Tips Menyusun Konten Edukasi untuk Digital Marketing

Tips Menyusun Konten Edukasi untuk Digital Marketing

Tulisan ini akan menjelaskan bagaimana tips menyusun konten edukasi untuk digital marketing. Dunia digital marketing saat ini menjadi strategi yang bisa dikatakan ‘wajib’ digunakan oleh para pelaku UKM. Tujuannya sudah jelas, agar yang tertinggal dan tenggelam oleh perkembangan zaman. Kemudahan dalam mendapatkan akses dan biaya yang murah dalam mendapatkan alat menjadi dua daya dukung yang masif bagi pemanfaatan digital marketing.

Cara Membuat Konten Jualan yang menarik pertama kali adalah paham apa itu hakikat digital marketing

Digital marketing adalah sebuah media yang sangat efektif dijadikan sebagai sebuah platform pemasaran. Kita bisa lihat, pelaku usaha saat ini berbondong-bondong pada masuk ke dunia digital marketing. Tidak terkecuali pelaku UKM yang sedang membaca artikel ini. Mereka berupaya memasarkan produk melalui berbagai macam platform mulai dari yang termudah seperti media kirim pesan sampai ke media yang lebih kompleks seperti membuat website serta mengoptimasinya. Berbekal kemampuan yang dipelajari secara otodidak dan cukup minim mereka mencoba keberuntungan, berharap dapat ikut menikmati panen raya dengan berselancar di dunia internet dengan menjual produk mereka. Banyak yang berhasil, sudah pasti, namun sayangnya tak sedikit pula yang pada akhirnya berhenti dan menyerah karena memang tidak membuahkan hasil penjualan apapun untuk bisnisnya. Walaupun sudah berkali-kali mencoba dan mengulangi dengan konsisten. Tips Menyusun Konten edukasi akan memudahkan kita dalam digital marketing

3 langkah membuat konten marketing

Pertama adalah calon konsumen belum percaya terhadap prodak atau bisnis kita. Online maupun offline, orang-orang tidak akan membeli dari penjual yang tidak dipercaya. Akan berbeda kasus jika kita memiliki toko offline, calon konsumen bisa melihat langsung. Karena itu, untuk mendapatkan kepercayaan dari calon konsumen, kita butuh usaha yang lebih ekstra dibandingkan melakukan penjualan offline.

Baca juga :   Indexing dan Backlink Untuk Meningkatkan Trafik Website

Kedua adalah tidak tepat sasaran. Ini kesalahan yang paling sering dilakukan oleh banyak praktisi digital marketing, khususnya pemula. Mari kita lihat dan pahami lagi, sejauh ini apakah konten yang sudah kita tayangkan sesuai dengan target market prodak kita?

Konten Marketing yang bagus adalah yang merangsang pembaca untuk action

Ketiga adalah pengunjung kita masih bersifat pasif. Orang-orang yang sedang browsing di internet otaknya dalam kondisi pasif. Membaca artikel, melihat gambar, menonton video, membuka tab baru, lalu menutupnya. Tidak bergerak. Jadi, konten yang kita buat harus mampu merangsang mereka untuk bergerak. Jika tidak, mereka akan tetap pasif.

Yuk, simak dengan teliti bagaimana cara menghasilkan konten yang menarik dan menjual.

Cara Membuat Konten yang Menarik

  1. Pahami tujuan konten

Tujuan dari konten bukan hanya untuk mendatangkan visitor saja. Tetapi lebih dari itu. Sama seperti prinsip content marketing, konten memiliki 3 tujuan:

  1. Mendatangkan visitor
  2. Meningkatkan kepercayaan
  3. Penjualan
  4. Meningkatkan kepercayaan

Setiap konten memiliki tujuannya masing-masing. Tidak bisa dalam satu konten mencakup 4 tujuan tersebut. Sebagai contoh, konten untuk meningkatkan visitor tidak akan berdampak dalam penjualan.

Cara Membuat Konten Promosi adalah dengan melihat target pasar kita

Jadi, tugas kita adalah membuat konten-konten yang bervariatif. Agar semua tujuan di atas tercapai. Karena calon konsumen akan bosan dan segera beralih ke situs atau web yang lain jikan konten yang kita sediakan hanya menyuruh mereka untuk selalu membeli produk-produk kita.

  1. Kenali target market kita

Zaman sekarang informasi sudah ada di mana-mana, sebelum membeli sesuatu kita terbiasa untuk mencari informasi terlebih dahulu lewat internet. Hal ini kita lakukan agar kita tahu kualitas yang terbaik. Karena alasan ini, fokus kita adalah membantu mereka menyelesaikan masalah terlebih dulu.Karena, prinsip content marketing adalah membantu menyelesaikan masalah, baru menjual.

Dari sini mereka akan semakin mengenal kita, mulai menaruh kepercayaaan dengan kita, dan akhirnya menggunakan produk kita. Maka, sekarang kita harus menyediakan konten yang menyelesaikan masalah calon konsumen kita. Tentu yang berhubungan dengan apa yang akan kita jual. Agar kita tahu masalah calon konsumen, makan kita harus “kenal” dengan mereka. Caranya dengan membuat atau menentukan buyer persona.

Buyer persona secara sederhana adalah kita perlu tahu siapa saja orang-orang yang biasa membeli produk yang akan kita jual, dengan range umur berapa, perilaku sehari-hari bagaimana, dan apa permasalahan yang mereka alami. Kita kumpulkan semua informasi tersebut, jadikan sebuah karakter.

Baca juga :   Cara Menghitung Insight Instagram agar Tingkatkan Engagement Akun

Contoh data yang kita perlukan misalnya, Pekerjaan: jabatan dan deskripsi pekerjaan. Biodata: umur, perkiraan penghasilan, pendidikan, keluarga. Hobi, rutinitas, ketertarikan, perilaku ber-internet. Ambisi (tujuan) dan halangan/tantangan. Apa yang bisa kita bantu untuk mencapai tujuan mereka.

Contoh konten menarik biasanya telah dibuat jadwalnya jauh sebelum konten itu terbit

  1. Buat perencanaan dan pemetaan konten

Ada 2 jenis konten yang sering kita temui di internet. Pertama, konten yang isinya ringan, bisa dinikmati oleh banyak orang, bahkan bisa berpotensi menjadi viral. Kedua, konten yang isinya lebih mendalam, tentang industri bisnis kita, tidak bisa dinikmati oleh banyak orang, tapi orang-orang yang memang butuh bakal cinta dengan konten ini.

Strategi konten yang akan kita buat harus memuat dua jenis konten tersebut. Konten pertama akan berfungsi menarik pengunjung agar mendatangi website kita. Konten seperti ini akan membuat banyak orang kenal dengan website. Sementara konten kedua akan membuat mereka yakin dan percaya dengan kualitas kita.

Supaya lebih mudah, kita coba pisahkan jenis konten tersebut menjadi 3, Konten pengenalan, Konten branding, Konten penjualan.  Dalam tahap perencanaan konten, tugas kita adalah melakukan pemetaan ide konten ke dalam masing-masing tipenya untuk tiap persona.

Contoh Konten Marketing

Pengenalan: 7 cara jualan laris di dunia digital marketing

Branding: youtube media sosial yang efektif untuk jualan

Jualan: cara mudah jualan di dunia digital marketing bagi pemula

Kita bisa lihat, jika konten pengenalan banyak orang dapat menikmati, meskipun saat ini mereka tidak sedang ingin jualan di dunia online. Siapapun dan kapanpun bisa menikmati. Sedangkan konten branding sudah lebih fokus.Konten branding hanya bisa ternikmati oleh mereka yang ingin belajar jualan melalui youtube. Tapi dalam tahap ini kita belum juga melakukan penjualan.Fungsinya adalah supaya mereka ingat dengan kita.

Baca juga :   Cara Membuat Konten Original dengan Jurus ATM (Amati, Tiru, Modifikasi)

Kemudian dari sana kita arahkan ke konten penjualan yang mengandung penawaran kepada mereka untuk membeli atau menggunakan layanan yang kita tawarkan. Ketiga jenis konten ini sangat erat ikatannya.

Cara Membuat Konten original atau yang asli adalah dengan menerapkan rumus AIDA

  1. Buat konten dengan prinsip AIDA

Selain dari kebermanfaat konten dan tujuan dari konten promosi itu sendiri, dalam membuat konten teman-teman juga harus menerapkan pola AIDA. Apa itu AIDA? Attraction, Interest, Desire, Action. Dalam membuat konten promosi yang efektif, AIDA ini dapat kita ramu menjadi rumus yang epik.

Attraction sendiri merupakan unsur yang dapat menarik perhatian pemirsa untuk melihat konten. Bisanya elemennya terdiri dari gambar, foto, kombinasi warna, atau tipografi. Prinsipnya di sini, hadirkan pembuka yang berupa gambar, foto, kombinasi warna, atau tipografi dapat menarik orang untuk berhenti melihat konten. Buatlah attraction dengan sebaik mungkin, karena itu adalah kunci agar viewers meneruskan membaca/melihat konten secara utuh.

Interest merupakan unsur yang dapat membuat pemirsa tertarik untuk membaca konten dan mengetahui lebih jauh. Elemen interest dapat berupa copywriting (narasi) yang mengandung: tagline, quote, logline, pernyataan misi, atau cerita. Di bagian ini, upayakan temen-temen dapat memberikan pemirsa sesuatu yang menarik sehingga mereka mau membaca konten secara utuh.

Desire merupakan unsur yang dapat membuat pemirsa yang tadinya sudah tertarik menjadi ingin. Elemen desire dapat berupa copywriting: berupa insentif, bujukan/ajakan.

Action sendiri merupakan unsur yang memberikan informasi terkait apa yang harus kita lakukan bila sudah memutuskan tindakan. Elemen action dapat berupa link untuk daftar/pesan, nomor telpon, alamat venue, tagar, tanggal, harga, dan info lain yang kita butuhkan untuk memutuskan tindakan.

  1. Jadwalkan konten dengan baik

Setelah semua tahapan di atas kita memahami cara membuat konten promosi agar lebih efektif, selanjutnya adalah buat jadwal kapan harus upload konten promosi. Hal ini menjadi penting sebagai pegangan kita untuk terus konsisten memproduksi konten promosi. Selain itu, dengan memiliki jadwal konten atau kalender konten, konten promosi kita akan menjadi lebih terarah sesuai dengan tujuan membuat kontan.

Jadwal konten promosi dapat kita buat harian untuk media sosial seperti Instagram. Sedangkan untuk konten di website atau di youtube kita bisa membuat konten mingguan.

Prinsipnya, menggunakan media digital marketing baik itu media sosial seperti Instagram, Youtube, maupun website itu butuh proses. Tidak bisa sekali posting langsung bisa menghasilkan penjualan dan mendapat keuntungan.

Itulah tips menyusun konten edukasi untuk digital marketing anda. Jangan lupa untuk menyimak tips lain dari Kampus Dosen Jualan.

Pengunjung juga mencari:

  • kata membuat kaliman edukasi konten kretaor fb lucu