Olahan Salak Srumbung, Magelang Go Online

Olahan Salak Srumbung, Magelang Go Online

Oleh Dosen Jualan

Dosen Jualan – Magelang, 23/7/19 Dosen Jualan berkesempatan untuk turut serta
dalam pemberdayaan masyarakat. Khususnya masyarakat kecamatan Srumbung,
kabupaten Magelang, provinsi Jawa Tengah. Kesempatan itu diperoleh dalam
acara Dialog Publik. Kegiatan tersebut diadakan oleh regu KKN dari UIN Sunan
Kalijaga.

Sekitar 70 emak-emak hadir dengan niat belajar pemasaran online. Mata
pencaharian utama mereka ialah sebagai petani salak dan produsen olahannya.
Salak, ialah buah potensial dengan khasiat yang melimpah. Khasiatnya
diantaranya ialah menjaga kesehatan mata, meningkatkan kemampuan mengingat,
menjaga stamina tubuh, merawat kesehatan jantung, mengendalikan kadar gula
dan masih banyak lagi. Namun, dilihat dari segudang manfaat salak, harga salak
justru sangat murah. Harga salak berkisar Rp 700/kg. Harga itu tak sebanding
dengan kerja keras petani. “Capek dapat, untung tidak,” itu mungkin yang
dirasakan petani.

Harga yang relatif murah itu membuat petani akan berpikir berkali-kali jika
menjual salak tanpa diolah. Sebab, tujuan pengolahan adalah menambah nilai
jual. Oleh sebab itu, petani juga mengolahnya menjadi berbagai macam olahan.
Mulai dari manisan, asinan, kripik, selai hingga nugget.
Setelah diolah, tidak lantas masalah usai. Masih ada kendala yang dialami oleh
masyarakat Srumbung, yakni pemasaran. Tanpa pemasaran yang baik, semua
kinerja petani dan atau produsen olahan salak akan sia-sia. Pemasaran yang baik,
ialah yang sesuai eranya.

Kini era informasi. Eranya yang serba online. Jika tak bisa mengikuti, dengan
sendirinya akan tergilas terbelakang. Maka jualan online menjadi sebuah
keniscahyaan bagi pelaku usaha. Jika ada orang yang bilang bahwa jualan online
itu gampang dan cepat, itu memang benar.

“Namun, segampang-gampangnya jualan online, harus tetap digarap,” Dosen
Jualan mengingatkan.

Baca juga :   Sekolah Bisnis Online Terbaik 2020

Tanpa itu, that’s bulshit.

Ada pertanyaan yang diutarakan peserta pada sesi tanya jawab, “Berapa tahun
batasan usia untuk belajar di Kampus Dosen Jualan?”
Terkait itu, sebetulnya tidak ada batasan. Hal lebih penting ialah bisa
mengoperasikan laptop dan handphone. Sudah. Kalau yang sudah pernah belajar
di Kampus Dosen Jualan (KDJ) paling tua usia 58 tahun.

Waktu yang singkat, membuat peserta masih merasa belum puas, ingin lebih
mendalami untuk jualan online. Selain itu, Dosen Jualan tidak dapat
menyampaikan cara jualan online sampai pada intinya, baru kulitnya saja. Oleh
sebab itu, Dosen Jualan memberikan follow up inisiatif. Follow upnya berupa kelas
gratis untuk emak-emak ataupun utusannya untuk belajar ke KDJ.

Leave a Reply