Trik Follow Up Customer yang Anti Mainstream

Follow-up calon pembeli sering kita lakukan sebagai pelaku bisnis. Follow-up sendiri adalah menanyakan kelanjutan tentang sesuatu, dalam hal ini calon pembeli yang akan membeli produk atau jasa anda. Namun, seringkali kita mendapatkan balasan follow-up yang tidak sesuai ekspektasi kita. Bahkan beberapa calon pembeli juga memiliki perilaku kurang bagus ketika anda follow-up. Selain itu kita sebagai penjual atau pelaku bisnis cepat sekali menyerah ketika follow-up kita tidak membuahkan hasil. Maka dalam hal ini Kampus Dosen Jualan memiliki trik follow up customer atau calon customer anda follow-up anda tidak sia-sia.

Cara Follow Up Customer lewat WhatsApp yang Benar

Tahukah anda setiap 80% penjualan membutuhkan setidaknya 5x follow-up agar penjualan tersebut sukses. Namun, 40% penjual menyerah setelah melakukan follow-up pertama. lebih lanjut lagi, kebanyakan orang yang berbisnis malas untuk melakukan follow-up pesanan atau bisnis mereka. Selain itu pesan yang mereka gunakan ketika follow-up kurang efektif dalam menarik calon pembeli agar mereka membeli produk mereka.

Bahkan salah satu platform yang selalu kita gunakan untuk mengirim pesan seperti WhatsApp tidak kita gunakan secara efektif. Oleh karena itu kita perlu cara untuk follow-up calon pembeli kita secara efektif. Berikut trik follow up customer atau calon customer anda dengan pesan yang efektif melalui WhatsApp.

Kalimat Follow Up yang Benar

Kita biasanya melihat pesan follow-up yang sudah sering kita dengar. Seperti “hai, kak bagaimana pesanannya, jadi?”, “bagaimana kak sudah memutuskan pilih produknya?”, atau “selamat malam kak, mau follow-up pesanannya”. Perlu anda ketahui kalimat-kalimat ini merupakan kalimat yang kurang efektif untuk anda gunakan ketika follow up calon pembeli. Hal ini karena pesan terlalu hardselling atau terang-terangan dan terlalu memaksa. Sehingga akan menyebabkan calon pembeli pergi atau hanya baca pesan anda karena terlalu mengganggu mereka.

Baca juga :   Sembako yang Laris di Bulan Puasa, Boleh Jadi Ide Jualanmu Nih

Contoh kalimat yang bisa anda gunakan seperti “Halo, kak, apa kabarnya? semoga kakak dan keluarga sehat selalu”. Selanjutnya anda bisa menanyakan pesanan mereka dengan nada yang bersahabat. Seperti “oh iya kak, di sistem kami nama kakak tercatat memiliki 1 pesanan terkait produk kami. Adakah yang bisa saya bantu terkait produk ini?”. Trik follow up customer seperti ini biasanya memiliki peluang yang lebih tinggi agar adanya penjualan.

Trik Follow Up Anti Mainstream

Nah lebih baik anda menggunakan trik follow up customer dari Kampus Dosen Jualan yang anti mainstream.

Tanyakan kabar dan doakan. Langkah pertama anda bisa membuat kalimat dengan bertanya kabar calon pembeli dan mendoakan kesehatan mereka. Dengan menanyakan kabar mereka anda terkesan bersahabat dengan calon pembeli. Maka dalam hal ini sebagai penjual, anda harus menjadi sahabat bagi calon pembeli atau pelanggan anda. Sehingga mereka tidak akan segan untuk membeli atau berbisnis dengan anda.

Memberikan nilai tambah jika ada. Jika anda memiliki promo atau nilai tambah yang bisa anda beri, maka gunakan nilai tambah tersebut agar calon pembeli merasa senang. Promo atau nilai tambah lainnya memang sudah biasa. Namun, jika anda menggunakannya di waktu yang tepat, maka calon pembeli atau pelanggan anda lebih tertarik lagi.

Tawarkan bantuan. Biasanya calon pembeli memiliki banyak pertimbangan dalam memilih produk atau jasa yang akan mereka beli. Sehingga mereka seringkali kesulitan dalam memilih produk atau jasa yang benar-benar sesuai dengan keinginan dan kebutuhan. Atau mungkin juga mereka kesulitan di dalam hal lainnya yang berhubungan produk atau jasa anda. Oleh karena itu tidak salahnya anda menawarkan bantuan yang dapat menyelesaikan masalah mereka. Dengan bantuan ini, harapannya mereka akan lebih percaya dengan bisnis yang anda jalankan.

Baca juga :   Jalan Pedang Kampus Dosen Jualan; ; Musashi dan Repetisi

Jangan memerintah. Anda tidak perlu memaksa calon pembeli untuk membeli produk atau jasa anda. Hal ini karena bisa jadi produk yang anda tawarkan tidak bermanfaat bagi mereka. Sebagai pelaku bisnis, anda hanya perlu follow-up dengan nada yang bersahabat. Sehingga mereka tidak merasa terpaksa ketika membeli produk atau jasa anda. Hasilnya, mereka yang membeli produk atau jasa anda kemungkinan besar dapat menjadi pelanggan anda.

Penutup

Follow-up calon pembeli atau klien merupakan salah satu kegiatan bisnis yang penting agar bisnis anda dapat menghasilkan cuan atau keuntungan maksimal. Hal ini karena calon pembeli atau klien sering memiliki pertimbangan yang banyak ketika akan melakukan pembelian atau mulai berbisnis dengan anda. Bukan berarti mereka ragu dengan bisnis yang anda jalankan, tetapi masih terdapat banyak bisnis yang sama dengan penawaran yang mungkin lebih baik dari penawaran yang anda miliki. Oleh karena itu follow-up juga penting kita lakukan karena kegiatan ini juga menyampaikan nilai atau kelebihan bisnis atau produk kita dari kompetitor.