Tips Sederhana Tajir Melintir ala Dewa Eka Prayoga

Tips Tajir Melintir

Siapa yang tidak mengenal Dewa Eka Prayoga, khususnya para pengusaha yang berkecimpung di dunia Digital Marketing. Pria kelahiran Sukabumi ini sampai berjulukan “Dewa Selling”. Gelar itu tidak hanya asal tempel saja. Kang Dewa, sapaan akrabnya, adalah satu-satunya orang di Indonesia yang mampu menjuarai kontes AFFILIATE MARKETING sebanyak 24 kali berturut-turut. kali ini kang dewa akan berbagi tips tajir melintir.

Sebagai pengusaha yang berhasil melakukan penjualan dalam berbagai macam produk, tentu kita bertanya-tanya, bagaimana Kang Dewa melakukannya? Strategi apa saja yang diterapkan dalam menjual produk-produknya?

Tips tajir melintir jadi pengusaha dengan konsep

Kang Dewa sendiri memiliki sedikit tips tajir melintir jadi pengusaha dengan konsep dan cara berpikir yang selama ini dilakukannya. Menurutnya ada 3 hal yang harus dengan sadar kita lakukan dan kelola dengan baik dalam cara berpikir kita:

  1. Doa

Bagi Kang Dewa, doa adalah hal yang paling fundamental. Menurutnya, kekuatan doa mampu melebihi sesuatu yang kita bayangkan sebelumnya. Ia membuktikan bahwa dengan kekuatan doa mampu menghafal, bahkan paham dalam tingkatan expert 30 ilmu digital marketing.

Sesuatu yang tidak terbayangkan sebelumnya oleh Kang Dewa sendiri. Ia tanpa sadar mampu tau apa yang dibaca dengan sangat amat mudah. Karena di dalam dirinya sudah meyakini sejak awal, bahwa ilmu adalah milik-Nya, maka atas ijin-Nya kita mampu untuk mempelajarinya.

Sering kali kita merasa kesulitan dalam memahami bahan bacaan yang sedang kita pelajari. Bagaimana agar hal itu dapat dicerna dan nantinya diaplikasikan dalam cara berbisnis kita. Nah, sekali lagi Kang Dewa mengingatkan dengan cara berdoa. Meminta dengan sungguh-sungguh agar dapat memahami apa yang sedang kita pelajari saat ini.

Baca juga :   Pemasaran Pariwisata Dengan Teknologi Digital

Karena kekuatan doa ini, Kang Dewa sendiri merasa bahwa segala hal yang ia pelajari dapat dicerna, bahkan terlihat sangat sederhana. Buktinya ia sendiri mampu menghabiskan 2 judul buku setiap minggunya.

  1. Belajar Gila-gilaan

Apakah kita sendiri sudah melakukannya? Kita berharap agar omzet penjualan meledak, tapi apa yang sudah kita lakukan untuk mewujudkan itu semua? Kang Dewa sendiri sudah menghabiskan puluhan bahkan sampai ratusan judul buku sebelum memutuskan untuk terjun di dunia bisnis.

Artinya Kang Dewa sadar betul, bahwa banyak hal yang belum ia ketahui di dunia bisnis, khususnya digital marketing. Sehingga salah satu cara untuk mengupas itu semua adalah dengan belajar gila-gilaan. Betul, jika pengalaman adalah guru terbaik, tetapi jika hanya berguru pada pengalaman tanpa mencoba tahu keilmuannya itu sangat beresiko besar untuk berkembangnya bisnis kita.

Banyak membaca buku, mengikuti seminar, memiliki mentor atau guru adalah cara kita belajar secara teori keilmuan dalam bidang apa saja. Sehingga kita sudah memiliki konsep yang matang dalam melangkah. Meski tidak terlepas kemungkinan di tengah jalan akan ada masalah, kita sudah memiliki strategi untuk mengatasinya. Jika pun tidak, kita memiliki mentor yang dapat dimintai saran dan pendapat untuk membantu memecahkan masalah yang ada.

Dengan belajar gila-gilaan sampai kita berada di level ahli, Kang Dewa membuktikannya dengan berhasil menjadi pembicara di berbagai seminar. Lalu menjadi pembicara di berbagai perguruan tinggi.  Padahal kita semua tahu jika Kang Dewa sendiri tidak memiliki gelar akademik.

  1. Menunda Kesenangan

Kita semua tahu, jika Kang Dewa sudah memutuskan untuk memulai berbisnis sejak usianya masih sangat muda, 20 tahun. Dimana banyak anak-anak muda seusianya sedang menikmati masa kuliah yang menyenangkan. Ia memilih untuk berbisnis, bahkan memilih untuk meninggalkan bangku kuliah ketika menginjak semester 3 jurusan kimia di Universitas Pendidikan Indonesia bandung.

Baca juga :   Analisis Target Audience Instagram untuk Tumbuhkan Akun

Tapi siapa yang menyangka, pada usianya yang ke 21, pendapatannya mencapai 1 Miliar. Apakah dengan hal itu Kang Dewa juga berfoya-foya, tidak. Meski pada tahun 2012 ia mengalami kerugian 7,7 Miliar, nyatanya Kang Dewa bisa bangkit lagi dengan cara “Jual apa yang bisa saya jual”.

Kang Dewa sendiri memiliki prinsip untuk menunda kesenangan. Meski pendapatannya lebih dari cukup, ia memilih untuk investasi dari pada membeli barang-barang mewah. Bahkan, urusan kendara pribadi, ia mengakui baru berganti kendaraannya ketika pendapatannya sesuai target yang ditentukan.

Menunda kesenangan menurut Kang Dewa adalah hal yang sangat sulit. Banyak pengusaha yang mampu untuk gonta-ganti gadget, kendaraan, rumah mewah dll. Kang Dewa memilih untuk menundanya. Karena menurutnya, banyak pengusaha yang terjebak dalam menikmati hasil. Dengan menunda kesenangan, sama dengan investasi jangka panjang, begitulah pemaparan kang dewa mengenai tips tajir melintir.(ej)

 

 

======

Info Kampus Dosen Jualan

Membutuhkan Informasi Kursus internet marketing dan Pelatihan Jualan Online?
Hubungi admin kami di : 0821-3694-7525

Tersedia kelas Private Fb Ads, Private Instagram Ads, Private Landingpage, Private Website, Pelatihan Bimtek SEO, Private youtube marketing dan Private Whatsapp Marketing.

Jika ingin mengundang Seminar atau Workshop bisa menghubungi Pembicara Internet marketing.

Apabila membutuhkan konsultasi bisnis anda bisa menghubungi Konsultan bisnis online bersama Dosen Jualan bpk Suryadin Laoddang untuk sesi coaching bisnis.

klik gambar di bawah untuk terhubung langsung dengan admin Kampus Dosen Jualan Yogyakarta

 

chat wa admin kdj

 

Atau bisa datang langsung ke Kampus Dosen Jualan Yogyakarta

Alamat: Jalan Tembus Draman – Mutihan, RT.04 Pedukuhan Mutihan No. 99, Mutihan, Jatigrit, Srimartani, Piyungan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55792

Baca juga :   Kelebihan dan Kekurangan Video Marketing

Anda akan di sambut hamparan sawah nan hijau dan suasana pedesaan yang ramah 🙂