Cara Follow Up Agar Cepat Closing, Jangan Sampai Kendor

Cara Follow Up Agar Cepat Closing

Kembali lagi dengan tips seputar customer service dan segala lika-likunya. Kali ini kita akan sedikit mengulik tentang cara follow up agar cepat closing. Oh iya kemarin kita sudah bahas tentang Cara Closing di Whatsapp Dengan Cepat. Tapi bagaimanapun kita tidak bisa memaksa calon customer untuk segera menentukan pilihan, apakah akan beli atau tidak.

Ada berbagai tipe customer yang harus kita tahu. Pertama adalah tipe customer yang sangat membutuhkan sekali produk. Dia pasti akan lekas membeli produkmu tanpa berpikir panjang. Itu karena pembelian mereka motivasinya adalah keadaan urgent. Tapi tidak selamanya orang membeli barang karena urgent.

Tipe customer lainnya yang perlu kita ketahui adalah tipe pembeli yang membeli karena keinginan. Biasanya mereka akan lebih selektif terhadap kualitas barang dan juga harga barang tersebut. Nah, di sinilah kita memerlukan cara follow up agar cepat closing.

Cara Follow up agar cepat closing ini adalah pendekatan kita kepada customer yang membeli barang karena keinginan. Sebab kalau tidak kita follow up, takutnya mereka nanti akan memutuskan membeli produk lainnya. Karena hal itulah tips follow up customer ini akan kami persembahkan kepada sobat KDJ semua. Lalu apa sih sebenarnya follow up customer itu?

Follow Up Customer Artinya Apaan Sih?

Kalau kamu masih bingung follow up customer artinya apa, maka kita akan ulas bersama di sini. Jadi follow up customer artinya adalah kita mengejar-ngejar calon pembeli agar mereka kembali kepo dengan produk kita.

Mengejar di sini bukan berarti kita paksa mereka untuk beli ya sob. Sebab kalau kita mengejar maka mereka justru akan lari. Trik follow up customer itu artinya kita menggiring mereka untuk kembali mempertimbangkan produk kita. Jadi tidak berkesan memaksa untuk beli. Di sinilah pentingnya follow up customer. Sebab kalau penjual tidak tahu bagaimana cara follow up customer, maka potensinya untuk closing akan hilang satu per satu. Duh jangan sampai ini terjadi pada tokomu deh.

Baca juga :   Menimba Ilmu di Sekolah Bisnis Online Terbaik?

Oke setelah kamu tahu follow up customer artinya apa, maka kita lanjut kepada strategi follow up customer agar mereka tidak menganggap kita memaksa mereka untuk beli. Inilah strategi follow up customer secara halus dan tidak kentara.

Strategi Follow Up Customer

Kita akan bahas bersama tentang strategi jitu follow up customer. Ini sangat penting untuk kamu yang sering dapat lead masuk tapi tidak pernah closing. Di sini ada beberapa poin yang harus kamu perhatikan betul ketika FU customer. Perhatikan dan praktekkan pelan-pelan, dan rasakan khasiatnya nanti. Oke kita simak bersama tentang strategi follow up customer;

  1. Klasifikasikan dulu customer, apakah mereka beli karena butuh atau keinginan.
  2. Kalau karena keinginan, maka follow up mereka di keesokan harinya.
  3. Sedangkan kalau mereka beli karena kebutuhan maka follow up hari itu juga dengan menawarkan pilihan barangnya.
  4. Jangan pernah bertanya “Apakah jadi beli produk kami?”, tetapi tanyakan kabar dulu.
  5. Setelah Tanya kabar, kamu boleh tanya atau menawarkan kebutuhan/keinginan mereka.
  6. Jika tidak ada balasan (only read), maka ulangi lagi di keesokan harinya.
  7. Berilah feedback positif jika calon customer ternyata sudah mendapatkan barangnya di toko lain. agar mereka punya kesan positif dengan tokomu.

Oke, kita sudah tahu kan strategi follow up customer secara sederhana tersebut. Mungkin dari sekian strategi tersebut, kamu sudah bisa menerapkannya dan mengimprovisasi jika diperlukan.

Hal yang perlu kita perhatikan di sini adalah, meskipun kita butuh cara follow up agar cepat closing, tapi jangan sampai strategi FU kita sampai membuat customer lari. Pelan-pelan asalkan ada kepastian. Kepastian itu tentunya adalah customer jadi beli barang alias closing.

Baca juga :   Cara Memilih Lagu di Tiktok untuk Mempercantik Video

Follow Up Menghasilkan Closing

Jika kita persentasekan, maka potensi follow up menghasilkan closing itu sekitar 50%. Jadi ketika ada 100 orang yang kamu FU, maka potensi yang membeli ada sekitar 50%.

Itu masih cukup potensial untuk kita jadikan keuntungan. Maka jalankan terus strategi follow up menghasilkan closing dan jangan kasih kendor agar kamu tidak melewatkan setiap kesempatan yang ada.

Memang tidak semua customer service dapat menerapkan teknik follow up menghasilkan closing. Namun kalau kita punya contoh percakapan follow up, maka insyaAllah akan ada titik terang nantinya. Sebab kita akan lebih mudah belajar apabila sudah ada contoh yang nyata.

Di sini kita akan menerapkan dan memberikan contoh kata-kata follow up customer lewat whatsapp karena itu adalah cara yang paling gampang dan memungkinkan. Oke kita simak di bawah ini.

Kata-kata Follow Up Customer Lewat Whatsapp

Siapa tahu dengan kata-kata follow up customer lewat whatsapp berikut ini dapat menjadi pembelajaran bagi siapapun yang ingin mendapatkan closing lewat lead yang telah masuk.

Mungkin kata-kata follow up customer lewat whatsapp berikut ini tidak kami contohkan lewat capture chat, tetapi melalui teks langsung. Produk yang akan kami contohkan adalah produk mukena distro yang merupakan produk andalan di KDJ.

  1. Contoh Percakapan Follow Up

Inilah contoh percakapan follow up kami dengan customer di whatsapp beberapa bulan lalu sebelum momen lebaran.

Seller               : “Selamat siang. Selamat menunaikan ibadah puasa Ibu. Kami dengan admin mukena distro yang ibu hubungi beberapa hari lalu. kami ingin bertanya, apakah mukena prancis yang ibu cari kemarin sudah dapat? Kalau belum mungkin bisa cek di toko kami. Karena hari ini telah datang stok baru yang lumayan banyak.”

Customer        : Belum mbak. Coba minta katalognya ya..

Seller                     : *mengirimkan katalog whatsapp* Ini ya bu untuk katalognya. Ukuran yang ibu cari kemarin juga sudah ready stok dengan tambahan warna hijau tosca dan merah maron lho bu.

Customer            : “Oiya mbak, apakah ada promo sebelum lebaran ini? saya ambil tiga yang mukena prancisnya”

Seller                     “Masih tersedia promo bu, untuk H-15 lebaran ini. rencananya mau dikirimkan ke mana bu agar kami cek-kan ongkir sekalian?”

Dst.

Itulah contoh percakapan follow up yang sederhana sob. Mungkin tidak akan semulus itu di setiap customer. Ada yang tidak membalas bahkan. Tapi jangan sampai jadi halangan ya sob. Tetap pepet terus agar mereka kembali ke pangkuan kita. Hehe.

  1. Contoh Pertanyaan Follow Up yang Efektif

Di atas kita sudah belajar tentang contoh percakapan follow up. Sekarang kita belajar bagaimana contoh pertanyaan follow up yang efektif. Jadi ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan ketika memberikan pertanyaan follow up ya sob, berikut adalah tips-nya;

  • Jangan pernah bertanya “apakah jadi beli atau tidak?”
  • Tanyakan apakah mereka minat dengan stok baru yang kita punyai.
  • Bertanyalah tentang pertanyaan mereka kemarin. Misalnya tentang ukuran, warna, dan varian.
  • Giringlah mereka ke penawaran baru, misalnya apakah mereka berminat untuk membeli tiga buah agar mendapatkan potongan harga, dsb.
Baca juga :   Story Telling dalam Pemasaran (Story Selling)

Itulah beberapa contoh pertanyaan follow up dan tips nya agar kita tidak dicuekin oleh calon customer. Kuncinya untuk follow up ternyata sabar. Tapi kalau memang ada cara follow up agar cepat closing tentunya itu lebih bagus lagi. Jadi di samping sabar, kita juga harus bekerja dengan cepat. Sekian tips kali ini. semoga bermanfaat.