Etika Sharing Di Media Sosial untuk Keharmonisan Dunia Maya

Etika Sharing Di Media Sosial

Media sosial telah menjadi tempat yang ramai dengan berita dan informasi. Banyaknya informasi itu  seakan sudah menjadi makanan kita sehari-hari. Karena itulah kita kesulitan untuk membedakan mana informasi yang akurat dan mana informasi yang keluar dari sumber tidak bertanggung jawab.  Nah, untuk itu pula diperlukan etika sharing di media sosial. Agar yang kita bagikan tak semakin memperkeruh suasana di medsos yang sudah penuh informasi tak bertanggung jawab.

Etika dalam menggunakan sosial media harus dipahami oleh siapa saja yang terjun ke dalamnya. Kita banyak menemukan orang yang tidak siap bersosial media, sehingga cenderung konfrontatif dan banyak memberikan ujaran kebencian kepada pihak lain. Hal ini harus diminalisir dengan adanya etika dan aturan dalam penggunaan media sosial.

Apakah etika berkomunikasi di media sosial itu sudah ada aturan bakunya? Tentu belum sob. Namun setidaknya 5 etika sharing di media sosial berikut ini dapat menjadi panduan singkat agar kita tak memperkeruh suasana sosial media dan tidak membagikan informasi yang tak bertanggung jawab.

Mengapa kita harus meminimalisir informasi tidak penting di sosmed? Inilah beberapa manfaat dan kegunaan dari etika di sosial media. Dari sinilah kita akan paham bahwa di sosmed juga perlu aturan dan etika sehingga tidak membuat kekacauan di dalamnya.

Manfaat Etika di Sosial Media

Kalau dalam kehidupan sehari-hari pasti kita membutuhkan seperangkat aturan untuk hidup damai berdampingan dengan orang lain. Misalnya di sebuah kampung, harus ada aturan bersama yang disepakai agar kampung tersebut damai.

Aturan dalam kehidupan sosial tersebut juga wajib ada dalam sosial media. Karena di dalam sosial media pasti ada yang namanya interaksi dan sosialisasi. Kalau tak ada etika dan aturan dalam penggunaan sosial media tentu akan menyebarluaskan informasi yang keliru dan tak bertanggung jawab.

Baca juga :   Kursus Jualan di Marketplace untuk Warga Piyungan oleh KDJ Jogja

Etika bermedia sosial itu sangat penting. Sebab dari sana kita dapat meminimalkan konflik sehingga efek negatif sosmed tidak sampai merembet kepada kehidupan kita yang sebenarnya. Sudah cukup banyak contoh bagaimana konflik antar orang dan kelompok masyarakat dilatarbelakangi oleh konflik di sosial media. Itu jangan sampai terjadi pada diri kita.

Lalu bagaimana etika sharing di media sosial sehingga apa yang kita bagikan bisa membawa hal positif bagi orang lain. Simak lima etika berkomunikasi di media sosial berikut ini.

Etika dalam Menggunakan Sosial Media untuk Sharing

Sharing yang kami maksud tidak hanya tindakan kita membagikan sebuah postingan kepada followers kita. Tapi sharing yang dimaksud adalah sharing baik dalam bentuk berbagi pengalaman pribadi ataupun berbagi opini di sosial media. Yuk simak apa saja etika sharing di media sosial yang bisa mencegah disinformasi di sosmed.

  1. Minimalkan Konten Berbau SARA

Jika kamu suka membagikan informasi, pengalaman, ataupun opini di sosmed, maka minimalkan konten yang berbau SARA (Suku, Agama, Ras, dan antar Golongan). Ini merupakan tiket aman bagi kita untuk berkomunikasi di sosial media.

Kita sudah tahu sendiri bahwa sosial media menjadi pertemuan berbagai macam tipe, latar belakang, dan karakter manusia. Kalau sampai postingan atau sharing dari kita menyinggung orang lain maka itu akan sangat riskan dan berbahaya.

Maka dari itu minimalkan konten-konten yang menyinggung suku, agama, ras, dan antar golongan. Kita boleh membahas tentang latar belakang pribadi kita namun jangan sampai membahas apalagi menyinggung latar belakang orang lain.

Etika bermedia sosial tersebut merupakan etika pertama dan paling utama dari semuanya. Sebab kalau sampai kamu melanggar dengan membuat konten berbau SARA maka akan memicu perpecahan di dunia nyata.

  1. Bagikan Pengalaman Pribadi dan Bukan Data Pribadi

Meskipun kita boleh membagikan pengalaman pribadi di sosmed, tapi juga harus memperhatikan etika dan aturan dalam penggunaan media sosial. Salah satu etika dasar ketika sharing pengalaman pribadi adalah jangan terlalu mengumbar data pribadi.

Baca juga :   Cara Mengelompokkan Kontak Whatsapp Dengan Fitur Label

Data pribadi itu terdiri dari alamat terang, tanggal lahir, nama keluarga, PIN ATM, dan lain sebagainya. Hehe.

Ini merupakan etika bermedia sosial yang akan menyelamatkan dirimu dari pihak yang tak bertanggung jawab di sosmed. Jika kita suka bagikan data pribadi, maka jangan salahkan kami kalau nanti ada orang yang menelpon atau datang ke rumahmu untuk berniat jahat. Hehe.

Maka dari itu etika sharing di media sosial sebaiknya bagikan pengalaman pribadimu saja. Tapi harus pengalaman yang benar-benar menurutmu boleh dibagikan. Pengalaman seperti naik gunung, membeli di supermarket, dan lain sebagainya dapat menjadi konten hiburan di sosmed juga loh. Hehe.

  1. Periksa Sedetail Mungkin Kebenaran Berita

Etika dalam menggunakan sosial media selanjutnya adalah mengecek kebenaran berita yang kita bagikan kepada teman-teman. Jadi, jika kamu ingin membagikan sebuah berita atau ingin mengutip berita untuk dijadikan tulisan, maka cek kembali fakta tersebut agar tak terjadi mis-informasi pada orang yang membaca kontenmu.

Etika dan aturan dalam penggunaaan media sosial yaitu cek kebenaran ini menjadi salah satu indikasi dalam kecerdasan bersosial media.  Kalau kita tak mengecek berita berarti kita menjadi orang yang dungu karena termakan dengan hoax dan berita tak bertanggung jawab.

Kalau ada orang yang memproduksi konten bohong di sosmed itu harus kita tanggal dengan tidak membagikannya.. Sebab kalau sekali saja kita bagikan, maka kebohongan tersebut akan beranak pinak. Itulah pentingnya etika berkomunikasi di media sosial.

  1. Jangan Bagikan Konten Berbau Pornografi

Lalu etika sharing di media sosial selanjutnya yaitu jangan sampai kamu share konten pornografi atau hal yang menjurus ke sana. Kerapkali konten semacam ini menjadi primadona untuk memasarkan produk-produk orang dewasa, seperti kondom dan obat kuat.

Baca juga :   Cara Menghubungkan Instagram Ke Fanpage Facebook

Tapi jika kamu seorang pebisnis online yang cerdas maka akan menyingkirkan jauh-jauh konten semacam ini. Dan lebih memilih konten yang lebih menarik lainnya. Konten yang berbau pornografi dapat mengakibatkan postinganmu ditake down oleh platformnya. Bahkan tidak jarang ada pula yang sampai dibanned akunnya. Ini tidak lain karena konten pornografi berpotensi untuk dikonsumsi oleh orang yang belum cukup umur.

Itulah etika bermedia sosial yang keempat. Dan memang ini menjadi salah satu indikator dari kredibilitas sebuah website juga. Kita tahu sendiri jika website yang sering upload konten porno, maka lebih susah untuk masuk ke halaman google.

  1. Bersiap dengan Pendapat atau Komentar Orang Lain

Jika kamu sudah membagikan suatu hal entah itu pengalaman ataupun postingan di akun sosmed, maka siap-siaplah dengan pendapat dan komentar orang lain. Meskipun kita paham betul apa saja etika dalam menggunakan media sosial, tapi tidak semua orang memahami itu.

Siapa tahu di antara yang tidak paham itu adalah followersmu. Maka dari itu jika ada pendapat atau komentar yang kurang membuatmu berkenan maka tanggapi dengan kepala dingin dan tidak perlu menyulut api perdebatan lebih lanjut.

Nah, itulah kelima etika dan aturan dalam penggunaan media sosial, terutama ketika akan membagikan atau sharing sesuatu. Semoga etika tersebut dapat menjadi panduan kita bersama ketika bersosialisasi di sosial media.

Mungkin dengan menerapkan etika sharing di media sosial di atas kita dapat meminimalkan disinformasi yang ada di internet. Cerdas-cerdaslah dalam bersosial media sob. Salam inspirasi.