Waktu Pelaksanaan Ibadah Puasa Ramadan

waktu pelaksanaan ibadah puasa Ramadan

Wah ga terasa nih, bulan suci Ramadan akan segera tiba! Selama satu bulan penuh, umat Islam akan melaksanakan ibadah Puasa Ramadan. Dalam ajaran Islam, puasa penuh di bulan Ramadan dapat menghapus segala dosa dan kesalahan yang telah kita perbuat sebelumnya, asalkan kita lakukan dengan tulus iman dan mengharapkan pahala dari rida Allah SWT. Simak artikel ini sampai selesai ya! Untuk mengetahui waktu pelaksanaan ibadah puasa Ramadan.

Waktu Pelaksanaan Ibadah Puasa Ramadan

Sebagaimana yang telah mimin sebutkan sebelumnya, umat Islam akan melaksanakan ibadah puasa Ramadan selama satu bulan penuh. Puasa Ramadan akan berlangsung pada bulan Ramadan selama 29 atau 30 hari. Nah dalam praktiknya, waktu pelaksanaan ibadah puasa Ramadan antara 29 atau 30 hari tersebut bergantung pada posisi bulan yang menentukan tanggal hijriah.

Ketentuan pelaksanaan ibadah puasa Ramadan juga bisa kalian lihat pada Surat Al-Baqarah di mana pada ayat 187, Allah SWT berfirman yang artinya “Dan makan minumlah sehingga terang kepadamu benang putih dari benang hitam yaitu fajar” [Al-Baqarah: 187] [2].

Nah, pada saat ayat tersebut diturunkan, beberapa dari sahabat Nabi SAW kemudian mengambil tali berwarna hitam dan putih dan meletakkannya di bawah bantal mereka atau mengikatkan tali tersebut pada kaki mereka. Mereka terus makan dan minum sampai kedua tali itu bisa dibedakan warnanya; mana yang putih dan mana yang hitam.

Namun ternyata, apa yang mereka lakukan keliru. Para sahabat pun mengerti waktu pelaksanaan ibadah puasa setelah Nabi SAW menjelaskannya bahwa maksud kata “hitam” dari ayat tersebut adalah malam hari. Sementara maksud kata “putih” pada ayat tersebut menggambarkan siang hari. Jadi, dapat kita simpulkan bahwa waktu puasa Ramadan berlangsung dari terbitnya fajar.

Baca juga :   Jualan Paling Laris di Bulan Ramadhan untuk Sambut Rezeki Ramadhan

Fajar Kadzib dan Fajar Shadiq

Setelah kita mengetahui bahwa pelaksanaan ibadah puasa Ramadan adalah ketika terbitnya fajar, namun ternyata masih ada pembagian dari fajar tersebut.

Al Mawardi dalam kitab Iqna’ mengatakan bahwa: “Waktu berpuasa adalah dari terbitnya fajar kedua sampai tenggelamnya matahari. Akan tetapi (akan lebih baik bila) orang yang berpuasa melakukan imsak (menghentikan makan dan minum) sedikit lebih awal sebelum terbitnya fajar dan menunda berbuka sejenak setelah tenggelamnya matahari agar ia menyempurnakan imsak (menahan diri dari yang membatalkan puasa) di antara keduanya.”

Dari kitab tersebut, dapat kita lihat adanya kata “fajar kedua”, di mana bisa kita simpulkan bahwa pasti ada fajar pertamanya. Nabi Muhammad SAW sendiri pernah mengatakan bahwa fajar itu ada dua jenis, yaitu Fajar Kadzib dan Fajar Shadiq.

Dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW pernah bersabda, yang memiliki arti: “Fajar itu ada dua: Fajar yang pertama tidak mengharamkan makan (bagi yang puasa), tidak halal shalat ketika itu. Kemudian fajar yang kedua mengharamkan makan dan telah dibolehkan shalat ketika terbit fajar tersebut”.

Artinya, pada saat Fajar Kadzib tiba, maka umat Islam tidak boleh melaksanakan shalat shubuh dan belum haram untuk makan dan minum bagi yang berpuasa. Sedangkan pada saat fajar Shadiq tiba, maka umat Islam sudah boleh melaksanakan shalat shubuh dan haram untuk makan dan minum bagi mereka yang berpuasa.

Rasulullah SAW sendiri juga pernah bersabda, “Jika salah seorang dari kalian mendengar adzan padahal gelas ada di tangannya, janganlah ia letakkan hingga memenuhi hajatnya”. Jadi, apabila kalian sedang minum dan minuman tersebut belum habis di gelas ketika mendengar adzan, maka kalian tidak perlu panik! Karena kalian dapat meneruskan minum hingga habis.

Baca juga :   Jajanan Takjil Paling Laris Saat Ramadhan Tiba

Waktu Imsyak

Selanjutnya, bagaimana dengan waktu imsyak yang biasa kalian lihat tertera di kalender imsakiyah? Apakah kalian sudah tahu kapan itu waktu imsyak? Nah, ternyata pembuatan waktu imsyak ini memiliki tujuan supaya kalian berhati-hati dengan waktu ibadah puasa Ramadan kalian. Waktu imsyak biasanya ditetapkan sepuluh menit sebelum waktu subuh tiba. Jadi, orang-orang dapat melaksanakan makan sahur tanpa terburu-buru karena waktunya tidak mepet dengan waktu puasa.

Dalam waktu 10 menit itu, kalian diharapkan menghentikan segala sesuatu yang bisa membatalkan puasa, seperti makan dan minum. Kalian bisa menggosok gigi, membersihkan sisa-sisa makanan yang dapat membatalkan puasa, persiapan untuk melaksanakan shalat subuh, dan aktivitas-aktivitas sahur lainnya. Waktu imsyak membantu kalian dalam mengatur waktu ibadah puasa Ramadan harian. Kalian bisa mengatur waktu kapan harus bangun tidur dan kapan harus berhenti makan dengan adanya waktu imsyak ini.

Sementara, untuk waktu berbuka sendiri, Umar Radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya: “Jika malam datang dari sini, siang menghilang dari sini dan terbenam matahari, telah berbukalah orang yang puasa”. Kalian bisa menjadikan adzan maghrib sebagai patokan atau di beberapa tempat ada yang menggunakan sirine pemberitahuan sebagai tanda bahwa waktu berbuka puasa sudah tiba.

Waktu Pelaksanaan Puasa di Berbagai Negara

Pernahkah kalian berpikir berapa lama umat Islam di negara lain berpuasa dalam satu hari? Karena seperti yang kita ketahui bahwa perbedaaan letak geografis akan mempengaruhi lamanya pergantian pagi dan petang di berbagai negara. Pelaksanaan ibadah puasa sendiri berlangsung mulai dari matahari terbit hingga terbenam.

Oleh karena itu, masing-masing negara tentunya akan memiliki panjang waktu yang berbeda dalam setiap harinya. Misalnya, di negara kita, Indonesia, panjang waktu puasa adalah selama 13,23 jam. Mulai dari pada saat waktu imsyak tiba sekitar pukul 04.25 WIB hingga waktu maghrib yaitu sekitar pukul 17.48 WIB. Indonesia termasuk negara yang memiliki waktu puasa yang singkat. Hal ini karena letak Indonesia yang berada di dekat garis khatulistiwa.

Baca juga :   Tips Ngabuburit Saat Pandemi, Dari Optimasi Hingga Silaturrahmi

Sementara di negara-negara bagian utara yang letaknya jauh dari garis khatulistiwa memiliki waktu puasa yang relatif lebih panjang pada bulan-bulan Mei hingga Juni. Sebaliknya, negara-negara yang berada di bagian selatan dan jauh dari garis khatulistiwa memiliki waktu puasa yang relative lebih singkat.

Umat Muslim di negara Islandia akan memiliki waktu puasa terlama sekitar hampir 17 jam. Negara seperti Prancis, Pakistan, Jepang, Kuwait, Mesir, Qatar dan India juga memiliki waktu puasa yang lama, yaitu sekitar 14 jam.

Sementara untuk beberapa negara yang memiliki waktu puasa terpendek di antaranya Selandia Baru, Afrika Selatan dan Argentina yang durasinya sekitar 12 jam. Sebagian negara bahkan hanya memiliki waktu 3 jam antara terbenam dan terbitnya matahari.

Nah, untuk negara-negara tersebut, penduduknya akan mengikuti jadwal puasa kota lain atau negara sebelah. Atau mereka bisa juga mengikuti waktu puasa negara Arab Saudi. Arab Saudi sendiri dan beberapa negara Timur Tengah akan menjalani ibadah puasa Ramadan selama 15 jam

 

Informasi di atas tentunya membantu kalian untuk mengetahui waktu pelaksanaan ibadah puasa Ramadan. Juga memberikan pengetahuan terhadap kedua jenis fajar, waktu imsyak dan waktu puasa di berbagai negara. Jangan lupa bagikan artikel ini ke saudara-saudara kalian yang masih kebingungan ya! Selamat mempersiapkan diri menyambut bulan suci Ramadan! Semoga kita semua bisa melaksanakan ibadah puasa Ramadan dengan penuh hikmat dan berkah, amin.

Hotmaria S