Kunjungan Dosen Jualan ke Tan’eem Muslim Dress, Kudus Jawa Tengah

Kupas Hingga Tuntaskan Masalah

Kronologi Dosen Jualan diundang ke Tan’eem

Kronologi kunjungan ini berawal dari keikutsertaan owner Tan’eem pada salah
satu seminar oleh Dosen Jualan. Seminar yang sudah berlalu sekitar 1,5 tahun
silam. Nah, tahun 2019 ini Tan’eem dirundung masalah. Seketika itu, Noval,
owner Tan’eem generasi kedua, teringat Dosen Jualan dan ingin
mendiskusikannya.

Tan’eem Dulu dan Kini

Tan’eem sendiri merupakan konveksi yang mulai dirintis pada tahun 1997 oleh
pasangan suami istri. Kemudian pada tahun 1999 mulai benar-benar
memproduksi sendiri. Konveksi ini menggarap fashion busana muslimah
khususnya gamis perempuan. Kini Tan’eem diteruskan pada putra-putrinya,
Noval dan Mahda.

Noval dan Mahda ditemani oleh Mutia, sepupu mereka, dalam menggarap bisnis
keluarga tersebut. Mereka merasakan tantangan yang berbeda dari generasi
pertama. Dulu, kompetitor konveksi tak sebanyak sekarang. Sekarang, konveksi
sudah menjamur, membuat mereka harus sigap dan siap bersaing di era serba
online ini.

Problematika yang Mesti dihadapi

Usaha fashion memang tidaklah mudah. Ia harus mengikuti pasar. Jika lengah
sebentar saja, rugi yang didapat. Sebab pasar sudah berubah. Menurut riset,
fashion berubah setiap 2 pekan sekali.
Selain problematika dari eksternal Tan’eem, ada pula problematika dari internal
Tan’eem sendiri. Bukan lantaran owner Tan’eem berebut kekuasaan. Justru
mereka ingin bahu membahu membuat Tan’eem berjaya kembali.
Permasalahannya, mulai dari proses produksi, mengorganisisr agen dan reseller,
hingga proses pemasaran.

Mengupas dan Menuntaskan Persoalan yang dihadapi

Akhirnya, Kamis 31/7/19 Dosen Jualan bersama tim benar-benar berkunjung ke
Tan’eem, Kudus Jawa Tengah. Saat tiba, sudah tersedia sate kerbau, sate khas
Kudus, untuk sarapan. Kemudian beralih pada intinya, mendiskusikan problem
yang cukup menyita pikiran punggawa-punggawa Tan’eem ini. Satu persatu, pihak
Tan’eem mengutarakan permasalahan yang terjadi. Sesekali ada perselisihan wajar
turut mewarnai.

Dosen Jualan memaparkan, “Momentum tahun ini memang sedang pahit bagi
pengusaha. Insya Allah tahun depan titik balik kembalinya lebih berjaya.”
Pihak Tan’eem juga mengutarakan cara-cara kompetitor yang membuat gerah.
Pasalnya, mereka memproduksi banyak dan habis dalam waktu sekejap. Ketika
dikaji kembali bersama tim Dosen Jualan, bahwa hal semacam itu belum tentu
seperti yang sebenarnya terjadi. Bisa jadi mereka menciptakan delusi bagi orang
yang melihat. Itulah salah satu trik marketing.

Mindset seorang pengusaha ialah mindset solutif. Bukan mindset yang berorientasi
pada problem. Begitu yang ditekankan tim Dosen Jualan sejak awal. Maka ketika
membahas kekuatan dalam memproduksi yang masih kurang, maka solusi yang
dicari.

Solusinya bahkan bisa jadi amal jariyah bagi Tan’eem. Solusinya, membuat
sekolah menjahit free. Selain itu, memakai sistem plasma dan memperbaiki sistem
supra plasma yang pernah dipakai Tan’eem.
Sistem plasma yaitu sistem produksi yang dilakukan oleh orang lain dengan segala
alat dan bahan dari perusahaan. Sedangkan supra plasma, hampir sama. Namun
pencarian penjahit dilakukan oleh karyawan Tan’eem yang ingin membuka usaha
yang sama, konveksi.

Masalah Pelik

Terkait masalah agen dan reseller, ini merupakan problem utama. Sehingga sangat
perlu berdiskusi dengan Dosen Jualan. Satu per satu, masalah ini diuraikan
penyebab dasarnya. Kemudian setelah ada keputusan, diuji dengan pandangan
resiko yang akan dihadapi. Sehingga solusi yang didapat, diharapkan adalah solusi

terbaik bagi banyak pihak. Tak hanya Tan’eem sendiri, melainkan pihak agen,
reseller dan end user.
Tak lupa, ada peringatan ketika kita serius terjun dalam bisnis.
“Data harus rapi, karena kita akan belajar dari data,” pesan Dosen Jualan

Proses Pemasaran Online

Selama ini, proses pemasaran online Tan’eem, sudah bermacam cara. Cara-cara
tersebut ialah market place, facebook, instagram, what’s app dan website. Meski
sudah berjalan, pengelolaah marketing online Tan’eem tetap perlu ditingkatkan.
Setiap jenis usaha, maka ada tips-tips berbeda. Meski pada dasarnya sama. Maka
dari itu, Dosen Jualan yang bergelut dan fokus pada digital marketing,
memberikan tips-tips yang khusus untuk dijalankan Tan’eem.

Alhadulillah Akhirnya dari Diskusi

Masalah-masalah yang diutarakan, satu per satu dituntaskan. Penuntasan dengan
pikiran tenang dan tetap berorientasi pada kemashlahatan orang banyak. Selama
12 jam tim Dosen Jualan dan punggawa Tan’eem mendiskusikannya. Tentu,
ketika adzan berkumandang, proses diskusi dipending. Selain itu, tetap disela
istirahat sebentar untuk sekedar mengisi perut.
Tak terasa, sekitar jam 22.00 malam, diskusi dicukupkan. Awalnya, ditargetkan
sore akan selesai, ternyata hingga larut malam. Kemudian, terpaksanya tim Dosen
Jualan harus menginap di Tan’eem Kudus.

Dosen Jualan berpamitan sekitar pukul 7 pagi. Akhir pertemuan, Dosen Jualan
kembali mengingatkan akan kesimpulan poin-poin yang perlu dilakukan oleh
Tan’eem. Harapan dari pertemuan ini, Tan’eem juga bisa berjaya kembali.
Bahkan makin berjaya dan bermanfaat bagi sekitar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *