Banjir Order dengan WhatsApp Bussiness, Bagaimana Caranya?

Dosen Jualan – Yogyakarta, 63 peserta mengikuti Seminar WhatsApp Bussiness tanggal 12/3/19. Jumlah ini bertujuan agar seminar berjalan kondusif dikarenakan sampai membahas hal teknis. Seminar diawali dengan sedikit kisah awal saya memulai usaha online. Sejak 2012 saya berjualan online sekaligus menjadi dosen suatu universitas. Kemudian 2014 saya memutuskan untuk hengkang dari kampus dan berkomitmen meraih asa untuk dapat memiliki kampus sendiri.

Kini, alhamdulillah Dosen Jualan telah mewujudkan mimpinya, memiliki kampus/sekolah sendiri, atas berkat rahmat Allah tentunya.  Sekolah itu yaitu sekolah digital marketing. Salah satu murid saya yang hadir, pemuda yang jualan Dimsum secara online. Dimsumnya dari Aceh dan hebatnya pertama kali closing ia meraup 7,2 juta.

Seminar ini mengupas tips memanfaatkan WhatsApp (WA) untuk berbisnis. Kita ketahui bersama bahwa WhatsApp sekarang ini menjadi aplikasi chatingan nomor satu yang paling sering digunakan. Maka pengusaha harus melihat potensi dan peluang yang dapat mengepulkan asap dapur.

Prediksi saya, WhatsApp akan menjadi ladang pengiklanan. Gambarannya seperti facebook yang merupakan induk dari WhatsApp. Misalkan setiap 1000 like dengan 100 komentar, bisa jadi 10 di antaranya adalah iklan. Iklan yang diatur manajemennya oleh pemilik WhatsApp, sebab database penggunanya disimpan dan dikuasai oleh pemiliknya.

Ketika sebelum berjualan online, biasanya orang-orang berfikir bahwa hanya ada 3 hal yang dapat dijadikan produk jualan online, yaitu food, fun dan fashion. Namun jika berfikir lebih luas, produk apapun dapat dionlinekan, misalnya ikan wader hidup. Sebagian orang mungkin mengatakan mustahil. Namun tidak bagi pedagang ikan wader segar asal Malang ini. Pedagang ikan wader tersebut tentu tidak bisa memasarkan hingga ke Papua, ikan wader dalam keadaan hidup. Namun ia mentargetkan calon konsumennya lebih spesifik pada lokal tempat budidaya ikan tersebut.

 

Seminar bisnis ini diikuti oleh pengusaha-pengusaha dengan berbagai bidang dan bermacam kalangan usia. Rata-rata usia muda sekitar 20-30 tahun. Namun saya salut ada bapak-bapak paruh  antusias mencermati. Usaha peserta diantaranya ialah usaha almond milk, fashion muslim, digital fotocopy, kursus musik (Jogja Music School), fashion anak (Mangrove), pizza (Kudus), properti (Bogor),  buku (Mangrove), souvenir nikah, seminar kit, hingga bibit kawin suntik sapi.

“Bapak-Ibu sekalian siapa yang punya 1000 kontak WhatsApp?” tanya saya pada audiens mulai memasuki materi

Ruangan senyap, tanda jawaban adalah belum.

“Insyaflah jika belum,” kelakar saya disambut gelak tawa audiens

“Sudahkah semua tetanggamu tahu bahwa kamu buka jasa videografer?” tanya saya pada salah satu peserta.

Setelah menggali, jawabannya adalah belum. Bagaimana caranya mendapatkan kontak WA yang banyak? Ada peserta yang menyampaikan; pak RT. Itu betul, saya sedikit menambahi. Walaupun usaha kita online, nyatanya kita juga perlu melakukan kombinasi online dan offline. Berikut cara offline:

  1. Satpam

Mengapa satpam? Satpam mempunyai nomor seluruh penghuni lingkungan dan itu lebih lengkap daripada pak RT.

  1. Cunter Pulsa

Counter pulsa jelas memiliki database dengan data nama dan nomor. Hal itu bisa kita manfaatkan.

  1. Koran & Majalah

Pada koran dan majalah, terdapat data mentah: nomor hp, alamat, dll dari reseller atau agen. Kita hanya perlu mencatatnya. Capek? Tidur banyak pun capek. Apalagi tidur banyak dan tidak punya uang. Maka ketika menjalin komunikasi, posisikan ia sebagai calon reseller produk kita. Contoh majalah: Suara Hidayatullah.

Selain cara offline, terdapat cara online yang lebih cepat mendapatkan banyak nomor bahkan grup WhatsApp. Ada banyak software yang digunakan untuk menyimpan nomor WA, namun saya  menyampaikan manual karna memang bukan jualan software. Seperti yang kita ketahui bahwa memiliki kontak ataupun grup  banyak, maka peluang jaringan akan lebih besar. Sehingga pemanfaatannya supaya omset juga banyak. Berikut cara online yaitu dengan pemanfaatan:

  1. Twitter search

Silakan buka aplikasi twitter kemudian pada kolom pencariahn tuliskan 4 digit ini: 0811 {ciri nomor hp orang kaya 0811}). Nyarinya  satu-persatu? Iya.

  1. Facebook search

Selain mencari nomor satu-persatu, kita dapat mencari langsung satu grup WhatsApp. Bagaimana mencarinya? Silakan tuliskan pada kolom pencarian facebook: post group wa, post https://chat.whatsapp.com. Maka facebook akan bekerja mencarikan grup WhatsApp untuk kita.

  1. Google search

Pemanfaatan Goolge Search tentu sudah tidak asing lagi. Namun  pemanfaatan untuk pencarian grup WhatsApp masih jarang terbersit pada pikiran orang kebanyakan. Silakan tuliskan site:facebook.com https://chat.whatsapp.com perawat. Kata “perawat” ini sebagai kata kunci bahwa yang kita cari adalah grup WhatsApp yang berkaitan dengan perawat. Dapat pula dispesifikan lagi dengan nama kota.

Setelah mendapatkan grup yang dicari, kita dapat memulai dengan mempromosikan produk kita. Tantangnnya kita yaitu dianggap spammer. Tidak mengapa, justru sebagian orang sukses, dulunya spamer. Saya pun dulu spammer. Tapi berhenti karna sudah ada modal untuk iklan yang berbayar. Namun bagaimana jika ada yang marah-marah karena kita rajin spam?

Grup memang bermacam-macam kharakternya. Ada grup yang sistemnya sama sekali tidak memperbolehkan penghuni grup kecuali admin untuk memposting apapun. Semua postingan tersentral oleh admin dan dari admin. Jika menemui grup ini, left group saja. Mengapa? tidak ada gunanya grup ini jika memang niat utama kita mempromosikan produk kita.

Ada pula grup yang sistemnya siapapun boleh memposting dan mengomentari. Sistem yang seperti itu demokratis, dari dan untuk rakyat (penghuni grup). Tentu dalam grup teteap berisikan kharakter yang berbeda. Jika ada yang marah-marah, tetap tenang dan melakukan 1 hal. Ada pepatah, “Lebih baik minta maaf daripada minta izin.” Ya, 1 hal tersebut ialah maaf.

Selain grup yang berisikan orang-orang yang kita posisikan sebagai calon konsumen, saya pribadi senang masuk di grup berisikan penjual-penjual online. Mengapa? apakah kita dapat menjualkan produk pada mereka? Padahal mereka sendiri sama seperti kita, jualan. Saya senang lantaran, saya bisa belajar bagaimana mengemas  iklan yang dipost oleh orang lain.

Ada metode yang sering kita dengar dalam hal inovatif. Metode tersebut ialah ATM (Amati Tiru Modifikasi). Namun jika masing belum bisa, maka ada metode lainnya yaitu ATPP (Amati, Tiru, Persis, Plek). Namun yang perlu diingat, nomor ataupun link jangan sampai persis plek juga.

Masih terkait what’sapp, ada 7 spot jualan di WA yang dapat kita manfaatkan, diantaranya:

  1. Foto profil

Ketika kita komunikasi dengan orang lain baik chat terutama call, foto profil akan terlihat pertama kali. Maka manfaatkanlah dengan sering mengganti foto profil dengan produk usaha kita. Saya sarankan untuk melakulan pada jam yang sama di setiap harinya.

  1. Status WA

Status WA bagi pengusaha, dimanfaatkan sebagai ajang promosi. Sarannya sama seperti foto profil, lakulan di jam yang sama. Tujuannya, orang yang melihat kemarin, harapannya besok akan melihat lagi, lusa melihat lagi, dst. Hal itu karena orang yang melihat pertama kali, belum tentu akan tertarik membeli saat itu juga. Awalnya sekedar melihat, melihat, lau bertanya-tanya hingga akhirnya akan membeli roduk kita. Kemudian jika cocok, bisa reorder. Itu yang disebut lingkaran audien dalam persuasi visual. Selain itu, status WA turut membantu kita untuk membranding usaha kita.

  1. Grup

Sebagian orang, banyak justru memusingkan. Bisa jadi, jika grup tersebut tidak menguntungkan buat kita. Supaya menguntungkan, maka manfaatkanlah. Share produk kita ke banyak grup yang kita miliki. Kemudian jika ada yang menanyakan atau mengomentari, maka kita follow up.

  1. Channel

Channel mirip dengan group, namun bedanya yang dapat mengirim hanya admin.

  1. Kirim pesan biasa

Kirim pesan pada nomor kontak WA yang kita punya secara satu persatu.

  1. Pesan diteruskan.

Pesan diteruskan atau forward yang maksimal kirim 5 terusan.

  1. Broadcast WA.

Bisa kirim pesan ke banyak person ataupun group dengan sekali kirim. Mereka tidak tahu kalau kita broadcast. Pesan yang terkirim seperti kita japri (jalur pribadi). Namun, yang hanya bisa menerima broadcast kita hanya orang yang menyimpan nomor kita.Warning buat kirim broadcast; jangan sampai seperti skripsi (terlalu panjang), jangan seperti seminar spanduk mahasiswa (semua keterangan ditulis), dan pastikan ada judul menarik karena judul adalah  inti / nyawanya iklan).

Berikut tips artikel yang bisa dibagikan di WA;

  1. Judul : 25-32 karakter
  2. Paragraf : 4-5 paragraf, max. 5 baris/paragraf (jangan samapai ada see more)
  3. Paragraf 1: memuat Kata tanya
  4. Paragraf 2: memuat Takuti-solusi
  5. Paragraf 3: Call to action (Pastikan ada link CTA di paragraf 4/5 atau nomor WA yang diberikan spasi pada setiap 4 digit atau bisa langsung chat (wa.me/62811xxxxxxx)
  6. Paragraf 4: Penutup

 

WA bisnis, dibuat berbeda dengan nomor pribadi. Nomor yang didaftarkan untuk WA bisnis, secara otomatis menghapus seluruh riwayat pesan jika nomor itu pernah dipakai. Supaya jika ada pesan masuk pada nomor WA bisnis kita langsung ada balasan (salam pembuka), maka nyalakan setelah bisnisnya. Caranya setelannya diaktifkan. Jika jualannya masih baru, tidak perlu mengaktifkan setelah jam kerja.

Pada akhir seminar ditutup dengan beberapa pertanyaan dari audiens yang saya jawab, 3 diantaranya ialah:

  1. Tips WA tidak berat yaitu hapus riwayat pesan dan restart handphone minimal 2 kali sehari.
  2. Cara konyol meramaikan sosmed:

Semoga yang mengaamiinkan akan mendapatkan rizki yang berlimpah. Cara tersebut masih ampuh menarik respon teman sosmed.

  1. Jam efektif beriklan untuk ganti status
  2. Ibu RT (pasanglah iklan 6-9 pagi, 11-1 siang, 3-5 sore, 7-10 malam)
  3. Bapak2 (9-11 siang, 10 malam-2 dini hari)
  4. Pekerja kantoran, mhs, sekolah (7-8 pagi, 12-13 siang, 3-5 sore)

Seminar ini bukanlah satu-satunya jalan meraih sukses, namun berjuta cara. Hal tersebut bukan berarti semua cara dapat dipakai, namun bagaimana kita memanfaatkan ilmu yang sudah ada lalu dipraktekkan dan telaten dilakukan. Semoga bermanfaat.

 

Incoming search terms:

  • group wa bisnis online
  • Grup whatsapp pelatihan jualan online
  • link wa belajar mlm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *