Dosen Jualan: Narasumber Resepsi Milad IPM ke 58

ipm 58 dosen jualan

Dosen Jualan Sebagai Narasumber

“Kolaborasi untuk Negeri”

Kolaborasi untuk Negeri

Dosen Jualan – IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah), merupakan salah satu ortom
Muhammadiyah yang berdiri pada 18 Juli 1964. Tahun in, IPM genap berusia 58
tahun. Usia lebih dari setengah abad ini, membuat IPM ingin lebih bermanfaat
untuk Indonesia secara nyata. Maka dari itu, pada Resepsi Miladnya ke-58 melalui
seminar kewirausahaan kali ini, IPM mengusung tema “Kolaborasi untuk Negeri”.
Resepsi Milad IPM ke-58 (28-07-19) ini, dirayakan di Aula Masjid SMA
Muhammadiyah 1 Prambanan. Peserta yang berjumlah lebih dari 100 orang ini
berasal dari berbagai sekolah Muhammadiyah sekitar Prambanan. Dosen Julan,
pada seminar ini turut memeriahkan Resepsi Milad IPM ini dengan menjadi
narasumber.

Belajar Wirausaha dari Pendiri Muhammadiyah

Muhammadiyah merupakan organisasi Islam dengan lembaga pendidikan
terbanyak di Indonesia. Pendiri Muhammadiyah, KH. Ahmad Dahlan, yang
merupakan saudagar kaya raya. Saudagar batik kaya raya yang menyejahterakan
masyarakat Indonesia pada masanya dengan suka rela. Keislamannya, beliau
wujudkan dengan menjadi pribadi bermanfaat, sebagai problem solver
masyarakat.

Warga Muhammadiyah perlu belajar dari ghirah founding father terdahulu. Kini,
saudagar-saudagar dari Muhammadiyah sendiri sudah mulai meredup dan sedikit.
Meski tentu ada juga yang struggle. Maka dari itulah, seminar kewirausahaan ini
diselenggarakan. Seminar ini bertujuan memantapkan jiwa wirausaha sejak dini.

Kewirausahaan dalam Dunia Usaha

Biasanya di bangku perkuliahan ada mata kuliah kewirausahaan. Awal perkuliahan
disampaikan tentang definisi kewirausahaan. Kewirausaah berasal dari kata wira
dan usaha. Wira adalah bla bla ba. Usaha adalah bla bla bla.

“Yakinlah, bahwa definisi kewirausahaan tidak membawa anda jadi pengusaha,”
tegas Dosen Jualan
“Anda bisa jadi pengusaha jika anda memulai usaha,” tambah Dosen Jualan
Bagaimana Akan Memulai Usaha
Menurut Dosen Jualan, pertama, kalau mau jadi pengusaha, “Nggak bisa
gensian”. Gengsi yang dimaksud, mau usaha sesuatu yang terkesan tidak keren,
gengsi. Jika gengsi kita unggulkan, tamatlah riwayat. Sebab kuburan akan lebih
baik untuk orang yang gengsian untuk berusaha. Apalagi yang mengaku kader
Muhammadiyah, mengaku umat Islam, kok masih gengsi.

Berbicara tentang usaha, pertanyaan kemudian pasti, “akan usaha apa?”. Maka,
langkah kedua ialah melihat potensi, baik potensi diri maupun sekitar. Dosen
Jualan melalui seminar ini menyampaikan bahwa usaha tidak perlu ribet. Bisa
diawali dengan hal sederhana yang berada di sekitar kita.
Saat shubuh tadi, Dosen Jualan dikabari saudaranya yang berprofesi sebagai
nelayan menjual ikan segar melalui online. Langsung clossing 150 ribu. Ada pula
penjual jagung rebus. Tak hanya barang yang dapat dijual. Jasa pun bisa. Bahkan,
ada pemain online menjual JNO (Jasa Ngarit Online).
Ketiga, action. Menurut riset, bukan karena kecerdasan yang kurang jika usaha itu
tidak sukses. Namun justru karena usaha masih dalam angan. Kesimpulannya
adalah 3 M. Apa itu? Mental diperkuat, Melihat potensi, dan Melakukan.
Berwirausaha simple bukan?

Hidup-hidupilah Muhammadiyah

Makna itu menjadi prinsip hingga ke alam bawah sadar warga Muhammadiyah.
Makna itu bermakna usaha yang warganya lakukan untuk Muhammadiyah. Untuk
mewujudkannya, kita harus kaya; kaya harta, kaya hati, kaya ilmu.
Bagi umat Islam, kaya bukanlah pilihan untuk diusahakan. Namun adalah wajib
kita usahakan. Zuhud, ialah ketika orang kaya dengan gaya yang sederhana. Itu
berbeda dengan orang miskin yang memang bisanya seadanya. Namun, yang

terpenting usahanya bukan kaya atau tidak. Sebab Allah Sang Maha Penentu dari
segala penentu.

Bukan Mencari Hidup di Muhammadiyah

Muhammadiyah bagi warganya bukan dijadikan lumbung mengeruk harta
sepuasnya. Justru anjurannya ialah memberi.
“Jadi kader Muhammadiyah itu jangan tangan dibawah. Tapi memberi, memberi,
memberi,” tegas Dosen Jualan memberi penekanan pada kata, “memberi”
Dosen Jualan membukakan peta menjadi pengusaha. Namun sekali lagi,
tergantung juga bagaimana peserta untuk menerapkannya. Tak lupa juga Dosen
Jualan menyarankan untuk berkolaborasi dengan pihak sekolah. Misalkan
mengadakan ekstrakulikuler kewirausahaan jika belum ada.
“Bisnis bisa sukses, bisnis bisa gagal, bisnis bisa berhasil. Namun satu hal yang
perlu kita kerjakan adalah action,” the last advise of moderator.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *