Serah Terima Memorandum Kesepahaman Lembaga Pendidikan Profesi “Kampus Dosen Jualan” dengan STMIK AKAKOM Yogyakarta

mou Akakom kampus dosen jualan

Tentang STMIK AKAKOM

Dosen Jualan – 10/9/19 Dosen Jualan dan tim berkunjung ke STMIK AKAKOM Yogyakarta. STMIK AKAKOM ini singkatan dari Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Akademi Aplikasi Komputer. Kampus ini merupakan perguruan tinggi pertama dalam bidang komputer se-Jawa Tengah dan DIY.

Awalnya, kampus ini bernama AKAKOM. Kemudian tahun 1992 diubah menjadi STMIK AKAKOM.  Kampus ini terdiri dari 5 program studi, diantaranya yaitu Komputer Akuntansi (D3), Teknik Komputer (D3), Manajemen Informatika (D3), Sistem Informasi (S1) dan Teknik Informatika (S1).

STMIK AKAKOM Yogyakarta diketuai oleh Ir. Totok Suprawoto, M.M., M.T. Tahun ini adalah tahun kedua Totok menjabat, hingga 2022 mendatang. STMIK AKAKOM beralamat di Jl. Raya Janti Karang Jambe No. 143 Yogyakarta 55198, Indonesia.

Isi Kesepakatan

“Bersyukur kami, bisa bekerja sama dengan pihak luar kembali,” ucap Totok di awal sambutannya

“Kami tidak bisa kerja sendiri. Kami harus bekerja sama, berjejaring dengan pihak luar yang berhubungan dengan industri yang mengarah pada informatika,” lanjutnya

Pihak STMIK AKAKOM yang diwakili oleh sang ketua, sangat bahagia dengan adanya kerja sama dengan Kampus Dosen Jualan.

“Selasa, 10 September 2019, secara resmi, STMIK AKAKOM dan Kampus Dosen Jualan bersinergi,” ucap pembawa acara secara tegas

Berikut adalah ini MoU antara pihak pertama dengan pihak kedua. Pihak Pertama, ialah pihak KDJ. Sedangkan Pihak Kedua ialah STMIK AKAKOM. Poin MoU ini menyepakati sebagai berikut:

Pihak Pertama, siap menjadi tempat pembelajaran untuk mahasiswa yang akan magang atau sedang mengambil Tugas Akhir/Skripsi/Thesis atau mahasiswa yang sedang ditugaskan oleh Pihak Kedua, dengan jadwal yang diketahui oleh kedua belah pihak.

Pihak Kedua, memberikan kesempatan/keluangan waktu kepada Pihak Pertama untuk memberikan training motivasi khususnya marketing digital/kewirausahaan baik kepada mahasiswa baru ataupun mahasiswa keseluruhan atau sebahagian disesuaikan dengan jadwal yang dibuat oleh Pihak Kedua.

Baca juga :   Kunjungan Dosen Jualan ke Tan’eem Muslim Dress, Kudus Jawa Tengah

Harapan ke Depan

MoU yang berlangsung selama 1 tahun ini, diniatkan untuk saling menguntungkan kedua belah pihak. Kesepakatan ini memungkinkan adanya penambahan kegiatan-kegiatan bermanfaat selanjutnya.

“Terus terang saja kami belum banyak yang bergelut ke arah sana,” ucap Dosen yang juga merupakan petinggi di STMIK AKAKOM

Maka dari itu, harapannya ada orang yang berkompeten untuk mendampingi civitas akademika STMIK AKAKOM terutama mahasiswa. Apalagi mahasiswanya dipersilakan untuk belajar dalam agenda Magang/PKLnya.

STMIK AKAKOM memiliki inkubator bisnis, sebagai wadah mahasiswa-mahasiswanya dalam berwirausaha. Melalui MoU ini, harapannya agar mahasiswa yang tergabung dalam inkubator bisnis, dapat menimba ilmu di Kampus Dosen Jualan.

“Nantinya kita bisa berbagi dengan industri yang fokus dalam bidang IT dari sisi ilmu maupun dari sisi praktik,” Totok berharap

“Sebuah kebanggaan bersinergi dengan lembaga pendidikan informatika pertama yang masih eksis hingga sekarang,” ucap Dosen Jualan di awal sambutan

Harapan Dosen Jualan, lulusan STMIK AKAKOM, bisa bersaing di kancah global dengan kemajuan teknologi yang semakin maju. Maka seyogyanya, ketika menjadi mahasiswa, harus dibekali dengan kewirausahaan, public speaking dan keilmuan digital marketing.

3 poin keilmuan ini, “untuk menjua diri”. Hal ini dalam artian bahwa lulusan STMIK AKAKOM tidak kebingungan dengan arahan masa depannya. Mereka tinggal mengaplikasikan keilmuannya yang menjadi modal dasar dalam dunia kerja era kini. Keilmuan yang mereka dapatkan dari kampus STMIK AKAKOM, Kampus Dosen Jualan juga organisasi.

Meskipun, ada stigma buruk bahwa lulusan IT identik dengan kharakter: bisu, tulis, mudah marah bila ada sedikit gangguan. Padahal tanpa mengurangi keseriusan, seorang ahli IT juga perlu “menjual diri”.

Dosen Jualan sedikit memberikan gambaran terkait wawancara model zaman sekarang. Kini, kebanyakan tes wawancara tidak lagi dengan gaya yang konvensional. Gayanya lebih modern namun jauh lebih sederhana.

Baca juga :   Kampus Dosen Jualan Membuka Lowongan Kerja

Contohnya, pelamar diminta menggambarkan permainan bola dengan score 2 – 0 pada menit ke sekian. Namun gambaran itu, disampaikan dalam bahasa pemrograman. Kebanyakan pelamar, kesulitan. Ini tandanya, ia hanya menghafal, bukan memahami logika pemrograman.

“Terima kasih pak Totok beserta jajarannya STMIK AKAKOM Yogyakarta,” ujar Dosen Jualan di akhir sambutannya

Selanjutnya, MoU ini dilanjutkan dengan kuliah umum untuk program studi Teknik Informatika lintas angkatan. Kuliah umum ini bertemakan “Digital Marketing”, tema yang pas dari sekolah digital marketing, Kampus Dosen Jualan.

Leave a Reply