Pembukaan Inkubator Jualan Online Batch 71

Pembukaan inkubator jualan online

Bergerak Maju dengan Belajar Kontinyu di Inkubator Jualan Online

Salam hangat sahabat kampus dosen jualan. di tahun 2020 ini kalian punya target apa aja nih. Kalian harus menciptakan hal-hal besar yah, hal yang baru juga, untuk menuju perubahan yang lebih baik. Begitu halnya untuk kalian nih terutama para sahabat kampus dosen jualan yang terjun pada dunia bisnis.

Memang tak muda untuk membuat sebuah perubahan. Tapi taka da salahnya kita terus berusaha dan mencoba. Tak ada kata menyerah. Tunjukkan kalian bisa. Seperti itulah memacu diri untuk menjadi yang lebih tinggi.

Pada artikel kali ini mimin akan berbagi mengenai Inkubator jualan online. Tentunya kelas incubator ini bersama kampus dosen jualan kita tercinta. Nah seperti apakah kelas incubator ini? Yuk kepoin

Mmm mimin bagi bagi nih mengenai kelas incubator ini, dari peserta dulu deh ya, oke salah satu peserta ada yang memiliki produk sendiri loh, wahh masih muda, umur 25 tahun. Beliau lah mba latifa, seorang gadis kelahiran asli jogja yang mengenyam bisnis body lotion.

Nah gimana nih tipsnya masih muda berani berikarier. Tipsnya adalah berani mengambil resiko dan berdiri ketika terjatuh. Bisa dikatakan bisnis ngga mudah tapi tidak ada salahnya kita mencoba. Seorang pengusaha akan terus melihat kedepan, melihat kebelakang untuk belajar melangkah kedepan.

Nilai dari keberanian tak tertandingi. Seorang pengecutpun apabila berani untuk berubah dan menata hidupnya pasti akan sukses juga. Begitupun dengan teman-teman kampus dosen jualan yang berani mengambil langkah dan resiko berbisnis. Wow. Kalian hebat.

Selain itu ada juga peserta dengan berbekal niat dan ingin belajar bersama kampus dosen jualan. mas syamsudin. Lulusan s1 STT NAS jurusan elektronika. Mmm keren yah, beliau ingin merintis bisnis produksi teh, akan tetapi di Indonesia sendiri untuk menciptakan branding baru the, sulit loh. Mengapa bisa dibilang sulit? Ya, secara tak mudah melunturkan kebiasaan warga Negara Indonesia.

Baca juga :   Serunya Kelas Facebook Marketplace Kampus Dosen Jualan

Mengapa bisa? Mm kita ibaratkan saja dalam ruang lingkup kecil seperti keluarga. Dalam keluarga tersebut lebih menyukai teh merk A. lalu kemudian datanglah teh merk baru B. sulit untuk menggoyahkan pengguna teh A menuju the B. karena warga Negara Indonesia tak mudah untuk beralih.

Mmm udah kayak bucin aja nih ngga mudah beralih. Hehehe oke kita kembali yah focus yuks, jadi sahabat kdj yang setia dan ngga mudah berpaling, eeaa ketika kalian memutuskan untuk mulai berbisnis, pilihlah bisnis yang tepat.

Terkadang memang tak mudah, tapi cobalah dahulu. Seperti halnya yang ada di film rugbi, ada yang pernah nonton ngga? Wahh yang sudah, mimin kasih jempol 4 deh. Tangan ma kaki hehehe. Jadi di film rugbi ini bercerita mengenai seorang anak yang dimana dia dihadapkan tantangan oleh seorang guru olahraganya, kemudian ditutuplah mata si rugbi. Dan.. apa yang terjadi? Rugbi yang awalnya sering di judge teman-temannya, sering di bully oleh teman-temannya, rugby berhasil melewati tantangan yang diberikan oleh sang guru, dengan mata tertutup merangkak dengan lutut tak boleh bersentuhan dengan tangan, ditambah lagi dengan diatas punggungnya membawa salah satu temannya. Wahhh beratnya itu mah bayangin aja seperti bermain kuda-kudaan hehe.

Alhasil di penghujung cerita, rugbi lah sang pemenang sejati. Lolos hingga ujung lapangan. Mengapa demikian? Seperti itulah kesuksesan. Sukses itu ketika kita terfokus pada satu titik kelebihan kita. Bukan pada kekurangan yang kita miliki.