“Indonesia, Negeri Sejuta Solusi” Workshop Digital Marketing Property oleh Dosen Jualan

 Di Grand Dafam Royan

Dosen Jualan – Seharian bersama Dosen Jualan dalam Workshop Digital Marketing Property. Dosen Jualan, diundang untuk mengisi workshop selama 2 hari. semua materi, berhubungan dengan digital marketing untuk usaha property.

Workshop itu diselenggarakan di Grand Dafam Royan Yogyakarta, 7/9/19. Dua puluh lima (25) peserta terdiri dari pengusaha-pengusaha properti. Mulai dari broker, developer, hingga youtuber property. Pengusaha properti tersebut bukan hanya dari Yogyakarta. Namun juga luar DIY, yang paling jauh berasal dari saja Kendari.

“Digital marketing property?”  pembawa acara memberikan pancingan semangat

“WAW Keren!!!” sambut peserta serempak

Ada Materi Apa Saja?

Selama 2 hari, pengusaha-pengusaha tersebut belajar beberapa materi yang dibutuhkan untuk usahanya. Dosen Jualan, menyampaikan terkait materi What’sapp, Instagram, Website, Artikel, Video, dan Manajemen Sumber Daya Manusia (karyawan).

Selain itu, peserta juga belajar marketing facebook dari nol. Workshop yang santai ini, juga mempersilakan peserta untuk bertanya bebas selama workshop berlangsung. Jadi, tak perlu menunggu sesi pertanyaan.

“WA tak hanya sebagai closing. Namun juga bisa sebagai media promosi,” ucap Dosen Jualan saat menyampaikan terkait What’sapp

“Berarti harus praktek ya?” tanya peserta ketika diminta menerapkan memiliki nomor banyak.

“Iya dong,” tegas Dosen Jualan

Indonesia, terkait mengaktifkan nomor, ada kebijakan tersendiri. Kebijakannya yaitu ada pembatasan pengaktifan nomor. Nomor, hanya bisa aktif dengan pendaftaran menggunakan Nomor Kartu Keluarga (KK) dan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Selain itu, Setiap NIP hanya boleh digunkan untuk 3 kali pada masing-masing provider.

Dosen Jualan memberikan trik jitu soal itu. Ada 2 cara, cara putih dan cara hitam. Apa saja itu caranya?

“Mau cara putih, atau cara hitam?” tawar Dosen Jualan

Baca juga :   Sekolah Bisnis Internet Marketing Terlengkap

“Cara hitam,” jawab satu peserta dengan mantab

“Belum saja mencoba cara putih, sudah minta cara hitam,” kelakar Dosen Jualan

Cara putih, tentu cara-cara yang wajar. Pertama, tentu gunakan NIK sendiri. Regrister 3 kali  axis, 3 kali untuk telkomsel, 3 kali untuk indosat, 3 kali untuk smartfren, dan 3 kali untuk tri. Kedua, pakai NIK keluarga. Termasuk mertua. Lebih meluas lagi, bisa menggunakan nomor karyawan. Ketiga, saat pembukaan lowongan pekerjaan, mintalah dengan KK. Lalu, manfaatkanlah.

Hitam, kebalikan dari putih. Cara hitam, tentu kebalikan dari cara putih. Bagaimana cara yang tidak wajar? Sangat mudah. Cara itu, memanfaatkan sesuatu yang sangat-sangat dekat dengan kita. Caranya, coba baca perlahan sampai akhir.

“Ingat Indonesia adalah negeri sejuta solusi. Ibu kota aja bisa dipindah, apalagi cuma masalah NIK,” tukas Dosen Jualan

Tips Bermain Digital Marketing Property

Hindari membuat judul iklan di apapun itu dengan judul mainstream. Buatlah yang antimainstream. Artinya, ini adalah membaca sisi psikologis dari pengguna internet. Jadi, gunakan perkawinan kata yang terpadu. Apa saja perpaduan kata yang ciamik itu? Segera chat ke nomor ini untuk mendapatkan kombinasi kata kunci: wa.me/6282136947525

Mislanya cepat, segera, mendesak, butuh uang, disewakan, jalan, jalan, jln, apartemen, kapling, kaplingan, akvling, clushter, vila, kantor, los, kios, PDAM lancar, DP ringan, sumur cetek

“Apa nomor WA kita boleh dicantumkan di awal judul artikel iklan kita?”

“Setuju saya dengan Bapak. Itulah yang sangat cocok untuk penduduk Indonesia,” tukas Dosen Jualan

Secara kharakter, biasnya orang Indonsesia, males untuk membaca. Apalagi untuk membaca yang panjang. Jadi, sekalipun sudah ada info yang disodorkan sejelas-jelasnya, masiiiih ada saja yang tanya. Bagi seorangenterpreneur, hal itu bukanlah dijadikan masalah. Justru akan jadi peluang dengan mencantumkan nomor WA admin kita.

Baca juga :   Cara Jualan di Marketplace Facebook

Pentingnya Perencanaan Konten

Beralih terkait bermain dengan aplikasi yang sedang digandrungi umat manusia di Indonesia yaitu Instagram. Instagram merupakan alat bisnis yang sangat mudah penggunaannya. Hanya saja, admin media sosial, sering kebingungan tentang apa yang akan diposting.

“Itu karna kita tidak punya perencanaan konten,” tegas Dosen Jualan

Mulai dari gambar, caption, orang yang kita follow, hingga hastag, itu semua harus tertarget. Bukan sekedar dapat ide saat itu juga. Sebab, bagaimana jika tak ada ide? Bagaimana jika moodnya sedang jelek? Bagaimana sedang buntu gagasan? Parahnya, jika adminnya keluar sedangkan hanya admin yang tau data konten

10 Golongan Dasar untuk Konsep Iklan

Maka bagaimana Target konsumen. Beda target konsumen, apakah akan sama bahasanya? Tentu tidak. Beda target konsumen, beda bahasa. Misalkan, menjual rumah tipe 21 yag diperuntukan bagi anak muda. Bolehlah bahasanya lebih alay. Tentu berbeda dengan rumah tipe 45 yang diperuntukan bagi kelas menengah ke atas. Bahasanya tentu lebih elegan.

Misal saja untuk anak mahasiswa, “IPK anjlok terus? Pasti kosmu nggak nyaman banget buat kamu,” ujar Dosen Jualan memberikan contoh.

Caption-caption ada beragam jenis. Salah satunya tabok selling. Selanjutnya, peserta langsung dimitan praktek. Tabok selling dari peserta, “Hari gini masih numpang tinggal di rumah mertua? Dsb.”

Selanjutnya, ada 9 golongan lagi yang menjadi dasar untuk perencanaan konten. Apa saja itu? Manfaat, panduan, fatwa, sebab, fakta, metode, rujukan, pembanding, dan riset.

Cara dapat inspiratif konten iklan

Kebingungan untuk buat iklan? Susah cari inspirasi? Gimana sih cara memulai kata-katanya? Berapa banyak seharusnya? Dosen Jualan dalam juga berbagi dalam Workshop Digital Marketing Property, tentang tips supaya dapat inspiratif tentang ide kreatif iklan. Pertama, setiap ada iklan di IG atau FB. Kedua, rajin-rajinlah baca brosure. Ketiga manfaatkan grup WA khusus jualan. Lihat spam iklan di WA.

Baca juga :   Pembicara Internet Marketing untuk Mengisi Acara Seminar

Peserta, selama 2 hari ini belajar teori dan praktek secara langsung dengan yang sudah terbiasa menggunakan, Dosen Jualan. Katanya, orang yang terbiasa dapat lebih unggul daripada orang pintar. Dosen Jualan, berprinsip menghargai proses. Jadi, jika masih kaku karna sebelum terbiasa, wajar. Selamat berposes pengusaha-pengusaha properti.

Leave a Reply