Cara Rekap Penjualan Online

cara rekap penjualan online

Dunia jualan online selalu dinamis dan menuntut kejelian untuk menata manajemen. Termasuk ketika ada orderan masuk ke dalam bisnis kita, maka anda wajib melakukan proses perekapan agar data yang keluar dan masuk tidak luput. Di sini anda harus tahu cara rekap penjualan online sebab dengan cara ini anda bisa melakukan rekap dengan tepat. 

Bagi anda yang selama ini tidak melakukan rekap di jualan online untuk data yang masuk dan keluar, maka harap segera lakukan itu. Sebab data yang tak tertata atau tercatat dengan baik akan riskan sekali. Nanti akan kita bahas tentang pentingnya melakukan rekap jualan online. 

Banyak sekali bisnis yang harus gulung tikar karena tidak pernah melakukan rekap jualan online. Banyak sekali sebabnya mereka tidak melakukan perekapan. Sebab proses ini memang membutuhkan kejelian dan ketelitian. Maka dari itu banyak pebisnis tidak melakukannya. Ataupun kalau mereka melakukan pasti akan menggunakan jasa rekap penjualan online. Namun ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit juga. 

Mereka rela menyewa jasa rekap penjualan online agar segala data masuk dan keluar bisa tercatat. Nah, tentunya hal ini akan lebih hemat jika anda bisa melakukannya sendiri. Maka dari itu anda harus tahu cara rekap penjualan online secara mandiri. 

Pentingnya Melakukan Rekap Penjualan Online

Di atas sudah kita bahas sekilas tentang mengapa harus melakukan rekap penjualan online. Jadi rekap penjualan online itu sangatlah penting untuk kita lakukan. Sebab banyak bisnis yang bangkrut dan tidak tahu arah cash flow nya. Berikut beberapa alasan mengapa anda harus melakukan rekap jualan online untuk lebih detailnya. 

  • Bisa Menjaga Cash Flow

Dengan melakukan rekap jualan online, maka cash flow bisnis anda akan tercapai Jadi cash flow ini sangatlah penting dalam sebuah bisnis karena ini menjadi indikator kesehatan dalam sebuah bisnis. Kalau cash flow guncang maka tidak heran apabila bisnis akan gulung tikar. 

  • Bisa Mempersiapkan Restock Barang

Kalau anda tahu apa saja rekap keluar masuk barang maka anda bisa menyiapkan barang yang habis. Biasanya barang yang tidak anda catat akan lupa untuk di restock. Ini akan membuat anda rugi jika tak restock barang sebab jika ada yang bertanya maka tidak ada itu sangat membuat kecewa customer. 

  • Bisa Mendapatkan Data Produk Paling Laris

Kalau anda tahu rekap penjualan barang maka anda bisa tahu mana produk yang paling laris. Kalau produk itu laris dan bisa anda tandai maka anda bisa melakukan peningkatan penjualan untuk ke depannya. 

  • Bisa Mendapatkan Data untuk Keperluan Marketing Strategy

Kalau anda melakukan rekap penjualan nanti juga bisa mendapatkan data mana produk yang kurang laris dan tidak terjual banyak. Ini penting sebab anda akan bisa melakukan strategi marketing terhadap barang yang kurang laku tersebut. Bayangkan anda tidak mencatat barang yang terjual, tentu anda menganggap barang itu laku-laku saja. Padahal kenyataannya ada barang yang kurang laku sehingga perlu dipromosikan lebih gencar lagi. 

Baca juga :   Apa itu Mozbar ? Pengertian, Fungsi, dan Cara Penggunaan

Itulah pentingnya melakukan rekap penjualan online. Mari kita simak dulu apa saja jenis rekap dalam jualan online agar anda bisa melakukan pembukuan secara detail. 

Baru nanti akan kita bahas cara rekap penjualan online termasuk langkah-langkahnya.

Jenis-jenis Rekap dalam Jualan Online

Sebelum kita bahas tentang cara rekap penjualan online, maka ada baiknya kita simak dulu jenis jenis rekap tersebut. Dari sini anda akan tahu bahwa rekap penjualan online itu ada banyak. Jadi simak baik baik jenis nya berikut ini:

  1. Buku Pemesanan

Jadi buku pemesanan ini merupakan sebuah rekap yang mencatat semua orderan yang masuk baik yang sudah bayar maupun yang belum. Tujuannya adalah ketika akhir bulan nanti anda tahu berapa yang telah terjual selama bulan itu. Data itu nanti meliputi beberapa kolom antara lain data apakah sudah bayar atau belum, kemudian data jumlah barang yang dipesan, tanggal pemesanan, progress pengiriman, dan lain sebagainya. 

  1. Buku Stok

Buku pemesanan itu juga ada kaitannya dengan buku stok. Sebab setiap barang yang habis dipesan maka harus diupdate pula jumlah ketersediannya. Buku stok ini bisa menjadi acuan anda ketika menjawab pertanyaan customer yang masuk. 

Misalnya ada  customer yang mau pesan 50 pcs, maka anda harus tengok ke buku stok dulu agar tidak keliru dalam mengiyakan pemesanan. Kalau anda tidak bisa memenuhi pesanan dan kadung deal maka itu menjadi kekecewaaan bagi customer. 

  1. Buku Pengeluaran

Sebuah bisnis online juga harus mempunyai catatan untuk kebutuhan yang dikeluarkan. Ibaratnya buku pengeluaran ini menjadi jimat anda untuk mencapai cash flow yang sehat. Buku pengeluaran juga bisa menjadi bahan untuk melakukan penghitungan di akhir bulan nanti. 

Baca juga :   Cara Memasang Linktree Di Instagram Ampuh Arahkan Traffic

Itulah beberapa jenis rekap penjualan online yang harus anda tahu. Lalu di sini akan kami contohkan cara rekap penjualan online secara sederhana. Khususnya ketika anda ingin menghitung laba di akhir bulan atau tahun.

Langkah Melakukan Rekap Jualan Online

Berikut adalah cara menghitung rekap jualan online. Pertama anda harus menghitung dulu ketiga pembukuan di atas. Misalnya adalah sebagai berikut:

  1. Menghitung di Buku Pemesanan

Di sini anda bisa memakai beberapa kolom di antaranya adalah kode barang, nama barang, jumlah pesanan, status pembayaran, dan lain sebagainya. Kemudian untuk pesanan yang sudah dibayar totalkan menjadi satu dengan rumus SUM. 

  1. Menghitung Pengeluaran

Melakukan rekap pengeluaran ini juga penting karena dari sini anda bisa mendapatkan angka berapa laba yang didapatkan. Total semua kebutuhan di bulan itu yang anda habiskan misal untuk pembeian lakban, pembelian banner, pembelian komputer, dan lain sebagainya. Baru dari sini total semua kebutuhan tersebut. 

Contoh Rekap Penjualan Online

Jika sudah anda dapatkan semua angka di atas maka langkah selanjutnya adalah dengan menerapkan cara rekap penjualan online berikut ini. Rumusnya adalah dengan menggunakan formula berikut ini:

Laba = total pemesanan/pemasukan – total pengeluaran

Nantinya jika hasil yang didapatkan minus, maka itu sebuah tanda jika bisnis anda sedang merugi di bulan itu. Namun jika hasilnya plus atau 0 maka itu tandanya anda mengalami cash flow di bulan itu. 

Memang cara ini cukup umum digunakan oleh banyak orang di luar sana. Namun anda mulai sekarang wajib menyiapkan tiga pembukuan dan perekapan di atas. Utamanya adalah pembukuan pemesanan dan juga pembukuan pengeluaran. Jika kedua hal tersebut sudah disiapkan maka selanjutnya anda harus siapkan juga pembukuan untuk stok barang. 

Baca juga :   Mengenal Program Afiliasi Shopee : Peluang Menguntungkan untuk para Konten Kreator

Semoga tips mengenai cara rekap penjualan online di atas dapat bermanfaat. 

Apabila anda menginginkan informasi seputar digital marketing, maka simak terus update terbaru dari website Kampus Dosen Jualan.