Narasumber Kewirausahaan Bank Indonesia Kaltim, salah satunya adalah Suryadin Laoddang

Narasumber Kewirausahaan Bank Indonesia

Narasumber Kewirausahaan Bank Indonesia Kaltim, salah satunya adalah Suryadin Laoddang. Bertempat di Ruang Bontang dan Ruang Sanggata Hotel Puri Senyuir Samarinda, selama dua hari 38 Usaha Mikro Kecil Menengah se-Kalimatan Timur mengukuti pelatihan Onboarding UMKM Pontensial dan Unggulan KPwBI Kalimatan Timur. Pelatihan dilaksankan secara terpisah, 11 peserta mengikuti kelas Unggulan, 27 peserta lainnya mengikuti kelas Potensial. Kategori peserta yang mengikuti kelas Unggulan adalah mereka yang telah mengikuti program yang sama pada tahun sebelumnya, di kelas Potensia, tentu setelah mengikuti proses penyaringan lagi. Sementara kelas Potensial adalah peserta program baru.

Materi Kewirausahaan untuk UMKM Bank Indonesia

Kategori peserta yang berbeda, tentu berdampak juga pada bobot materi yang diterima oleh masing-masing kelompok peserta. Kelas potensial menerima materi yang sifatnya masih dasar-dasar digital marketing, diantaranya :

1. Building your digital mindset
2. Digital Content Development
3. Aktivasi & Optimasi Media sosial untuk bisnis
4. Aktivasi & Optimasi Toko Online di Marketplace Nasional
5. Aktivasi & Optimasi Ekosistem Google
6. Strategi Digital Marketing untuk Bisnis Lokal dan Nasional
7. Optimasi Fitur Promosi di Marketplace Lokal & Nasional

Sementara peserta yang masuk kelas unggulan, tentu mendapatkan materi yang sifatnya berkelanjutan, growt level. Materi tersebut diataranya adalah sebagai berikut :

1. Praktek Pembuatan Konten Foto, Banner & Video
2. Praktek Digital Marketing dengan Google Ads
3. Aktivasi & Optimasi Toko Online di Marketplace Nasional
4. Customer Relation Manajemen (CRM)
5. Tips Membangun Tim Digital
6. Perizinan/Legal Formal Usaha

Baca juga :   Pengumuman Beasiswa Kampus Dosen Jualan, Priode Agustus 2018

FAQ dalam Pelatihan Digital Marketing untuk UMKM Bank Indonesia

Lazimnya pelatihan-pelatihan UMKM, karakter, wawasan dan mindset peserta sangat berpengaruh pada proses belajar mengajar dan praktikum materi dalam kelas. Kelas potensial mayoritas pesertanya adalah mereka yang baru saja memulai bisnis, meski ada juga yang sudah berjalan 7 tahun. Tapi baru kali ini ikut program pembinaan bank Indonesia. Permasalahan peserta masih berkutat pada :

1. Duluan mana brading atau marketing, padahal mereka belum memiliki cukup anggaran untuk menjalankan aktifitas brand activation.
2. Bagaimana membuat branding yang go national, padahal brand mereka di kota asalnya saja belum juga terkenal, bahkan sesama peserta dalam ruangan saja belum mengenal brand mereka.
3. Bagaimana masuk dan menguasai pasar nasional, padahal di kota mereka tidak tersedia bahan baku untuk produk yang mereka produksi.
4. Bagaimana meningkatkan jumlah transaksi, padahal mereka adalah business owner yang masih berkarakter CEO, Chief Everything Officer, semua dikerjakan sendiri.

Serupa tapi tak sama dengan di kelas unggulan, problem mereka juga unik-unik tapi lebih berbobot jika pembaca bandingkan dengan kelas potensial. Beberapa problem mereka adalah :

1. Bagaimana membangun konsistensi untuk mengaktifkan digital marketing mereka
2. Bagaimana membangun tim digital marketing yang efisien dan efektif
3. Bagaimana membuat konten yang variatif dan kreatif
4. Bagaimana membuat konten hidup dan menghidupkan interaksi serta impresi akun mereka
5. Bagaimana membuat konten yang bisa FYP atau viral.
6. Bagaimana melakukan kerjasama bisnis, kolaborasi bisnis

Narasumber Kewirausahaan Bank Indonesia

Problematika inilah yang dicari dan ditemukan alternatif solusinya oleh para mentor. Mentor dituntut menyodorkan beberapa pilihan solusi untuk masing-masing problem peserta. Pelatihan Digital Marketing untuk UMKM binaan Bank Indonesia KPwI Kaltim ini, menghadirkan 4 mentor digital marketing diantaranya :

Baca juga :   Jasa Review Google Maps (Buat Bisnismu Direkomendasikan oleh Google)

1. Pridana Nasution
2. Suryadin Laoddang
3. Eko Novianto
4. Ari Eko Prasetyo

Selama kegiatan berlangsung, semua mentor menginap di Hotel yang sama dengan kegiatan belajar mengajar. Selain berbagi ilmu, keterampilan dan pengalaman, disela-sela kegiatan para mentor juga menyempatkan waktu untuk refreshing ke Marimar (Mahakam River Market). Sementara itu Suryadin Laoddang juga menyempatkan silaturahmi dengan beberapa teman sekolahnya dulu, waktu di SMK Negeri 1 Wajo (Sul-Sel) yang kebetulan merantai ke Samarinda.

Pengajian Konten Digital Marketing di Quttab

Di hari terakhir, pasca berbagi ke peserta, Suryadin Laoddang memilih beranjak dari lokasi acara terlebih dahulu, tidak bersamaan dengan para mentor lainnya. Sosok yang terkenal dengan personal branding Dosen Jualan ini beranjak ke Kota Balikpapan untuk menghadiri undangan sharing bab digital marketing bersama para Orang Tua Santri (OTS) Sekolah Quttab Alfatih Balikpapan. Sebuah sekolah inklusif bernafaskan nilai islami gagasan Ustadz Budi Ashari. Sharing bertajuk “Bukan Sekedar Konten” ini berlangsung pada 1 Juni 2023, jam 17.00 hingga 21.30 WITA. Hadir lebih dari 50 Ayah dan Bunda santri. Dengan format duduk lesehan peserta menyimak materi selama 45 menit, lengkap dengan sesi tanya jawab dan diskusi.

Pasca acara di Quttab, Dosen Jualan beranjak ke Hotel Platinum Balikpapan, istirahat untuk selanjutnya keesokan harinya kembali ke Yogyakarta dengan penerbangan QG785 (City Link). Setibanya di Yogyakarta pada jam 09.05 WIB, Dosen Jualan melanjutkan perjalanan dengan Kereta Api Bandara ke Stasiun Tugu Yogyakarta pada jam 11.25 WIB, tiba jam 12.00 WIB. Selanjutnya jam 13.05 melanjutkan perjalanan dengan Kereta Listrik Prameks menuju Stasiun Brambanan Yogyakarta, jam 13.26 tiba di stasiun yang terletak di selatan candi prambanan tersebut, tentu mendapat jemputan anak serta istri tercinta pastinya.

Baca juga :   Beasiswa Kuliah Digital Marketing di Kampus Dosen Jualan 2024