Apa itu Canonical URL

Apa itu Canonical URL

Dalam artikel kali ini kita akan membahas tentang canonical url. Apa itu canonical url dan apa pengaruhnya terhadap SEO dan bagaimana cara menerapkannya untuk meningkatkan kunjungan pada website teman-teman?

Apakah anda tertarik dengan apa itu canonical URL? Yuk mari kita bahas secara lengkap pada video kali ini. Pertama-tama tentu kita akan ngomongin tentang pengertian canonical url

 

Pengertian Canonical URL

Jadi canonical url itu adalah url utama dari berbagai variasi url yang ada pada website teman-teman. Namun teman-teman langsung bertanya memangnya pada website saya ada variasi url-nya ya?Jawabannya mungkin saja ada. Nah jadi buat website yang udah lumayan gede atau website teman-teman yang udah lama dikelola gitu, ya mungkin ada beberapa halaman yang memiliki content yang sama persis atau satu halaman tapi bisa diakses dari berbagai url. Hal ini dapat mengakibatkan masalah duplikat konten anda.

Duplikat konten ini bakal banyak pengaruhnya khususnya untuk dunia SEO. Oke kita lanjut ya jadi canonical url itu ada url yang paling mewakili dari sejumlah url yang memiliki content yang sama atau mirip. Nah perlu teman-teman garisbawahi ya canonical url ini bukan hanya untuk dua url yang memiliki content yang sama tapi konten yang mirip juga perlu teman-teman kasih canonical url. Kalau teman-teman itu enggak merapikan canonical url nanti akan ada beberapa masalah yang mungkin saja timbul

 

Masalah yang Muncul dari Tidak Rapinya Canonical URL

  1. Masalah Troll

Jadi yang pertama itu adalah masalah troll. Buat teman-teman yang belum tahu apa itu troll, jadi troll itu adalah tahap pertama dimana google ingin mendata sebuah website. Jadi sebelum dimasukin ke daftarnya google gitu, indexnya google itu merayapi dulu atau mengontrol ulang website. Nah google itu memiliki budget atau memiliki batasan dalam memperoleh data sebuah website. Google akan mengkroscek url yang kanonikal atau url utama itu secara lebih sering. Sedangkan url yang dinilai duplikat itu bakal jarang banget dikeroyok. Kalau teman-teman enggak menerapkan canonical url ini yang terjadi adalah google akan memilih sendiri mana url yang utama. Jika kita tidak atasi kita nggak bisa mengontrol pilihan tersebut karena google itu adalah milik mereka sendiri.

Baca juga :   Apa Tujuan Riset Keyword untuk Memetakan Peluang Bisnis?

Masalah terburuknya itu adalah google bisa aja menganggap seluruh url-nya itu sebagai duplikat. Jadi enggak ada url yang utama. Nah kalau itu terjadi maka seluruh url itu bakal jarang sekali diketahui oleh google sehingga kalau kita ada update adobe atau ada perbaikan content maka google enggak akan tahu. Dan efeknya kita sulit masuk ke indexnya google. Nah itu adalah masalah pertama yakni masalah crawling.

  1. Masalah Backlink

Kemudian yang kedua itu adalah masalah backlink. Bisa teman-teman bayangin kalau teman-teman itu lagi ngebangun backlink sedangkan url itu bermacam-macam ada yang pakai https ada yang pakai http aja ada yang pakai www ada yang enggak gitu kan jadi baik link-nya pun bervariasi. Lalu efeknya seluruh backlink yang teman-teman bangun itu terbagi kekuatannya ke berbagai variasi url yang teman-teman miliki. Tentu aja kekuatam backlinknya  jadi tidak signifikan dan efeknya tentu teman-teman akan bermasalah dalam hal SEO nya. Terjawab sudah apa itu canonical URL dan efeknya untuk SEO bukan teman-teman?

  1. Masalah Ranking

Oke yang terakhir adalah tentu saja masalah ranking ya. Kalau backlinknya udah bermasalah maka rankingnya juga bermasalah. Tentu ranking temen-temen juga akan bermasalah di google. Bakal sulit sekali temen-temen buat mendapatkan ranking di google.

 

Variasi Canonical URL di Website

Jadi ada beberapa contoh url ya, contoh kanonikal url yang bisa terjadi.

  • Variasi Produk

Untuk yang pertama itu adalah variasi produknya ya. Kalau teman-teman punya e-commerce gitu ya website jualan, biasanya ada URL sepatu kerja warna hitam aslinya. Atau sepatu kerja garis miring hitam gitu ya, Kedua url ini mengarah pada halaman yang sama gitu kan tapi url-nya beda. Nah ini potensi terjadinya duplikat konten kemudian penggunaan www dan tidak menggunakan www gitu ya.

Baca juga :   Pengertian Marketplace, jenis-jenisnya yang ada di Indonesia

Teman-teman bisa cek juga pada website masing-masing apakah pakai www atau enggak gitu yang mana yang utama gitu. Google harus dikasih tahu itu atau perbedaan device jadi ada. Nah sepertinya pada website teman-teman ada kemungkinan yang utamanya untuk desktopnya pakai https. Kemudian untuk mobilnya teman-teman pakai subdomain (m.) gitu kan. Maka dari itu banyak banget variasinya padahal sama-sama tentang sepatu hitam gitu. Beritanya sama gitu tapi url-nya banyak banget. Itu untuk yang pertama.

  • Penerapan SSL

Kemudian variasi yang mungkin juga terjadi itu adalah penerapan ssl atau https. Mungkin ada website teman-teman yang pakai https tapi url untuk http yang masih bisa diakses gitu kan. Jika teman-teman enggak melakukan suatu tindakan untuk hal tersebut atau tidak melakukan rider x pada https maka terjadilah duplikat konten. Itu salah satu contoh kemungkinan beberapa situasi yang dapat menyebabkan duplikat konten. Dan teman-teman memerlukan canonical url.

 

Cara Menerapkan Canonical URL untuk Menghindari Duplikat Konten

Setelah kita cukup paham apa itu canonical URL, maka kita akan beranjak pada cara menerapkan canonical URL tersebut. Bagaimana cara penerapan canonical url? Nah ini dia contohnya. Ini adalah penerapan canonical url pada artikel saya tentang belajar SEO. Buat temen-temen nih tinggal masukin aja link real canonical kemudian masukkan ke url utamanya.

Jika teman-teman punya empat url yang memiliki content yang sama maka pada 4 url tersebut harus diterapkan URL canonical ini ya agar google tahu yang mana yang utama. Selain itu karena kanonical url juga bisa diterapkan pada domain berbeda misalnya teman-teman udah nulis suatu artikel yang panjang lebar pada tribun.com misalnya gitu kan nah kemudian teman-teman ingin merilis ulang pada blog teman-teman nah itu harus dimasukkan URL kanonikal supaya google atau mesin pencari yang lain tahu yang mana yang menjadi domain utama.

Baca juga :   Iklan di FB ADS, Ini Trik Jadul Yang Menguntungkan

Nah pada akhirnya kita sampai kepada kesimpulan ya. Jadi kesimpulannya anda harus segera melakukan audit pada website anda cari tahu apakah ada masalah pada duplikat konten gitu ya. Apakah ada konten teman-teman yang bisa diakses dari berbagai url. Jika ada teman-teman harus menerapkan kanonikal url supaya apa? Supaya teman-teman tidak mendapat berbagai masalah yang tadi kita sebutkan dan akhirnya nanti teman-teman bisa merangking di google serta mendapatkan traffic yang cukup banyak. Oke mungkin itu saja ya untuk referensinya ini saya dapat langsung dari google sehingga ini bisa bisa dipertanggungjawabkan lah.

Oke mungkin itu saja yang dapat saya sampaikan semoga saja bermanfaat dan saya akhiri. Seperti biasa jika ada yang salah dari apa yang saya sampaikan tolong teman-teman ingatkan ya. Jangan sampai nggak diingatkan supaya saya dapat melakukan perbaikan pada website ini dan pada saya sendiri. Jika ada pendapat yang berbeda teman-teman bisa masukkan ke kolom komentar supaya kita bisa berdiskusi. Jika ada masukkan teman-teman jangan sungkan untuk menyampaikannya karena saya sangat terbuka dengan segala macam masukkan dan jika teman-teman memiliki request pembahasan cantumkan juga di kolom komentar.

Supaya semua usulan teman-teman dapat saya wujudkan dalam bentuk artikel. Sekian artikel mengenai apa itu canonical URL in semoga dapat bermanfaat untuk anda.