Dialog Bersama Kaum Muda Tanjan

kkn umby

Membangun Kemandirian Desa dengan Pemanfaatan Limbah Kayu

Tim Pelaksana Dialog

Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) melalui mahasiswa KKNnya
melakukan pemberdayaan untuk masyakarakat di Bantul. Tepatnya, dusun
Tanjan, desan Temuwuh, kecamatan Dlingo, kabupaten Bantul. Pada kesempatan
kali ini (14/8/19) mahasiswa KKN UMBY mengundang Dosen Jualan untuk turut
memberikan edukasi sekaligus bincang-bincang terkait usaha yang mereka geluti.
“Semoga kegiatan ini dapat memberikan edukasi dan inspirasi untuk masyarakat
dusun Tanjan,” ujar ketua KKN UMBY saat sambutan

Latar Belakang Dialog ini

Dusun Tanjan ini merupakan desa yang potensial. Kayu di area ini sangat
berlimpah. Rata-rata, mereka mempunyai mata pencaharian yang sama.
“Mata pencahariannya pengrajin kayu,” ujar Hanif, Dosen Pembimbing
Lapangan KKN UMBY saat prolog sambutannya.
“Selama ini, produksinya insya Allah sudah lancar. Hanya tinggal bagaimana
pemasarannya,” lanjutnya.
KKN UMBY melakukan obsevasi pada dusun Tanjan. Melihat potensi kerajinan
kayu, terutama furniture / mebel. Namun, limbah kayunya hanya dimanfaatkan
sebagai kayu bakar. Misalnya harga serbuk gergaji hanya laku dijual 100 K untuk
satu truk penuh.

Melihat kondisi yang seperti itu, tercetuslah ide pemanfaatan limbah kayu. Tentu,
hal itu untuk meningkatkan nilai jual dari limbah kayu tersebut. Senada dengan
ucapan tim Dosen Jualan, “Barang ecek-ecek, diubah menjadi bernilai kocek”.
Tak hanya ide. Kemudian, regu KKN UMBY tak hanya sekedar ide yang
ditelurkan. Namun juga merealisasikannya. Limbah kayu kini, disulap menjadi
hiasan indah yang artistik. Tentu layak jual, bahkan hingga mancanegara.

“Harapannya, usaha ini dapat diteruskan oleh penduduk,” ujar salah satu peserta
KKN UMBY saat diwawancari

Alumni Peserta Juga Menjadi Narasumber

Turut dihadirkan pula perwakilan dari Paguyuban Giriloyo yang merupakan desa
wisata dengan nilai jual utama pada batik tulis. Harapannya, giriloyo menjadi
menjadi desa percontohan bagi dusun Tanjan. Terutama untuk menjadi dusun
mandiri baik secara ekonomi, secara mental dan budaya.
Dusun Giriloyo, menjadi desa percontohan bukan tanpa sebab. Giriloyo ini
merupakan desa dengan ratusan pengrajin batik. Tahun 2019 ini, dusus yang
sudah mencapai omzet 2 milyar. Selain batik, omzet itu didukung dengan kegiatan
lain. Kegiatan pasar kuliner yang menjajakan kuliner khas jaman dulu.
Tempo lalu, KDJ kampung bersama UMBY turut melakukan pemberdayaan
masyarakat di kampung batik Giriloyo. Salah satu peserta yang bernama Hayati,
seorang ibu paruh baya yang merupakan pengrajin batik, menjadi narasumber.
Hayati datang, mewakili paguyuban Batik Giriloyo.

Baca juga :   Pengumuman Beasiswa Kampus Dosen Jualan, Priode Agustus 2018

Tim Dosen Jualan Sharing Ilmu

Ilmu, semakin dibagi, semakin bertambah. Itulah yang menjadi prinsip semua tim
Dosen Jualan dalam menyampaikan ilmu. Apalagi keilmuan terkait digital
marketing yang merupakan jati diri Kampus Dosen Jualan.
Pada kesempatan kali ini, tim Dosen Jualan fokus untuk menyampaikan terkait
facebook marketing. Tentu, hanya satu media lantaran waktu yang diberikan
panitia cukup singkat, hanya sekitar 1 jam. Padahal kematerian ini akan lebih
bermanfaat jika sekaligus dipraktekkan. Maka dari itu, 1 media merupakan pilihan
yang bijak, insya Allah.

Meski materi yang disampaikan singkat. Namun tim Dosen Jualan memberikan
kesempatan untuk peserta untuk menimba ilmu di Kampus Dosen Jualan secara
gratis. Peserta yang mayoritas pemuda, sebetulnya merupakan aset yang sangat
potensial untuk kemajuan desa. Oleh sebab pembacaan itu, sungguh sangat
disayangkan jika tak diberdayakan dengan ilmu-ilmu kekinian, digital marketing.

“Jika dirimu tidak disibukkan dengan hal-hal yang baik, pasti akan disibukkan
dengan hal-hal yang batil,” nasehat yang tak lekang oleh waktu dari guru, ulama
yang dihormati, Ibnul Qayyim rahimakumullah.

Leave a Reply