Cara Pemasaran Madu Sebuah Tips Agar Customer Mau Repeat Order

Cara Pemasaran Madu

Selama ini madu memang terkenal sebagai produk yang sangat menguntungkan. Omset seorang penjual madu biasanya kita ibaratkan seperti omsetnya peternak sarang wallet yang hingga ratusan juta rupiah. Namun di balik itu semua ternyata madu juga menjadi produk yang paling susah untuk dipasarkan. Sebab  madu merupakan produk yang repeat ordernya rendah sehingga kadang kita perlu tips atau cara pemasaran madu untuk meningkatkan repeat order tersebut.

Faktor yang menjadi penyebab madu repeat ordernya rendah antara lain adalah; bukan kebutuhan primer masyarakat, tingkat kesadaran akan kesehatan masyarakat yang masih rendah, kepercayaan yang cukup rendah pada penjual madu sehingga mereka selektif. Itulah setidaknya yang menjadi sebab kenapa orang yang jualan madu jarang sekali mendapatkan closing. Tapi kalau sudah closing banyak juga mendapatkan omset melimpah ruah.

Tulisan ini akan membahas cara pemasaran madu yang mana sudah kami terapkan pada klien-klien kami di Kampus Dosen Jualan. Berikut adalah tips marketing madu;

  1. Menarget Perusahaan yang Butuh Madu
  2. Tentukan Harga Madu yang Terjangkau dan Masuk Akal
  3. Mencari Reseller atau Customer Baru
  4. Membuat Sebanyak Mungkin Sosial Media.
  5. Menggunakan Platform Website untuk Marketing

Kelima tips tersebut merupakan apa yang sudah kami simpulkan selama membantu pemasaran produk klien kami di KDJ. Untuk penjelasan selengkapnya akan kita ulas di bawah ini. Namun sebelum itu kita simak dulu pengalaman beberapa orang selama berjualan madu secara online berikut ini.

Baca juga :   Fitur Whatsapp untuk Marketing yang Paling Penting

Marketing Madu itu Susah-susah Gampang

Beberapa kali penulis pernah bertemu dengan pebisnis madu yang belajar Ads dan SEO di Kampus Dosen Jualan. Berbagai jenis madu mereka jual mulai dari madu ratu lebah, hingga madu yaman yang berasal dari jazirah yaman sana.

Pada umumnya mereka mempunyai cara pemasaran madu yang hampir mirip, yakni dengan memanfaatkan platform website gratisan lalu kombinasi dengan Ads atau marketplace. Cara ini tidak salah namun kalau tak disertai dengan pengetahuan akan pasar hasilnya akan melenceng sekali.

Rata-rata dari pebisnis madu pasti sering mengeluh karena yang datang kepada mereka hanyalah pertanyaan demi pertanyaan saja dan tak pernah ada yang berminat membeli madunya. Padahal kompetitornya juga belum terlalu banyak untuk produk ini. Nah, di sinilah masalahnya,  yakni kesalahan dalam memahami keadaan pasar sehingga tak maksimal menerapakn cara pemasaran madu di atas. Maka dari itu akan kami bagikan sedikit tips dari KDJ lewat uraian di bawah ini.

Strategi Pemasaran Lebah Madu

  1. Targetlah Perusahaan Yang Membutuhkan Madu

Sudah kita tahu bahwa madu adalah bukanlah kebutuhan utama masyarakat sehingga kemungkinan mereka untuk membeli lagi produk kita kecil sekali. Oleh karena itu kamu wajib untuk mencari toko atau perusahaan yang membutuhkan madu dalam jumlah kecil ataupun besar.

Contoh perusahaan atau toko yang butuh madu adalah toko jamu tradisional. Mereka merupakan pasar yang senantiasa membutuhkan madu untuk dijadikan campuran jamunya. Apabila kamu punya ternak lebah sendiri, maka tidak ada salahnya untuk menawarkan madu ini kepada mereka. sebab mereka juga membutuhkan madu dalam jumlah besar dengan harga yang terjangkau.

Kabar baiknya adalah madu ini merupakan salah satu komponen obat yang cocok-cocokan. Artinya tidak semua madu dapat cocok diaplikasikan ke dalam jamu. Cobalah cara pemasaran madu berikut ini siapa tahu madumu cocok untuk mereka jadikan pilihan utama.

  1. Cara Menentukan Harga Jual Madu (Benchmarking)

Harga madu harus kamu tentukan sendiri apalagi madu tersebut merupakan produk dan hasil panen sendiri. Kamu boleh mencari referensi harga dari orang-orang yang berjualan madu juga.

Baca juga :   Perbedaan Tiktok dan Snack Video , Kamu Pilih yang Mana?

Dari kompetitormu, carilah range harga yang masih terjangkau dompet masyarakat, namun juga jangan terlalu murah karena selama ini produk madu yang murah dianggap sebagai madu palsu. Selalu cek harga di pasaran sebelum menerapkan cara memasarkan madu hutan asli ini. Agar kamu bisa memilih waktu kapan harus kasih promo dan kapan tidak.

  1. Carilah Reseller Madu dengan WA Marketing

Berhubung madu termasuk produk yang RO-nya rendah, maka kamu harus rajin-rajin untuk mencari customer baru agar produkmu senatiasa laku dan tidak ngendon terlalu lama. Cara mencari customer madu baru adalah dengan teknik WA Marketing.

Teknik untuk mengumpulkan database whatsapp customer sering disebut sebagai cara mengumpulkan list building. Di sini kita dapat mencari dan mengumpulkan kontan wa tertarget guna mendapatkan customer baru. Cara pemasaran madu ini akan sangat ampuh karena yang kita tawari produk merupakan orang yang dekat dengan permaduan.

Siapakah orang yang paling dekat dengan madu? Di sini kamu harus mencari grup wa misalnya yang berhubungan dengan majelis taklim, pengobatan tradisional, terapi saraf, grup bapak-bapak arisan, dan lain-lain. dari grup itulah nanti kamu dapat mencari kontak calon customer untuk kita blash dengan promosi wa marketing. Tentu para digital marketer sudah tidak asing dengan cara pemasaran madu seperti ini.

  1. Kata Promosi Jualan Madu Asli di Sosmed

Nah, meskipun tadi kita sudah memakai platform-platform potensial untuk jualan madu tapi jangan sampai melupakan cara pemasaran madu via sosial media. Sebab sosial media adalah platform atau media yang tepat untuk berinteraksi secara lebih dekat dengan customer maupun calon customer.

Coba bayangkan dapatkah kamu berinteraksi di platform website? Tentu saja bisa akan tetapi tidak terasa dekat. Begitu pula dengan berinteraksi di whatsapp. Ini sebenarnya cara promosi yang menjalin kedekatan dengan customer, tetapi tidak dapat disaksikan oleh orang lain sehingga tidak bisa memunculkan efek domino penjualan.

Baca juga :   Cara Membuat Time Schedule Kegiatan Selama Ramadhan untuk Bisnis

Maka dari itu manfaatkan sosial media sebagai tempat di mana kamu share testimoni, manfaat madu, profil pelanggan, dan lain-lainnya. justru kurangilah konten yang berbau jualan karena jualan sudah cukup di marketplace saja. Memang untuk cara pemasaran madu kita harus menerapkan semua platform dan tidak semua platform dapat digunakan untuk posting konten. Tiap platform punya tugasnya masing-masing.

  1. Pemasaran Lebah Madu dengan Landing Page dan Website

Tips dan cara pemasaran madu yang terakhir adalah dengan memanfaatkan landing page dan website yang berisi antara lain; kegiatan memanen madu, packing madu, mencari sarang lebah, ternak lebah dan perawatannya, dan sebagainya.

Seperti yang kita tahu bahwa website adalah tanda bahwa toko kita terpercaya. Toko yang sudah punya website lalu di dalamnya berisi hal-hal yang berkaitan dengan madu asli tentu akan membuat customer makin yakin dengan produkmu. Tidak perlu memposting terlalu banyak artikel, cukup perbanyak dengan konten video dan aktifitas di balik permaduan. Untuk lebih memudahkan upload video maka gunakanlah emben youtube, terutama agar website menjadi tidak terlalu berat.

Sekian tips dan cara pemasaran madu yang semoga dapat membuat customer jadi repeat order secepatnya. Madu adalah produk yang potensial kok, asalkan kamu dapat mencari formula pemasaran yang terbaik. Semoga manfaat. Salam inspirasi.