Sekolah anak pengusaha Hari kedua bag-2

Sekolah anak pengusaha (2)

 

Oke sahabat kampus dosen jualan semua, come back lagi nih. Pengen tau, dan kepoin ngga lanjutan dari sekolah anak pengusaha (1). Yang keseruannnya banyak banget. Ada kunjungah ke peternakan kambingnya juga, ada main main lumpurnnya juga. Dijamin deh liburan bersama para kakak-kakak kampus dosen jualan ngga  boring, ngga gabut.

Kan kalo liburan biasanya Cuma ke rumah nenek, liburan kemana-mana aja gitu, bahkan ada yang full time rebahan. Hahahaha itukan gaya anak milenial kini. Juga bagi para kaula muda masa kini nih, hayuuuk mengisi liburan yang bermanfaat bersama program kelas “sekolah anak pengusaha”.

Dan ikuti keceriaan sekolah anak pengusaha bersama kampus dosen jualan (2). Berikut ini;

Seperti biasa ya guys, kita bangun mulai jam 3 pagi loh, ketika ayam jantan berkokok kami pun juga terbangun. Hoammm, para peserta ada yang masih mengantuk rupanya wkwkwk. Hingga tiba waktu sholat subuh. And then kita sholat subuh bareng deh. Habis itu kita mengaji bersama.

Nah ini nih yang paling seru, senam unyu-unyu. So kenapa pake senam segala? Ya iyalah biar ngga pada ngantuk. Secara kan biasanya yang ngga biasa bangun pagi nih dibangunin jam 3 masih pada ngantuk. Ya kan yak an. Hayooo ngaku kelakuan siapa nih.  Selain itu  para peserta juga mempraktikkan senam penguin loh. Iya senam penguin yang lucu itu.

Matahari semakin naik, makin siang aja nih, ngga terasa waktu begitu terlintas cepat. Tiba waktunya untuk mandi, biar wangi. Karena habis ini kita bakalan ada surprise buat para peserta. Ada yang tau apa? Iyups praktik jualan di pasar.

Tentunya dong ngga sendiri, tetap didampingin sama kakak-kakak dari kampus dosen jualan.

Baca juga :   3 usaha yang akan menjadi viral di tahun 2020

Jadi anak langsung berinteraksi dengan para konsumen. Pada intinya sang anak diajarkan bagaiman acaranya berbicara dan merayu para konsumen. Wahh gimana caranya tuh. Pokoknya gimana caranya dagangan harus habis. Dan akhirnya pun semua tim berjalan sukses.

Eits ngga semudah itu ya berjualan di pasar, pasti juga ada beberapa penolakan dan juga komentar dari para warga net. Eeaaaa. Kok kaya +62 ya guys. Mmmm gimana rasanya ditolak? Hh menyakitkan ya, apalagi ditolak mentah-mentah. Apa ngga sangat menusuk bak duri tajam tuh.

Oke tapi nggapapa, namanya juga perjuangan, terus melangkah, hambatan bukan menjadi sebuah penghalang, penolakan juga bukan menjadi alasan untuk berhenti melangkah. Karena orang sukses itu Karena menghargai proses. Jadi sesulit apapun proses itu ayolah tetaap semangat. Jalani dan percaya tangan tuhan selalu membantu.

 

Oke ayah, bunda, gimana ? seneng ngga nih si buah hati sudah pintar berwirausaha. Nah tujuan preaktik jualan dipasar ini adalah untuk mengasah mental anak, agar berani bersosialisasi dengan masyarakat lain dan mengasah jiwa kewirausahaannya.

Oke sahabat kdj, nantikan artikel selanjutnya dan kepoin apa aja sih keseruan sekoalh anak pengusaha ini bersama kampus dosen jualan.