Strategi Promosi Obyek Wisata dengan Manajemen Sosial Media

Obyek wisata desa mulai marak bermunculan. Kemunculan mereka lahir lantaran kesadaran yang tumbuh untuk memajukan dan melestarikan lingkungan desanya. Tak lupa juga demi mensejahterakan masyarakatnya. Kesadaran mulia yang perlu dipupuk dan dijaga.

Namun kesadaran itu hanya akan menjadi kesadaran yang sia-sia jika tanpa perencanaan dalam proses mempromosikannya. Sebab, usaha apapun tanpa strategi promosi yang terencana maka hasilnya tak bisa optimal, termasuk usaha obyek wisata.

Ahad, 19/05/19 Dosen Jualan sharing ilmu terkait hal tersebut. Harapannya, obyek wisata desa yang rata-rata belum ramai pengunjung, bisa ramai pengunjungnya. Bisa makin dikenal masyarakat luas dan stabil. Bahkan menjadi destinasi wisata dari mancanegara. Tentu, tetap dengan membawa ciri khas dari masing-masing wisata.

Kampus Dosen jualan sendiri merupakan sekolah non-formal yang memiliki kampus yang bertempat di Yogyakarta tepatnya Piyungan. Selain itu memiliki cabang yang tersebar di makasar, tangerang, cibubur yang telah meluluskan 1800 alumni.

Pelatihan ini sebenarnya diutamakan mengajak pelaku usaha obyek wisata sekitar piyungan dan banguntapan. Namun ada juga peserta yang jauh-jauh datang dari Kendal, Jawa Tengah menuju Kampus Dosen Jualan di Piyungan.

Permasalahan yang dialami peserta rata-rata yaitu sudah mengeluarkan uang berjuta-juta namun pengunjung obyek wisata masih minim. Uang itu merupakan swadaya dari orang-orang di dalam komunitas tersebut yang merupakan nyawa dari obyek wisata. Jika tak ingin sia-sia, maka sang inisiator harus menjaga ritme pengelola ini supaya tetap hidup. Nah, inilah mengapa strategi promosi perlu direncanakan. Jangan sampai kita berbangga diri dengan memiliki tempat namun masyarakat sekitar pun banyak yang belum mengetahuinya.

Berdasarkan caranya, promosi/pemasaran dibagi menjadi 2, yaitu offline dan online. Pemasaran secara ofline dimulai dengan pendataan masjid, sekolah, kantor pemerintah dll. Setelah punya data, kirirmi surat. Sedangkan pemasaran online menggunakan media sosial seperti instagram, facebook, you tube, website dll.

Terkait pemasaran online, biasanya konten yang diposting dalam media sosial by accident. Hal tersebut akan berbahaya bagi kelangsungan bisnis. Sebab, jika ide tiba-tiba sedang buntu atau yang biasanya mengupload sedang sakit, akan menghambat atau menunda. Sedangkan, jika sudah dimanajemen sejak awal, maka ke depannya akan mudah.

Pertama, kita menentukan tema-tema yang akan diupload. Sasaran berbeda, maka akan menentukan tema yang berbeda dan akan berbeda juga bahasanya. Saran tema: kelas sosial-target konsumen, jenis layanan wisata, keunggulan inti, keunggulan pendukung, fasilitas, SDM, aspek sosial spiritual, endorse, testimoni, prestasi/penghargaan, aktivitas internal.

Misalkan saja terkait tema fasilitas: tersedia pemancingan, alat pancing, alat duduk (tikar), disediakan tour leader, dll. Misal terkait tema endorse: pejabat-pejabat sekitar misal Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama, Pimpinan Cabang Muhammadiyah, Kepala Sekolah terdekat, Bupati, Kyai, Ustadz, dll. Misal terkait tema testimoni: simbah-simbah, pengunjung dari jauh, anak-anak, pasangan suami istri, dll.

Penggunaan Sosial Media

Facebook dapat digunakan untuk mencari konsumen, pelatih, ataupun mitra kerja. Artinya facebook dapat mencari teman facebook sesuai kebutuhan. Website yang dapat digunakan yaitu www.searchisback.com.

Selain facebook, kita juga dapat menggunakan aplikasi instagram. Fenomena terkait instagram yaitu berlomba-lomba mencari follower sebanyak-banyaknya. Padahal keberhasilan suatu usaha bukanlah melihat banyaknya follower. Namun melihat banyaknya follower yang sesuai target marketing suatu usaha.

Jadi, lebih baik punya follower instagram banyak namun bukan sesuai kebutuhan atau sedikit namun sesuai kebutuhan? Tentu, mempunyai folower banyak dan sesuai kebutuhan usaha kita, termasuk usaha obyek wisata.

Sembari mengikuti pelatihan, ide-ide segar justru muncul. Itu yang dirasakan setiap peserta.
“Bisa juga ada paket wisata,” ujar salah satu peserta
“Persewaan sepeda tadi jadi kepikiran,” ujar peserta lain menimpali
“Ada persewaan tikar,” tambahnya.

Menurut salah satu peserta, tentang pentingnya manajemen media sosial,
“Tentang manajemen online yang tadi ngena banget. Soalnya jika hanya posting-posting yang teknis itu mudah banget. Tapi untuk konten memang harus direncanakan,” ujar Heri salah satu peserta pelatihan yang dari Kendal saat diwawancarai

“Terima kasih pak, sangat bermanfaat sekali,” ucap Heri sambil menyalami Suryadin Laodang atau yang sering disapa Pak Dosen Jualan.
Ada kata bijak yang senada dengan pelatihan tersebut, “Gagal merencanakan, sama artinya dengan merencanakan kegagalan.” Kalimat itu tak hanya untuk bisnis kita namun juga kehidupan kita. Salam sukses pengusaha.!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *