Cara Caper ke Customer dengan Rumus AIDA dalam Jualan

rumus AIDA dalam jualan

Siapa sih AIDA itu? Pasti kita sering denger namanya

Pada dasarnya, semua orang bisa menuliskan kata-kata. Entah menulis chat, broadcast, ataupun surat elektronik. Tetapi tidak semua orang sanggup menulis iklan yang menghipnotis customer dalam promosi mereka. Kenapa harus pake iklan yang menghipnotis customer segala sih? Alasannya satu, karena kita butuh membetot perhatian mereka agar nantinya tertarik dengan produk kita.  Belakangan para pebisnis online sangat membutuhkan seorang copywriting untuk membantu mengiklankan bisnisnya. Sebenarnya apa sih kegunaan copywriting dalam dunia digital marketing ? Lalu bagaimana cara menerapkan copywriting dalam mempromosikan jualan kita? Salah satu penerapannya adalah dengan rumus AIDA dalam jualan, atau rumus AIDA dalam marketing.

4 Rumus AIDA dalam jualan ini bakal powerful banget kalau diterapkan di konten agan-agan semua

Siapa sih AIDA itu? Pasti agan-agan disini pernah atau sering denger namanya. AIDA itu adalah singkatan dari Attention, Interest, Desire, dan Action. Empat rumus ini bakal powerfull banget kalau agan terapkan di konten agan-agan semua. Misalnya mau bikin microblog, caption, japri, broadcast, deskripsi produk, promosi produk, bahkan bio instagram semuanya butuh manfaat formula AIDA biar iklan makin memanjakan mata pembaca.

Mau belajar sekarang gak nih? Ya udah, mari kita mulai dari huruf A yaa biar sesuai abjad, hehe

Attention

Di dalam rumus AIDA untuk jualan tugas agan adalah CAPER. Karena caper adalah salah satu bagian dari teknik AIDA. Caranya adalah membuat calon pembeli berhenti sejenak lalu bersedia untuk lanjut terus dan terus membaca. Caranya simpel yaitu bikin HEADLINE yang merebut perhatian mereka. Pastikan kalimat kamu simpel dan bisa dibaca sambil berlari. Iya, ini seriusan. Coba agan lari-lari sambil baca kalimat agan sendiri. Kalau berhasil baca tanpa mikir berarti iklan agan sudah sangat TOP dan layak jual. Misalnya nih agan jual obat buat kutu kucing. Gimana cara bikin iklannya??

Baca juga :   Fitur Gmail Dan Fungsinya yang Mungkin Kamu Belum Ketahui

Yang perlu diingat adalah target pasar kita merupakan penyuka kucing. Jadi bikin headline yang menggelitik buat mereka. Misalnya,

“SI Meong sudah Tiga Hari Males Nangkep Tikus di Rumah, Eh Ternyata Ini Penyebabnya”

Di headline tidak harus ada kata-kata JUALAN ya Gan. Tugas kita hanyalah membuat customer membaca iklan kita, bukan untuk menyuruh mereka beli produk kita. Hehehe

Interest

Setelah customer baca HEADLINE tentunya gak sampe situ aja dong. Agan harus bikin kalimat pertama sama CETHAR-nya dengan judulnya. Caranya gimana? Ada baiknya di kalimat pertama agan memulai dengan kalimat Tanya. Dari sini pembaca akan merasa sedang berkomunikasi dengan kita.  Selain kalimat Tanya, agan juga bisa memulai dengan kalimat naratif, misalnya aja;

“Alkisah suatu malam, terdengar suara keributan di lantai atas rumah kami. Usut punya usut ternyata Si Meong lagi berantem sama gerombolan liar tikus got yang sangat meresahkan keluarga kami.”,

Kita harus bikin kalimat pertama yang sama menariknya dengan headline. Ini tahap awal nulis rumus AIDA dalam jualan

Udah kan bacanya? Ini memang belum masuk ke kalimat jualan ya gan. Di sini kita baru aja mencari perhatian lebih lanjut sama customer. Kemudian tahap selanjutnya dari rumus AIDA untuk jualan adalah,

Desire

Desire adalah value yang bisa diambil pembaca setelah baca iklan kita. Setelah agan cerita panjang lebar tentang gerombolan tikus vs Si Meong, wajib hukumnya untuk menjelaskan situasi yang sebenarnya. Contohnya dengan kalimat gini,

“Setelah berduel dengan tikus got yang keparat, akhirnya Si Meong pulang dengan penuh luka. Bulu-bulunya rontok dan terkelupas. Ternyata si Meong juga pulang membawa kutu dari tikus keparat. Waah, sangat berbahaya kalau sampai kutu menyebar ke manusia juga. Tapi tenang, kami punya solusi buat menghilangkan kutu tanpa membuat kucing kesakitan. Ini produk kami,”

Baca juga :   Materi Dasar Digital Marketing di Kampus Dosen Jualan

Begitu lebih cocok kan gan? Narasi kucing vs tikus dapat kita oleh menjadi bahan untuk caper ke customer lho. Tapi jangan lupa sama tahap selanjutnya yaa

Action

Setelah bikin desire ke customer, agan boleh menawari mereka produk atau bahkan tidak menawarinya sama sekali. Karena tidak customer sedang membutuhkan obat kutu kucing. Siapa tahu mereka hanya tertarik dengan iklan karena sedang membahas kucing. Jadi jangan kelihatan kalau iklanmu sedang berjualan. Tapi tetap sasaran agan adalah closing dan produk laku ke customer. Caranya bikin kalimat gini aja,

“Sebenarnya gampang lho cara merawat bulu kucing biar tidak cepat rontok dan diserang kutu jahat. Caranya gampang, kalian oleskan salep (…..) ke sekujur badan kucing dan dijamin, kucing kalian akan bebas kutu meskipun babak belur dihajar sama tikus. Murah kok gan, dan aman buat si Meong di rumah”

Gimana, Gann? Bakal kepincut gak kira-kira si customer sama teknik caper kita? BIsa iya, Bisa tidak. Karena promosi gak bisa sekali-dua kali dong. Harus terus menerus sampai calon customer bener-bener terbiasa melihat kelebihan produk kita. Sekian teknik caper ke customer memakai rumus AIDA dalam jualan. Barangkali tips rumus AIDA dalam promosi ini berguna buat meningkatkan omset bisnis. Semoga bermanfaat.