menyasar dua kelompok usia itu harus berbeda.

Dalam membuat ads, tentu tujuannya agar bisa closing, atau berhasil menjual barang. Namun, sebenarnya ada 12 goals atau tujuan yang berurutan dalam memanfaatkan ads. 

  • Stop scrolling beranda

Gambar dan atau thumbnail video iklan kita harus membuat calon konsumen berhenti scroll beranda FB dan IG-nya.

  • Baca iklan

Headline dan kalimat pertama harus membuat calon customer terhenyak agar mereka mau membaca iklan.

  • Empati dengan iklan

Semua materi iklan harus membuat calon konsumen merasa menjadi bagian dari iklan itu. Hal tersebut bisa dilakukan dengan menulis kalimat tanya dan kalimat yang mampu menimbulkan rasa “takut”.

  • Klik landing page

Giring mereka agar mau membuka landing page, mengikuti CTA, atau melakukan inbox dan DM.

  • Baca landing page

Pastikan landing page ringan dan tidak buffering. Struktur landing page harus mengalir, pastikan ada kesinambungan dan kesatuan antar-bagiannya.

  • Klik buy button

Tujuan dari landing page yang ringan dan susunan bagiannya teratur adalah agar calon konsumen mengklik buy button yang telah disiapkan.

  • Kontak CS

Dalam proses pembelian, biasanya calon konsumen akan mengontak CS. Pastikan tidak ada masalah, seperti HP tidak aktif atau kartu habis masa aktifnya.

  • Komunikasi dengan CS

CS harus menjadi sahabat konsumen. kita harus mempersiapkan CS script, seperti closing script, after closing script, complain script, dan after sales script.

  • Akuisisi calon pembeli

Kita harus mencatat data transaksi, data pribadi, daya beli, dan minat beli konsumen. Hal tersebut kita perlukan untuk merumuskan big data.

  • Closing

Saat closing, kita juga perlu mematangkan labeling dan grouping calon customer.

  • After sales

Kita harus menyiapkan skrip CS seperti di poin kedelapan, seperti after closing script, complain script, dan after sales script.

  • Akuisisi database pelanggan

Tujuan terakhir ads adalah untuk mencatat dan mengumpulkan berbagai data, seperti beli baju warna apa, transaksi pakai apa, dan suka yang gratis ongkir

Terakhir, Pak Dosen menjelaskan perbedaan marketing, selling, dan branding. Marketing bertujuan agar orang yang tidak tahu tentang produk kita menjadi tahu. Selling bertujuan agar orang yang tadinya tidak membeli jadi membeli. Sementara itu, branding bertujuan agar orang yang sebelumnya membeli produk lain jadi membeli produk kita.

Bagi pemula, Pak Dosen menekankan untuk fokus di marketing dahulu. Yang penting adalah cashflow-nya jalan dahulu, uang harus bisa berputar. Setelah itu, baru bisa fokus ke lainnya. (Gilang-kdj)

Baca juga :   Pelatihan Agile Scrum untuk Bussines Leadership 2020