Memulai Usaha Mukena di Kampus Dosen Jualan dan Diajari Cara Jualnya

Memulai Usaha Mukena

Tentunya tiap momen selalu ada produk yang laris untuk kita jual kepada pasaran. Nah di momen ramadhan ini ternyata ada juga jualan paling laris di bulan ramadhan. Salah satu produk yang sebenarnya sangat disarankan untuk dijual saat ini adalah usaha mukena.  Tidak hanya cocok ketika puasa tapi usaha ini juga layak kita kembangkan saat menjelang lebaran. Lalu bagaimana memulai usaha mukena  tersebut agar berhasil?

Mukena tergolong sebagai produk yang repeat ordernya rendah. Sebab kenapa? Karena customernya jarang sekali melakukan pembelian ulang dalam waktu dekat. Kalaupun mengulang transaksi biasanya itu karena mereka menyarankan produk mukena kepada teman-teman atau keluarganya. Itulah mengapa usaha mukena itu tidak gampang sebab repeat ordernya rendah.

Kadang ketika memulai usaha mukena kita juga bingung menentukan beberapa hal, seperti;

  1. Suplai produknya.
  2. Biaya produk yang tinggi.
  3. Cara menjualnya.
  4. Menentukan Target
  5. Dan lain-lain.

Itulah beberapa kendala yang mungkin kita alami ketika akan memulai sebuah usaha fashion muslim. Namun semuanya akan ulas bersama-sama di tulisan kali ini,  sehingga semua kendala di atas dapat diselesaikan. Memang pengusaha repeat prder produknya rendah harus selalu punya strategi khusus agar dapat menjual produknya secara cepat.

Agar mukena dapat kita jual secara cepat maka kamu harus tahu dasarnya dulu jualan mukena. Kita akan mengulas bersama hal yang harus kita perhatikan ketika memulai bisnis mukena. Simak penjelasannya berikut ini.

Pengusaha Mukena Wajib Perhatikan Ini Sebelum Memulai Bisnis

  1. Biaya Produksi Mukena

Sebelum memulai usaha mukena inilah hal pertama yang harus kamu ketahui terlebih dahulu, yakni biaya produksi mukena. Biaya produk yang dimaksud di sini tidaklah sekadar biaya untuk jahit dan bahan baku saja  melainkan juga bagaimana mendapat supplier yang bisa kita ajak bekerja sama.

Baca juga :   Kekurangan Promosi di Whatsapp Bisnis yang Perlu Kita Ketahui

Terkadang mukena  tidak harus kita kita produksi sendiri, melainkan dengan kerjasama dengan berbagai pihak seperti garmen, penjahit partai besar, serta penjahit lokal yang kita koordinir. Fungsi mereka bukanlah sebagai sumber daya yang kita miliki, tetapi mereka adalah mitra yang posisinya sejajar dengan kita.

Dengan kita ketahui biaya produksi mukena, maka kita menjadi tahu berapa besar nantinya mukena akan dijual. Jika harga sudah terketahui maka pasarnya akan mudah kamu temukan. Sebab harga sangat menentukan pasarnya. Sudah tahu kan betapa pentingnya menentukan biaya produksi sebelum memulai usaha mukena? Nah, jika kamu sudah  tahu berapa kapasitas bisnis , barulah kita tentukan jenis mukena yang ini kaitannya erat dengan penjahitnya.

  1. Penjahit Mukena

Namanya penjahit mukena akan menjadi mitra paling strategis dari bisnis kita nantinya. Sebab kualitas jahitan akan menentukan keseluruhan kualitas produknya. Oleh karena itu sebelum memulai usaha mukena maka siapkan penjahit yang memang fokus dan kompeten mengurusi kain-kain khas rukuh.

Sebuah mukena haruslah mempunyai jahitan yang rapi  dan halus, kalau bisa tidak tampak oleh mata telanjang. Nah inilah yang sulit karena tidak banyak penjahit yang punya kapasitas lebih. Buat kamu yang akan memulai bisnis maka jangan tanggung-tanggung merekrut penjahit berkualitas. Sedikit tidak apa-apa asalkan mereka punya output yang bagus.

Kadangkala kita sudah dapat mengatasi sendiri produksi mukena itu akan lebih bagus lagi. Sebab sebagai penjual kita sudah tahu dengan baik kualitas produk karena buatan sendiri.

  1. Bisnis Mukena Buatan Sendiri

Biasanya pengusaha mukena kecil cenderung lebih menyukai menjahit sendiri mukenanya. Mereka memulai usaha mukena sebagai penjahit terlebih dahulu. Kelebihan dari cara jualan semacam ini adalah mereka punya pengetahuan yang bagus tentang produknya.

Baca juga :   Hastag untuk Postingan Instagram yang Powerfull

Sedangkan kelemahannya adalah waktu mereka habis untuk produksi sehingga melupakan aspek pemasarannya. Alhasil produknya butuh waktu lama untuk bisa terkenal hingga ke luar. Beda lagi kalau mereka menyewa karyawan yang khusus mengurusi digital marketing.

Terlepas produk mukenamu itu buatan sendiri ataupun buatan penjahit mitra, maka yang harus kita perhatikan bersama adalah cara memasarkan mukena. Tanpa adanya pemasaran, berarti tertutup pula kesempatan produkmu dikenal publik.

Berikut ini kami akan bagikan tips memulai usaha mukena  ala Dosen Jualan atau Suryadin Laoddang.  Beliau terkenal sebagai pengusaha mukena yang sukses dan kelak akan melahirkan banyak tips jualan online lewat Kampus Dosen Jualan. Lalu bagaimana cara memasarkan mukena ala Pak DJ tersebut. simak ulasan di bawah ini.

Cara Memasarkan Mukena

Target pasar mukena adalah kalangan wanita atau emak-emak. Apabila ingin mendapatkan simpati mereka maka ambillah hatinya. Sebab psikologis pembeli wanita juga berbeda dengan laki-laki.

Itu adalah hal pertama yang harus kamu perhatikan ketika memulai usaha mukena. Tanpa memahami target pasar secara holistik maka kita akan gagal dalam merebut hati dan simpati. Boro-boro ada yang bertanya mukenamu, untuk melihat saja ia sudah tidak sudi.

Kalau sudah dapat mendapatkan simpati dari cabuy (calon buyer) maka akan mudah dalam mempromosikan atau minimal melakukan marketing. Bahkan tanpa menggunakan media online pun kita sudah dapat melakukan closing apabila paham betul apa yang menjadi target pasarmu.

Namun dalam sesi kali ini kami juga akan bagikan bagaimana cara promosi mukena secara online agar produk kamu dapat laku keras di bulan ramadhan ini. Sebab selama ini target pasar rukuh juga bisa kita sapa lewat media online. Dan bahkan ini adalah cara  yang paling efisien untuk jualan.

Baca juga :   Cara Buat Katalog Whatsapp Business Bermodal Ilmu Dasar Digital Marketing

Cara Promosi Mukena dengan Platform Online

Inilah media yang menjadi andalan pengusaha mukena sukses ketika akan mempromosikan produknya. Sebab target pasarnya sudah memakai media online juga. Coba lihatlah betapa banyak emak-emak yang berada di grup whatsapp atau facebook.

Di samping berselancar di sosmed ternyata mereka juga mencari produk untuk kebutuhannya. Jika kita tidak paham dengan kondisi ini maka produkmu hanya akan mangkrak di toko tanpa ada yang membeli. Harus diingat bersama bahwa di masa pandemi kebanyakan transaksi berpindah ke online. Lalu apa saja media yang cocok untuk memulai usaha mukena secara online?  Apa jawaban beliau? Mari simak bersama.

“Sobat dosen jualan, sebenarnya tidak satupun media jualan online yang lebih efektif daripada media yang lainnya. yang ada adalah media apa yang paling familiar dan kamu sering pakai, maka maksimalkanlah itu.”, Dosen Jualan (di postingan akun instagramnya, 4 Maret 2021)

Sudah tahu kan apa jawaban dari Pak Dosen Jualan. Maka buat kamu yang masih akan memulai usaha mukena jangan sampai nyerah gara-gara tidak expert di FB Marketing, IG Marketing, dan lain-lain.  

Pengusaha Mukena Sukses

Dulunya pak DJ ketika jualan juga menggunakan media yang paling familiar baginya. Namun karena bergabung dengan komunitas bisnis, maka beliau semakin meningkat kemampuannya. Apakah kamu juga ingin memulai usaha mukena yang dapat bonus berupa jejaring reseller mukena sekaligus belajar cara jualnya? Yuk gabung saja di kelas Praktek Jualan Mukena KDJ. Buruan hubungi admin di nomor berikut 0821 3694  7525 (Lia).