Workshop Internet Marketing di Jogja oleh Kemkominfo dan BAKTI

workshop internet marketing di jogja

Sebagai salah satu upaya Kemkominfo untuk  mempercepat digitalisasi di bidang dunia usaha maka mereka menyelenggarakan workshop keliling Indonesia. Dan salah satu kota yang mendapat kesempatan itu adalah Yogyakarta, pada hari Sabtu, 16 April 2021. Kegiatan tersebut terselenggara secara offline (terbatas) dan online. Ini menjadi salah satu agenda Kemkominfo dalam bentuk workshop internet marketing di Jogja.

Peserta yang mengikuti workshop secara langsung atau hadir menempati Ballroom Lantai III Hotel Royal Darmo Malioboro Kota Yogjakarta. Untuk peserta offline sebanyak 10 orang hadirin, sementara yang menyimak secara online via Zoom sebanyak kurang lebih 250 peserta dari Kota Jogja dan sekitarnya.

Pemateri dalam workshop internet marketing di jogja oleh Kemkominfo ini di antaranya adalah Suryadin  Laoddang (Dosen Jualan), Dr. H. Sukamta, (Komisi I DPR RI), dan Drs. Gun Gun Siswadi (Akademisi Universitas Esa Unggul). Ketiganya mewakili pilar digitalisasi di masyarakat Indonesia, yakni dari  kalangan akademisi, pemangku kebijakan,dan sekaligus praktisi digital marketing itu sendiri.

Acara workshop internet marketing di jogja yang dilaksanakan oleh Kemkominfo dan terfasilitasi oleh BAKTI ini bertajuk Seminar Merajut Nusantara, Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Meningkatkan Daya Saing Industri Kreatif. Lewat tajuk tersebut,  satu persatu pembicara akan mengelaborasi tema berdasarkan sudut pandangnya sendiri-sendiri. Yang mendapatkan kesempatan pertama adalah dari pemangku kebijakan yakni Dr. H. Sukamta.

Pelatihan Digital Marketing 2021

Acara seminar merajut nusantara ini merupakan salah satu workshop internet marketing di jogja yang terselenggara pada tahun 2021. Seminar kali ini mempertemukan  tiga sosok yang mewakili bidangnya masing-masing yakni  Praktisi, akademisi, dan politisi.

Ketiganya tidak bisa kita pisahkan dalam rangka pengoptimalan digitalisasi di semua bidang usaha masyarakat. Praktisi sebagai pihak yang inisiatif dan secara swadaya membantu masyarakat. Sedangkan akademisi berfungsi sebagai perumus strategi.

Baca juga :   Lowongan Kerja di Kampus Dosen Jualan

Kita tahu di sini politisi sebagai  ‘telinga’ yang mendengarkan segenap keluh kesah dan berbagai rumusan strategi yang sudah ada. Oleh karena itu pertama kali dalam sesi ini akan dipaparkan oleh Dr. H. Sukamta (DPR RI Komisi I).

Dr. Sukamta membuka sesi seminar pada sore hari itu tepat selepas menunaikan ibadah ashar. Dalam momen tersebut, beliau menyampaikan bahwa setidaknya ada 18 juta orang Indonesia yang bekerja di industri kreatif. Itu artinya ada banyak sekali persentase dari orang Indonesia yang menggeluti bidang ini.

Memang hal tersebut benar adanya. Ada belasan juta pemuda yang terjun ke  dunia industri kreatif, mulai dari seni, start up, Event organizer, dan lain-lain. Dari kesemuanya ini  wajib juga untuk mendapatkkan perhatian dari pemerintah. Kesejahteraan dan jaminan harus senantiasa pemerintah perhatikan sebab mereka sudah merintis jalur tanpa bantuan dan kehadiran negara sama sekali.

Akan lebih baik apabila pemerintah memberi fokus  tersendiri kepada industri kreatif lewat kehadiran Kemenparekraf yang saat ini dipimpin oleh Sandiaga Uno. Workshop internet marketing di jogja ini ternyata lebih kepada penularan semangat digitalisasi saja, sebab tidak menjelaskan secara gambling bagaimna langkha strategis dalam pemberian jaminan kepada pelaku ekraf, khususnya di Jogja.

Selepas memberikan sedikit pemaparan, maka acara sharing session ini lanjut kepada kalangan akademisi, yakni Drs. Gun Gun Siswadi. Beliau lebih menarik fokus pembahasan pada hari itu kepada pelaku ekonomi kreatif di Jogja. Berikut ini adalah  pemaparan beliau.

Digital Marketing Jogja

Workshop internet marketing di Jogja berlanjut dengan membahas seputar, aspek dan prasarana digital marketing. Di sini Pak Gun Gun memberikan pengetahuan baru kepada peserta seminar, bahwa ada  beberapa platform digital marketing yang bisa digunakan untuk meningkatkan penjualan, di antaranya adalah;

  1. Website, Blog, dan SEO.
  2. Instagram
  3. Facebook
  4. Tiktok
  5. Youtube
  6. Email
  7. Ads
  8. Twitter
  9. Dan Apps.
Baca juga :   Inkubator Jualan Online Batch 78 Coming Soon

Semuanya merupakan platform yang  powerfull untuk kita gunakan sebagai media memasarkan produk. Di sini Pak Gun Gun tidak memberikan penjelasan lebih lanjut terkait media apa yang sebaiknya dipakai oleh para pemula.

Pak Gun  Gun menyebutkan bahwa UMKM yang menggunakan media digital untuk marketingnya tentu akan semakin  mengokohkan peran mereka dalam pembangunan ekonomi RI. Sebab tanpa mengandalkans sektor makro maka ekonomi RI tidak akan tumbuh secara merata. Beliau memberikan sebuah kesimpulan bahwa salah satu cara penguatan ekonomi makro itu adalah dengan cara yang seperti Suryadin Laoddang lakukan yakni melatih anak muda dalam berbisnis online.

Lalu MC pun memberikan kesempatan kepada Bapak Suryadin Laoddang untuk melanjutkan elaborasi mengenai workshop internet marketing di Jogja bertajuk Seminar Merajut Nusantara. Kali ini bapak Suryadin akan melanjutkan apa yang telah Pak Gun Gun paparkan namun dari segi prakteknya, di mana beliau saat ini mengampu sebagai Founder Kampus Dosen Jualan Jogja.

Kursus Digital Marketing Di Jogja

Dengan menggunakan setelah pantalon  hitam dan kemeja kebesaran Kampus Dosen Jualan, Pak Suryadin Laoddang maju ke  panggung pembicara. Di mana beliau mengisi materi bersebalahan dengan anggota Komisi I DPR RI, Pak Sukamta.

Begitu diberi kesempatan oleh MC untuk melanjutkan sesi workshop internet marketing di jogja maka beliau langsung menyahut mic dan bicara dengan semangat yang luar biasa. Beliau banyak menjelaskan tentang aspek keterlibatan anak muda dalam upaya digitalisasi dalam segala bidang usaha masyarakat.

Beliau mencontohkan bahwa saat ini generasi yang sangat ahli dalam operasikan gadget adalah anak berusia 12-24 tahun. Merekalah yang harus kita libatkan dalam upaya digitalisasi ini, karena tanpa mereka kita akan ketinggalan jauh sekali.

Baca juga :   Kalender Libur Lebaran Terbaru di Kampus Dosen Jualan 1442 H

Pak Suryadin Laoddang memberikan kilasan sejarah, bahwa generasinya adalah generasi internet angkatan pertama. Di mana saat itu platform yang kerap mereka pakai adalah MIRC atau kaskus. Maka dari itu generasi tersebut sudah agak kesulitan untuk mengikuti trend digital saat ini. Itulah perlunya kita libatkan anak-anak muda dalam usaha kita.

Ketika beliau membuat tempat kursus digital marketing di jogja, maka kebanyakan tim beliau berisi anak-anak muda lulusan SMA dan mahasiswa yang sedang berkualiah. Dan terbukti lewat dukungan ini, beliau berhasil memimpin KDJ menjadi salah satu sekolah digital marketing terbaik di Indonesia.

KDJ mencetak  pengusaha-penngusaha muda setiap tiga bulanya melalui program Inkubator Jualan Online. Selain itu masih ada juga program beasiswa yang mana melatih pemuda dan pemudi Indonesia untuk mandiri dengan berwirausaha. Saat ini program IJO di KDJ sudah menginjak Batch 77 dan untuk Beasiswa menginjak Bathc 7.

Pembicara Internet Marketing Jogja

Memang kapasitas public speaking Dosen Jualan sudah tidak perlu kita ragukan lagi. Melalui pemaparan singkatnya tentang Digital Marketing dan KDJ selama beberapa menit ternyata berhasil membuat audiens di Zoom kepo dengan materi-materi kelasnya. Dosen Jualan memberikan gambaran kecil mengenai KDJ dan kalau ingin tahu lebih lanjut bisa membaca di website ini.

Itulah tadi report mengenai acara workshop internet marketing di jogja bertajuk Seminar Merajut Nusantara pada hari Jumat lalu di Malioboro. Semoga dengan adanya acara ini dapat membantu pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif masyarakat Indonesia.

Untuk kamu yang kepo dengan materi dan kelas di Kampus Dosen Jualan, maka simak terus update-an artikel dari kami.